Janin Tumbuh Lambat (Pertumbuhan Janin Terhambat)Fetal Growth Restriction

SKDI 2012 menempatkan Janin tumbuh lambat pada tabel Sistem Reproduksi, subkelompok Gangguan pada Kehamilan, butir 36, dengan tingkat kemampuan 3A [5]. Arti 3A pada penyakit ini [5]: - Dokter layanan primer menegakkan diagnosis, memberi terapi awal, lalu merujuk. - Pada penyakit ini kata terapi awal perlu dibaca dengan hati-hati, sebab tidak ada obat yang mempercepat pertumbuhan janin. Yang berada di tangan layanan primer adalah menemukannya, menghilangkan sebab yang dapat dihilangkan, dan memindahkan pasien sebelum janin memburuk. Butir di sekitarnya pada tabel yang sama memberi ukuran batasnya [5]: - Butir 28, insufisiensi plasenta, tingkat 2. - Butir 35, kehamilan ganda, tingkat 2. - Butir 36, janin tumbuh lambat, tingkat 3A. - Butir 37, kelainan janin, tingkat 2. - Butir 39, anemia defisiensi besi pada kehamilan, tingkat 4A. Yang perlu dibaca dari susunan itu: insufisiensi plasenta, yaitu sebab dari 80 sampai 85 persen kasus, berada pada tingkat 2, sedangkan akibatnya pada janin berada pada tingkat 3A [1][5]. Yang dituntut dari dokter layanan primer bukan menegakkan diagnosis plasentanya melainkan mengenali janin yang tidak tumbuh. Batas praktisnya seluruhnya ada pada daftar keterampilan, dan di sinilah bentuk halaman ini ditentukan [5]: - Palpasi tinggi fundus, manuver Leopold, dan penilaian posisi dari luar, butir 42, tingkat 4A. Inilah alat penapisnya, dan alat itu memang mandiri. - Pelayanan perawatan antenatal, butir 40, tingkat 4A, dan identifikasi kehamilan risiko tinggi, butir 38, tingkat 4A. - Permintaan pemeriksaan USG obsgin, butir 48, tingkat 4A, dan pemeriksaan USG obsgin untuk skrining obstetri, butir 49, tingkat 4A. - Kardiotokografi, butir 47, tingkat 3. - Induksi kimiawi persalinan, butir 69, tingkat 3, dan operasi Caesar, butir 72, tingkat 2. Kedua butir ini menutup jalur penyakit ini, sebab satu-satunya tata laksana yang mengubah nasib janin PJT adalah waktu dan cara terminasi kehamilan [1]. - Tidak ada butir keterampilan untuk Doppler velocimetry obstetri sama sekali pada daftar itu. Satu-satunya butir USG Doppler pada SKDI berada di tabel sistem kardiovaskular dengan tingkat 2, dan butir itu bukan pemeriksaan obstetri. Dua tingkat yang berbeda untuk ultrasonografi kehamilan dalam satu dokumen yang sama [5]: - Butir 16 pada kelompok Ginekologi, pemeriksaan kehamilan USG perabdominal, tingkat 3. - Butir 48 dan 49 pada kelompok Obstetri, keduanya tingkat 4A. - Perbedaan ini tidak diselesaikan oleh tanggal karena keduanya ada di dokumen yang sama. Yang menyelesaikannya adalah dokumen yang lebih baru: KMK 1936/2022 memasukkan USG skrining obstetri dasar terbatas pada trimester 1 dan trimester 3 ke dalam entri Kehamilan Normal di layanan primer, termasuk pengukuran biometri janin dan taksiran berat janin, beserta perintah merujuk bila ditemukan kelainan [2]. Penapisan karena itu berada pada layanan primer; penilaian yang memisahkan janin kecil yang sehat dari janin yang benar-benar terhambat tidak. Tidak ada entri PPK FKTP tersendiri untuk pertumbuhan janin terhambat [4]. Yang menggantikannya adalah pedoman nasional khusus penyakit ini, yaitu PNPK Tata Laksana Kehamilan dengan Pertumbuhan Janin Terhambat, Lampiran III KMK 91/2017 [1].SKDI 2012 places Janin tumbuh lambat in the Sistem Reproduksi table, Gangguan pada Kehamilan subgroup, item 36, at competency level 3A [5]. What 3A means for this disease [5]: - The primary care doctor makes the diagnosis, gives initial treatment, then refers. - Here the words initial treatment need reading carefully, because no drug makes a fetus grow faster. What lies in primary care hands is finding it, removing the causes that can be removed, and moving the patient before the fetus deteriorates. The neighbouring items in the same table give the boundary its scale [5]: - Item 28, placental insufficiency, level 2. - Item 35, multiple pregnancy, level 2. - Item 36, slow fetal growth, level 3A. - Item 37, fetal abnormality, level 2. - Item 39, iron deficiency anaemia in pregnancy, level 4A. What should be read from that arrangement: placental insufficiency, the cause of 80 to 85 per cent of cases, sits at level 2, while its consequence in the fetus sits at 3A [1][5]. What is asked of the primary care doctor is not a placental diagnosis but recognising a fetus that is not growing. The practical limits sit entirely in the skills list, and that is where the shape of this page comes from [5]: - Palpation of the fundal height, Leopold manoeuvres and external assessment of position, item 42, level 4A. This is the screening tool, and that tool is fully independent. - Antenatal care, item 40, level 4A, and identification of high risk pregnancy, item 38, level 4A. - Requesting an obstetric ultrasound, item 48, level 4A, and performing an obstetric screening ultrasound, item 49, level 4A. - Cardiotocography, item 47, level 3. - Chemical induction of labour, item 69, level 3, and caesarean section, item 72, level 2. These two close the pathway, because the only management that changes the fate of a growth restricted fetus is the timing and route of delivery [1]. - There is no skill item for obstetric Doppler velocimetry at all in that list. The only USG Doppler item in SKDI sits in the cardiovascular table at level 2, and that item is not an obstetric examination. Two different levels for pregnancy ultrasound inside the same document [5]: - Item 16 in the Ginekologi group, transabdominal pregnancy ultrasound, level 3. - Items 48 and 49 in the Obstetri group, both level 4A. - Date does not settle this, because both sit in the same document. What settles it is the newer one: KMK 1936/2022 puts a limited basic obstetric screening scan in the first and third trimesters into the primary care Kehamilan Normal entry, including fetal biometry and estimated fetal weight, together with an instruction to refer when an abnormality is found [2]. Screening therefore belongs to primary care; the assessment that separates a healthy small fetus from a truly restricted one does not. There is no PPK FKTP entry of its own for fetal growth restriction [4]. What stands in its place is the national guideline for this disease, the PNPK Tata Laksana Kehamilan dengan Pertumbuhan Janin Terhambat, Lampiran III of KMK 91/2017 [1].

Pertumbuhan janin terhambat adalah ketidakmampuan janin mempertahankan pertumbuhan yang diharapkan menurut kurva pertumbuhan yang terstandardisasi, dengan atau tanpa ukuran yang kecil 1.

Dua istilah perlu dipisahkan lebih dulu, karena tercampurnya keduanya adalah kesalahan yang paling sering pada penyakit ini 1:

  • Janin kecil masa kehamilan, yaitu janin dengan taksiran berat atau lingkar perut di bawah persentil 10 pada pemeriksaan ultrasonografi. Ini hanya sebuah ukuran, bukan sebuah kelainan.
  • Pertumbuhan janin terhambat, yaitu terhambatnya potensi pertumbuhan secara patologis, yang dibuktikan oleh tanda gangguan pada janinnya sendiri seperti gambaran Doppler yang tidak normal dan berkurangnya volume cairan ketuban.

Sebagian besar janin yang kecil sebenarnya sehat. Pedoman nasional menyatakan sebagian besar bayi kecil masa kehamilan adalah bayi kecil yang sehat, sedangkan hanya sebagian kecil yang benar-benar mengalami pertumbuhan janin terhambat, dan sisanya adalah janin dengan kelainan kromosom, cacat bawaan atau infeksi intrauterin 1. Dokumen yang sama memberi dua angka yang berbeda untuk proporsi itu pada dua babnya, sehingga yang dapat dipegang adalah arahnya, bukan angkanya.

Mengapa hal ini penting. Angka kematian janin PJT meningkat 3 sampai 8 kali dibanding bayi dengan berat lahir normal, dan morbiditas yang dapat terjadi termasuk terhambatnya perkembangan neurologis 1. Sebaliknya, menyebut janin yang sehat sebagai PJT membawa kehamilan itu ke rangkaian pemeriksaan dan terminasi yang tidak diperlukan.

Seberapa sering. Angka kejadiannya bervariasi 3 sampai 10 persen. Pada penelitian pendahuluan di empat pusat fetomaternal di Indonesia tahun 2004 sampai 2005 didapatkan 571 bayi kecil masa kehamilan pada 14.702 persalinan, yaitu rata-rata 4,40 persen, paling sedikit 2,08 persen dan paling banyak 6,44 persen 1.

Tingkat kemampuan 3A menentukan bentuk halaman ini, dan pada penyakit ini batasnya sangat tegas. Alat penapisnya, yaitu pengukuran tinggi fundus uteri pada setiap kunjungan antenatal, berada pada tingkat keterampilan 4A. Alat yang memisahkan janin kecil yang sehat dari janin yang terhambat, yaitu biometri berseri dan Doppler, tidak berada di layanan primer, dan tidak ada obat yang mempercepat pertumbuhan janin 15.

Faktor risiko yang dapat dikenali sebelum kehamilan 1:

  • Riwayat pertumbuhan janin terhambat sebelumnya, termasuk riwayat dalam keluarga.
  • Riwayat penyakit kronik.
  • Sindrom antifosfolipid.
  • Indeks massa tubuh yang rendah.
  • Keadaan hipoksia pada ibu.
  • Riwayat obstetri yang buruk dan keadaan sosial ekonomi rendah.

Faktor risiko yang muncul selama kehamilan 1:

  • Hipertensi dalam kehamilan dan preeklampsia.
  • Perdarahan pervaginam dan kelainan plasenta.
  • Kehamilan ganda.
  • Persalinan prematur.
  • Merokok dan pemakaian narkotika.
  • Kurangnya penambahan berat badan selama kehamilan.
  • Pemakaian obat tertentu seperti kumarin dan hidantoin.

Fetal growth restriction is the failure of a fetus to sustain the growth expected of it against a standardised growth curve, with or without being small 1.

Two terms have to be separated first, because confusing them is the commonest error in this disease 1:

  • A small for gestational age fetus, meaning an estimated weight or abdominal circumference below the 10th centile on ultrasound. That is a measurement, not a disorder.
  • Fetal growth restriction, meaning growth potential held back by disease, shown by signs in the fetus itself such as abnormal Doppler waveforms and falling amniotic fluid volume.

Most small fetuses are in fact healthy. The national guideline states that most small for dates babies are healthy small babies, that only a minority truly have growth restriction, and that the remainder are fetuses with chromosomal abnormality, congenital defects or intrauterine infection 1. The same document gives two different figures for that proportion in two of its chapters, so what can be held onto is the direction rather than the number.

Why this matters. Mortality in growth restricted fetuses runs 3 to 8 times higher than in babies of normal birth weight, and the morbidity includes delayed neurological development 1. In the other direction, calling a healthy fetus growth restricted carries that pregnancy into a chain of tests and an early delivery it did not need.

How common. Reported incidence varies from 3 to 10 per cent. A preliminary study across four Indonesian fetomaternal centres in 2004 to 2005 found 571 small for dates babies in 14,702 deliveries, an average of 4.40 per cent, lowest at 2.08 per cent and highest at 6.44 per cent 1.

Competency level 3A shapes this page, and here the boundary is unusually sharp. The screening tool, measuring the symphysis fundal height at every antenatal visit, sits at skill level 4A. The tools that separate a healthy small fetus from a restricted one, serial biometry and Doppler, are not in primary care, and no drug makes a fetus grow faster 15.

Risk factors detectable before pregnancy 1:

  • Previous fetal growth restriction, including a family history of it.
  • Chronic disease.
  • Antiphospholipid syndrome.
  • A low body mass index.
  • Maternal hypoxia.
  • A poor obstetric history and low socioeconomic circumstances.

Risk factors appearing during pregnancy 1:

  • Hypertension in pregnancy and preeclampsia.
  • Vaginal bleeding and placental abnormality.
  • Multiple pregnancy.
  • Premature labour.
  • Smoking and narcotic use.
  • Poor weight gain during the pregnancy.
  • Certain drugs such as coumarin and hydantoin.

MengenaliRecognising it

Pengenalan penyakit ini berjalan dalam dua langkah yang berbeda tempat: penapisan di layanan primer, lalu pemisahan di fasilitas rujukan.

PENAPISAN, dan seluruhnya dapat dikerjakan di layanan primer.

Alat penapisnya adalah pengukuran tinggi fundus uteri, yang dikerjakan rutin pada pemeriksaan antenatal sejak usia kehamilan 20 minggu sampai aterm 1. Pengukuran itu berada pada tingkat keterampilan 4A 5. Bila selisihnya 3 cm atau lebih terhadap kurva baku, ultrasonografi perlu dikerjakan 1.

Recognising this disease runs in two steps that happen in two different places: screening in primary care, then separation at the referral centre.

SCREENING, all of which can be done in primary care.

The screening tool is measurement of the symphysis fundal height, done routinely at antenatal visits from 20 weeks to term 1. That measurement sits at skill level 4A 5. When it falls 3 cm or more short of the standard curve, an ultrasound is needed 1.

tidaknoyayestidaknoyayesyayestidaknoTiap kunjungan antenatal sejak20 minggu: ukur tinggi fundusAt every antenatal visit from20 weeks, measure the fundalheightSelisih 3 cm atau lebih, atautanda penapisan lain?A gap of 3 cm or more, oranother screening sign?Teruskan asuhan antenataldan ukur berseriContinue antenatal care andmeasure seriallyRujuk untuk biometri USGRefer for ultrasound biometryTaksiran berat atau lingkarperut di bawah persentil 10?Estimated weight or abdominalcircumference below the 10thcentile?Bukan janin KMK; cari sebablainNot a small for dates fetus;look for another causeJanin kecil masa kehamilanSmall for gestational age fetusSebagian besar janin KMK adalahbayi kecil yang sehatMost small for dates fetusesare healthy small babiesDoppler arteri umbilikalisnormal?Umbilical artery Dopplernormal?Janin kecil yang sehat,pemantauan diteruskanA healthy small fetus,monitoring continuesPertumbuhan janin terhambat;pemantauan ketat dan waktuterminasi ditentukan di siniFetal growth restriction; closesurveillance and timing ofdelivery decided here
Pita ukur menapis, ultrasonografi memisahkan. Bentuk ini menerangkan mengapa sebagian besar rujukan berakhir dengan kabar baik dan mengapa rujukan itu tetap harus dilakukan. Bagan ini tidak memuat dosis maupun kurva persentil.The tape measure screens and ultrasound separates. This shape explains why most of these referrals end in good news and why the referral still has to be made. This figure carries no doses and no centile curves.1
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kehamilan dengan Pertumbuhan Janin Terhambat, Lampiran III Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/91/2017 tentang PNPK Tata Laksana Komplikasi Kehamilan. Bab I Pendahuluan, Bab III Definisi dan Klasifikasi, Bab IV Faktor Risiko dan Etiologi beserta Tabel 4.1, Bab V Penapisan dan Diagnosis, Bab VI Pemantauan Fungsional Janin, Bab VII Penatalaksanaan, Bab VIII Prognosis dan Bab IX Simpulan. Halaman -80- sampai -107-. kemkes.go.id
  2. 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, entri Kehamilan Normal sebagaimana diubah oleh Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022. Tabel 1 tinggi fundus sesuai usia kehamilan; USG skrining obstetri dasar terbatas trimester 1 dan trimester 3, termasuk pengukuran biometri janin, kecukupan cairan ketuban, taksiran berat janin dan perintah merujuk bila ditemukan abnormalitas; Tabel 3 jadwal kunjungan antenatal dengan jumlah kunjungan minimal enam kali; Tabel 6 kriteria rujukan ibu hamil termasuk riwayat pertumbuhan janin terhambat yang sudah terbukti; serta pemicu rujukan trimester 2 berupa dugaan gangguan pertumbuhan janin dan ibu yang tidak merasakan gerakan bayi. diskes.badungkab.go.id
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI, World Health Organization, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Edisi I. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013. Bab 2.1 Asuhan Antenatal halaman 25 sampai 27, yaitu pengukuran tinggi fundus dengan pita ukur di atas 20 minggu, perintah memantau tumbuh kembang janin dengan mengukur tinggi fundus, manuver Leopold I sampai IV, auskultasi denyut jantung janin di atas 16 minggu, dan rumus tinggi fundus normal untuk usia kehamilan 20 sampai 36 minggu. platform.who.int
  4. 4.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Tidak ada entri tersendiri untuk pertumbuhan janin terhambat, dan perubahannya juga tidak menambahkannya. Dipakai di sini untuk Huruf N Kesehatan Wanita angka 4 Pre-Eklampsia, yaitu pertumbuhan janin terhambat dan oligohidramnion sebagai penanda keterlibatan organ; angka 2 Hiperemesis Gravidarum, yaitu pertumbuhan janin terhambat pada daftar komplikasinya; dan Panduan Keterampilan Klinis angka 6 Tatalaksana Berat Bayi Lahir Rendah, yaitu definisi bayi kecil masa kehamilan beserta deteksi antenatal berupa kenaikan berat badan ibu yang kurang dan status gizi ibu yang rendah. manuver.tireg7.net
  5. 5.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Daftar Penyakit, tabel Sistem Reproduksi, subkelompok Gangguan pada Kehamilan, butir 36 Janin tumbuh lambat, Tingkat Kemampuan 3A, dengan butir 28 Insufisiensi plasenta (2), butir 35 Kehamilan ganda (2), butir 37 Kelainan janin (2) dan butir 39 Anemia defisiensi besi pada kehamilan (4A) di sekitarnya. Daftar Keterampilan Klinis, kelompok Sistem Reproduksi: butir 16 Pemeriksaan kehamilan USG perabdominal (tingkat 3), butir 38 Identifikasi kehamilan risiko tinggi (4A), butir 40 Pelayanan perawatan antenatal (4A), butir 42 Palpasi tinggi fundus dan manuver Leopold (4A), butir 43 Mengukur denyut jantung janin (4A), butir 47 CTG (tingkat 3), butir 48 dan 49 USG obsgin (4A), butir 69 Induksi kimiawi persalinan (tingkat 3), butir 72 Operasi Caesar (tingkat 2). Tidak ada butir Doppler obstetri pada daftar keterampilan itu. pd.fk.ub.ac.id
  6. 6.Chew LC, Osuchukwu OO, Reed DJ, Verma RP. Fetal Growth Restriction. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.