Irritable Bowel SyndromeIrritable bowel syndrome

SKDI 2012 memberi butir 68 Irritable Bowel Syndrome tingkat kemampuan 3A pada subkelompok Kolon. Angka itu cocok dengan cara konsensus nasional Indonesia menempatkan penyakit ini: konsensus PGI menyusun algoritmanya sendiri untuk pelayanan primer, yaitu menegakkan dugaan dari gejala, menyingkirkan tanda alarm, menjelaskan penyakitnya, mengobati gejala utamanya, lalu menilai ulang dalam 6 minggu, dan merujuk bila muncul tanda alarm, hasil laboratorium abnormal, atau gejalanya menetap. Jadi 3A di sini bukan berarti dokter layanan primer hanya menonton; ia memang mendiagnosis dan mengobati, tetapi pemastian bahwa tidak ada penyakit organik di baliknya, dan penanganan pasien yang tidak membaik, berada di fasilitas yang lebih lengkap. Yang menahan penyakit ini di bawah 4A adalah kenyataan bahwa tidak ada penanda biologis yang khas untuknya, sehingga diagnosisnya selalu bergantung pada seberapa yakin penyakit lain sudah disingkirkan.SKDI 2012 grades item 68, Irritable Bowel Syndrome, at 3A in the colon subgroup. That number fits how the Indonesian national consensus places the disease: the PGI consensus sets out its own algorithm for primary care, namely raise the suspicion from the symptoms, exclude alarm features, explain the illness, treat the main symptoms, reassess at 6 weeks, and refer where alarm features appear, laboratory results are abnormal, or symptoms persist. So 3A here does not mean the primary care doctor merely watches; they do diagnose and treat, but establishing that no organic disease sits behind it, and managing the patient who does not improve, belong to a fuller facility. What holds this condition below 4A is that no biomarker is specific to it, so the diagnosis always rests on how confidently other disease has been excluded.

Irritable bowel syndrome adalah gangguan fungsi usus yang menahun dan berulang, dengan nyeri atau rasa tidak nyaman di perut yang berkaitan dengan buang air besar atau dengan berubahnya kebiasaan buang air besar, berlangsung sekurang-kurangnya 3 bulan 2. Kembung, distensi, dan gangguan defekasi adalah ciri yang lazim menyertainya 2.

Diagnosisnya ditegakkan dari gejala saja, sejauh tidak ada bukti kelainan organik sebagai penyebabnya, karena sampai sekarang tidak ada penanda biologis yang khas untuk penyakit ini 2.

Konsensus membaginya menurut bentuk feses 2:

  • Tipe diare, sekitar sepertiga kasus, lebih sering pada laki-laki.
  • Tipe konstipasi, sekitar sepertiga kasus, lebih sering pada perempuan.
  • Tipe campuran atau siklik, sekitar sepertiga kasus.

Prevalensinya pada perempuan sekitar 1,5 sampai 2 kali prevalensi pada laki-laki, dapat terjadi pada semua umur dengan puncak pada usia 20 sampai 30 tahun, dan cenderung menurun seiring bertambahnya usia 2. Data nasional Indonesia belum ada; dari 304 kasus gangguan pencernaan pada penelitian di Jakarta tahun 2013, IBS tipe konstipasi tercatat 10,5% 2.

Penyakit ini tidak berkaitan dengan naiknya risiko kanker maupun kematian, tetapi menurunkan kualitas hidup dan menaikkan biaya perawatan 2.

Tingkat kompetensinya 3A. Dokter layanan primer menegakkan dugaannya, menyingkirkan tanda alarm, menjelaskan penyakitnya, mengobati gejala utamanya, lalu menilai ulang; pasien dengan tanda alarm atau gejala yang menetap dirujuk 12.

Irritable bowel syndrome is a chronic, relapsing disorder of bowel function, with abdominal pain or discomfort tied to defecation or to a change in bowel habit, running for at least 3 months 2. Bloating, distension and disturbed defecation are its usual companions 2.

The diagnosis is made from the symptoms alone, so long as there is no evidence of organic disease behind them, because no biomarker is specific to this condition 2.

The consensus divides it by stool form 2:

  • The diarrhoea type, about a third of cases, commoner in men.
  • The constipation type, about a third of cases, commoner in women.
  • The mixed or cyclical type, about a third of cases.

Prevalence in women is about 1.5 to 2 times that in men, it occurs at every age with a peak at 20 to 30 years, and it tends to fall as age rises 2. There is no national Indonesian figure; of 304 cases of digestive complaints in a Jakarta study in 2013, the constipation type of irritable bowel syndrome accounted for 10.5% 2.

The condition is not linked to any rise in cancer risk or mortality, but it lowers quality of life and raises the cost of care 2.

Competence is graded 3A. The primary care doctor raises the suspicion, excludes alarm features, explains the illness, treats the main symptoms, then reassesses; patients with alarm features or persistent symptoms are referred 12.

MengenaliRecognising it

Pola nyeri yang cocok untuk diagnosis ini 2:

  • Berlangsung menahun.
  • Hilang timbul, bukan menetap.
  • Ada episode nyeri serupa sebelumnya.
  • Membaik dengan buang air besar atau dengan keluarnya gas.
  • Letak nyerinya dapat berpindah-pindah.

Gejala lain yang menyertai 2:

  • Rasa kembung, yang dialami 96% pasien, disertai distensi dan borborigmi.
  • Gangguan pola buang air besar: konstipasi, diare, atau keduanya bergantian.
  • Kelainan defekasi: diare lebih dari 2 minggu, lendir pada feses, defekasi yang mendesak, dan rasa buang air besar yang tidak tuntas. Rasa tidak tuntas dilaporkan penting pada populasi Asia.
  • Kaitan dengan menstruasi: gejala pramenstruasi lebih berat, dismenorea 2 kali lebih sering, dan kembung meningkat menjelang menstruasi.
  • Kaitan dengan obat dan makanan seperti susu, pemanis buatan, produk diet, dan alkohol.
  • Riwayat bepergian ke daerah tropik atau subtropik.
  • Kebiasaan makan yang tidak teratur atau tidak cukup, asupan cairan kurang, asupan serat berlebih.
  • Awitan mendadak sesudah gastroenteritis, yang mengarah ke bentuk pascainflamasi. Lihat entri Gastroenteritis.

The pain pattern that fits this diagnosis 2:

  • It has run chronically.
  • It comes and goes rather than persisting.
  • There have been similar episodes before.
  • It improves with defecation or with passing flatus.
  • Its site can move around.

Other symptoms that accompany it 2:

  • Bloating, reported by 96% of patients, with distension and borborygmi.
  • Disturbed bowel habit: constipation, diarrhoea, or the two alternating.
  • Abnormal defecation: diarrhoea for more than 2 weeks, mucus in the stool, urgency, and a sense of incomplete evacuation. The sense of incomplete evacuation is reported as important in Asian populations.
  • A relationship with menstruation: worse premenstrual symptoms, dysmenorrhoea twice as often, and bloating rising just before menstruation.
  • A relationship with drugs and with foods such as milk, artificial sweeteners, diet products and alcohol.
  • Travel to tropical or subtropical areas.
  • Irregular or inadequate eating, low fluid intake, excessive fibre intake.
  • Sudden onset after gastroenteritis, which points to the post-inflammatory form. See the entry Gastroenteritis.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Gastrointestinal, Hepatobilier dan Pankreas, subkelompok Kolon, butir 68 Irritable Bowel Syndrome dengan tingkat kemampuan 3A, halaman cetak 45. pd.fk.ub.ac.id
  2. 2.Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia. Konsensus Penatalaksanaan Irritable Bowel Syndrome (IBS) di Indonesia. Jakarta: PGI; 2013. Termasuk Gambar 2, Algoritma Diagnostik dan Tatalaksana IBS pada Pelayanan Primer. pbpgigastro.com
  3. 3.Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia. Konsensus Nasional Penatalaksanaan IBS dan Dispepsia Fungsional di Indonesia, Revisi 2021. Berkas yang dilayani PB PGI berupa pindaian tanpa lapisan teks, sehingga isinya tidak dapat diperiksa secara mekanis dan tidak dipakai sebagai sumber pernyataan mana pun pada entri ini; dicantumkan agar pembaca yang memerlukan versi terbaru tahu ke mana membuka. pbpgigastro.com
  4. 4.Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia dan Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Tropis dan Penyakit Infeksi Indonesia. Konsensus Nasional Penatalaksanaan Diare pada Dewasa di Indonesia Tahun 2024. Jakarta: PB PGI dan PP PETRI; 2024. pbpgigastro.com
  5. 5.Patel N, Shackelford K. Irritable Bowel Syndrome. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.