IntususepsiIntussusception
Tingkat 3B berarti dokter layanan primer mendiagnosis, memberi penanganan kegawatan, lalu merujuk. SKDI 2012 memberi butir 73 Intususepsi atau invaginasi tingkat 3B pada tabel Sistem Gastrointestinal, Hepatobilier, dan Pankreas, subkelompok Kolon, halaman 45. Kedua nama itu satu butir yang sama pada daftar tersebut. Tidak ada tabel SKDI kedua yang menilai kondisi ini. SKDI tidak membatasi usia, sedangkan kedua sumber nasional yang tersedia untuk halaman ini ditulis untuk anak; batas itu dinyatakan di bagian publik.Level 3B means the primary care doctor diagnoses, gives emergency treatment, then refers. SKDI 2012 grades item 73 Intususepsi atau invaginasi as 3B in the gastrointestinal, hepatobiliary and pancreatic table, subgroup colon, page 45. Both names are the same single item on that list. No second SKDI table grades this condition. SKDI sets no age limit, while both national sources available for this page are written for children; that limit is stated in the public half.
Intususepsi adalah masuknya satu segmen usus ke dalam segmen usus di sebelahnya, sehingga terjadi obstruksi dan kemungkinan cedera iskemik 2.
Ini penyebab obstruksi usus terbanyak pada bayi berusia 6 sampai 36 bulan. Sebanyak 60% terjadi pada anak di bawah 1 tahun dan 80% di bawah 2 tahun, biasanya idiopatik, dan biasanya di daerah ileosekal. Pada anak yang lebih besar, polip atau divertikulum Meckel dapat menjadi lead point 1.
Angka lain dari pedoman anak nasional 2: kejadiannya 1,9 per 1000 kelahiran hidup, perbandingan laki-laki dan perempuan 3 berbanding 2, dan puncaknya pada bayi usia 4 sampai 10 bulan. Sekitar 95% idiopatik, sisanya sekunder terhadap lead point berupa divertikulum Meckel, limfoma, atau hipertrofi Peyer's patches akibat infeksi virus. Pada 30% anak, intususepsinya didahului infeksi virus saluran cerna atau saluran napas akut.
Intususepsi juga muncul sebagai penyebab perdarahan saluran cerna bawah. Pada satu tinjauan sistematik di Cina, tiga penyebab terbanyak perdarahan saluran cerna bawah pada anak adalah polip kolorektal 49%, kolitis 11%, dan intususepsi 9% 1.
Tingkat kompetensinya 3B 4. Dokter layanan primer mengenali, menstabilkan, dan merujuk. Reduksi dengan enema maupun dengan tuntunan ultrasonografi adalah tindakan pusat rujukan, dan tindakan itu selalu disiapkan bersama kemungkinan pembedahan segera 2.
PPK FKTP tidak memuat entri untuk penyakit ini, sehingga halaman ini bersandar pada Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Perdarahan Saluran Cerna dan Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia 1235. Perlu dibaca dengan sadar: kedua dokumen itu ditulis untuk pasien anak, sedangkan tingkat kompetensi SKDI berlaku untuk penyakitnya tanpa batas usia, dan intususepsi pada dewasa berada di luar cakupan keduanya.
Intussusception is one segment of bowel telescoping into the segment next to it, producing obstruction and possible ischaemic injury 2.
It is the commonest cause of intestinal obstruction in infants aged 6 to 36 months. Sixty per cent occur in children under 1 year and 80% under 2 years, usually idiopathic and usually at the ileocaecal region. In older children a polyp or a Meckel diverticulum can act as the lead point 1.
Other figures from the national paediatric guideline 2: the incidence is 1.9 per 1000 live births, the ratio of boys to girls is 3 to 2, and the peak is in infants aged 4 to 10 months. About 95% are idiopathic; the rest are secondary to a lead point such as a Meckel diverticulum, lymphoma, or hypertrophied Peyer's patches after viral infection. In 30% of children the intussusception follows a viral gastrointestinal or acute respiratory infection.
Intussusception also appears as a cause of lower gastrointestinal bleeding. In one systematic review from China the three commonest causes of lower gastrointestinal bleeding in children were colorectal polyps at 49%, colitis at 11% and intussusception at 9% 1.
Competence is graded 3B 4. The primary care doctor recognises it, stabilises and refers. Reduction by enema or under ultrasound guidance is a referral-centre procedure, and it is always set up alongside preparation for immediate surgery 2.
PPK FKTP carries no entry for this condition, so this page rests on the national guideline for gastrointestinal bleeding and on the medical service guidelines of the Indonesian Paediatric Society 1235. Read that with the limitation in mind: both documents are written for children, while the SKDI competency level applies to the condition at any age, and intussusception in adults lies outside the scope of both.
MengenaliRecognising it
Trias klasiknya tiga hal, dan ketiganya jarang lengkap 2:
- Sakit perut pada 85% kasus, timbul mendadak dan periodik, dengan anak menekuk kakinya saat serangan.
- Muntah pada 60% kasus.
- Tinja bercampur darah, baik samar maupun darah segar, yang klasik digambarkan menyerupai selai kismis.
Pemeriksaan fisik 2:
- Perut terlihat membuncit.
- Suara usus meningkat.
- Massa berbentuk sosis yang teraba.
Penilaian yang dikerjakan lebih dulu, sebelum mencari massanya 1:
The classic triad is three things, and all three are rarely present together 2:
- Abdominal pain in 85% of cases, sudden and periodic, with the child drawing up the legs during an attack.
- Vomiting in 60% of cases.
- Stool mixed with blood, occult or fresh, classically described as resembling redcurrant jelly.
Examination 2:
- A distended abdomen.
- Increased bowel sounds.
- A palpable sausage-shaped mass.
What is assessed first, before looking for the mass 1:
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Perdarahan Saluran Cerna. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/2162/2023, BAB IV Perdarahan Saluran Cerna pada Anak, bagian B Perdarahan Saluran Cerna Bawah, halaman lampiran 64 sampai 80, termasuk Tabel 10 etiologi menurut usia dan angka 8 Kriteria Rujuk. kemkes.go.id
- 2.Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Pelayanan Medis, Edisi II, 2011. Bab Pencitraan pada Intususepsi, halaman 331 sampai 333. galihendradita.wordpress.com
- 3.Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Pelayanan Medis, Edisi II, 2011. Bab Obstruksi Intestinal, halaman 201 sampai 203. galihendradita.wordpress.com
- 4.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Daftar Penyakit, tabel Sistem Gastrointestinal, Hepatobilier, dan Pankreas, subkelompok Kolon, butir 73 Intususepsi atau invaginasi dengan Tingkat Kemampuan 3B, halaman 45. pd.fk.ub.ac.id
- 5.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf C Digestive dicari seluruhnya dan tidak memuat entri intususepsi maupun invaginasi; dikutip di sini sebagai dasar pernyataan bahwa pedoman layanan primer diam mengenai kondisi ini. manuver.tireg7.net
- 6.Child Intussusception. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov