Intoleransi MakananFood Intolerance

SKDI 2012 menaruh intoleransi makanan pada nomor 39 subkelompok Lambung, Duodenum, Jejunum, Ileum, dengan tingkat kemampuan 4A tanpa kualifikasi, dan PPK FKTP memakai angka yang sama [1][3]. Tetangganya pada daftar itu menerangkan letaknya. Malabsorbsi nomor 38 berada di 3A, sedangkan alergi makanan nomor 40 dan keracunan makanan nomor 41 sama-sama 4A [3]. Jadi tiga penyakit yang keluhannya sama-sama muncul sesudah makan dituntaskan di layanan primer, sementara malabsorpsi yang sebenarnya dirujuk. Yang memisahkan keempatnya bukan penunjang, karena entri ini tidak meminta penunjang apa pun, melainkan anamnesis: hubungan waktu dengan makanan tertentu, ada tidaknya gejala di luar saluran cerna, dan apa yang terjadi saat makanan itu dihindari [1].SKDI 2012 places food intolerance at item 39 of the Stomach, Duodenum, Jejunum, Ileum subgroup, at competency level 4A with no qualifier, and PPK FKTP uses the same grade [1][3]. Its neighbours on that list explain where it sits. Malabsorption at item 38 is 3A, while food allergy at item 40 and food poisoning at item 41 are both 4A [3]. So three conditions whose symptoms all follow eating are completed in primary care, while true malabsorption is referred. What separates them is not investigation, since this entry asks for none, but the history: the timing against a particular food, the presence or absence of symptoms outside the gut, and what happens when that food is withdrawn [1].

Intoleransi makanan adalah kumpulan gejala yang timbul karena reaksi tubuh terhadap makanan tertentu, dan mekanismenya adalah kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan itu 1. Perbedaannya dengan alergi makanan bukan soal berat ringannya keluhan, melainkan soal jalur: alergi makanan berjalan lewat reaksi IgE dan dapat mengenai kulit serta saluran napas, sedangkan intoleransi tidak melibatkan sistem imun dan keluhannya bertahan di saluran cerna 12. Gejalanya bisa mirip, dan itulah sebabnya keduanya kerap tertukar 1.

Contoh yang disebut pedoman adalah intoleransi terhadap laktosa gula susu, terhadap penyedap monosodium glutamat, dan terhadap zat pada keju tua, anggur, bir, serta daging olahan 1. Zat yang terkandung pada kelompok makanan terakhir itu adalah histamin, sehingga yang dimaksud adalah intoleransi histamin.

Makanan yang sering menjadi penyebab 1:

  • Terigu dan gandum lain yang mengandung gluten.
  • Protein susu sapi.
  • Hasil olahan jagung.
  • Monosodium glutamat.

Kompetensi dokter umum 4A dan kasus ini dituntaskan di layanan primer 3. Prognosisnya tidak mengancam jiwa, tetapi ad functionam dan ad sanationam dubia ad bonam, karena keduanya bergantung pada apakah makanan penyebabnya berhasil dihindari 1.

Food intolerance is the set of symptoms produced by the body's reaction to a particular food, and the mechanism is a shortage of the enzyme needed to digest it 1. What separates it from food allergy is not severity but route: food allergy runs through an IgE reaction and can involve skin and airway, while intolerance does not engage the immune system and its symptoms stay in the gut 12. The symptoms can look alike, which is why the two are so often confused 1.

The examples the guideline names are intolerance to lactose, the sugar of milk, to the flavour enhancer monosodium glutamate, and to a substance found in aged cheese, wine, beer, and processed meat 1. The substance those last foods carry is histamine, so what is meant there is histamine intolerance.

Foods that commonly cause it 1:

  • Wheat and other gluten-containing grains.
  • Cow's milk protein.
  • Corn products.
  • Monosodium glutamate.

GP competency is 4A and the case is completed in primary care 3. The prognosis is not life-threatening, but ad functionam and ad sanationam are dubia ad bonam, because both depend on whether the causative food is successfully avoided 1.

MengenaliRecognising it

Keluhan yang membawa pasien datang 1:

  • Tenggorokan terasa gatal.
  • Nyeri perut.
  • Perut kembung.
  • Diare.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Kadang disertai kram perut.

Faktor predisposisi, yaitu makanan yang sering menyebabkan intoleransi 1:

  • Terigu dan gandum lain yang mengandung gluten.
  • Protein susu sapi.
  • Hasil olahan jagung.
  • Monosodium glutamat.

Pemeriksaan fisik 1:

  • Nyeri tekan abdomen.
  • Bising usus meningkat.
  • Mungkin terdapat tanda dehidrasi.

What brings the patient in 1:

  • An itchy throat.
  • Abdominal pain.
  • Bloating.
  • Diarrhoea.
  • Nausea.
  • Vomiting.
  • Sometimes abdominal cramps as well.

Predisposing factors, that is the foods that commonly cause intolerance 1:

  • Wheat and other gluten-containing grains.
  • Cow's milk protein.
  • Corn products.
  • Monosodium glutamate.

Examination 1:

  • Abdominal tenderness.
  • Increased bowel sounds.
  • Signs of dehydration may be present.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf C Digestive butir 4, halaman -127- sampai -129-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Kemenkes RI. Entri Alergi Makanan, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf A Kelompok Umum butir 12, halaman -72- sampai -74-. Dipakai sebagai pembanding untuk membedakan intoleransi dari alergi. manuver.tireg7.net
  3. 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Gastrointestinal, Hepatobilier dan Pankreas, subkelompok Lambung, Duodenum, Jejunum, Ileum, nomor 39. pd.fk.ub.ac.id
  4. 4.Lactose Intolerance. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov
  5. 5.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics: DA96.02. Dipakai untuk kode ICD-11 pada entri ini. id.who.int

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.