HipoparatiroidHypoparathyroidism
SKDI 2012 menilai Hipoparatiroid pada tingkat 3A: lulusan dokter mendiagnosis, memberi penanganan awal, lalu merujuk [1]. Tetangganya pada tabel yang sama menunjukkan mengapa: Hiperparatiroid dinilai tingkat 1, yaitu cukup dikenali secara teori, sedangkan hipoparatiroid dinaikkan ke 3A. Bedanya terletak pada kegawatannya. Kekurangan hormon paratiroid menurunkan kalsium darah, dan hipokalsemia yang berat menimbulkan kejang, tetani, laringospasme, dan aritmia [2], yaitu keadaan yang harus dikenali dan ditangani lebih dulu sebelum pasien berangkat. Satu keterampilan yang berkaitan langsung dengan penyakit ini dinilai penuh: SKDI menempatkan Tanda Chvostek pada tingkat keterampilan 4A [1]. Jadi memeriksanya adalah keterampilan yang diharapkan dikuasai mandiri, sementara penyakitnya sendiri dirujuk. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama tidak memuat entri untuk hipoparatiroid maupun untuk hipokalsemia, baik pada KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022 maupun pada perubahannya KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022.SKDI 2012 grades Hipoparatiroid at 3A: the graduate diagnoses it, gives initial treatment, then refers [1]. Its neighbour in the same table shows why: hyperparathyroidism is graded 1, meaning theory alone, while hypoparathyroidism is lifted to 3A. The difference is the emergency. Too little parathyroid hormone lowers blood calcium, and severe hypocalcaemia produces seizures, tetany, laryngospasm and arrhythmia [2], which is the state that has to be recognised and treated before the patient travels. One skill tied directly to this disease is graded in full: SKDI puts Chvostek's sign at skill level 4A [1]. Eliciting it is therefore a skill expected to be held independently, while the disease itself is referred. The Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama carries no entry for hypoparathyroidism or for hypocalcaemia, neither in KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022 nor in its amendment KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022.
Hipoparatiroid adalah kerja hormon paratiroid yang tidak memadai, dan akibatnya satu: kalsium darah turun. Seluruh gambaran klinisnya adalah gambaran hipokalsemia, sehingga yang dikenali dokter layanan primer sebenarnya bukan kelenjarnya melainkan kadar kalsiumnya.
Hipokalsemia ditegakkan pada kalsium total di bawah 2,12 mmol/L, setara di bawah 8 mg/dl 2. Hipoparatiroid berdiri di urutan pertama daftar penyebabnya, bersama sepsis, luka bakar, pankreatitis, rabdomiolisis, malabsorpsi, penyakit hati, penyakit ginjal, transfusi masif, dan hipomagnesemia 2.
Yang membuat penyakit ini berbahaya bukan angkanya, melainkan bentuk beratnya. Hipokalsemia dapat muncul sebagai kejang, tetani, laringospasme, dan aritmia 2, dan tetani karena hipokalsemia adalah salah satu penyakit yang menyerupai tetanus 3.
Halaman ini bertingkat 3A: dikenali, ditangani awal bila bergejala berat, lalu dirujuk 1. Yang berada di pusat rujukan adalah penetapan penyebabnya dan pengobatan jangka panjangnya.
Hypoparathyroidism is inadequate parathyroid hormone action, and it has one consequence: blood calcium falls. The whole clinical picture is the picture of hypocalcaemia, so what the primary care doctor actually recognises is not the gland but the calcium level.
Hypocalcaemia is defined at a total calcium below 2.12 mmol/L, equivalent to below 8 mg/dl 2. Hypoparathyroidism stands first on the list of its causes, alongside sepsis, burns, pancreatitis, rhabdomyolysis, malabsorption, liver disease, kidney disease, massive transfusion, and hypomagnesaemia 2.
What makes this dangerous is not the number but its severe form. Hypocalcaemia can present as seizures, tetany, laryngospasm and arrhythmia 2, and tetany from hypocalcaemia is one of the conditions that mimics tetanus 3.
This page is graded 3A: recognise it, treat it initially where it is severely symptomatic, then refer 1. What sits at the referral centre is settling the cause and the long term treatment.
MengenaliRecognising it
Kapan memikirkannya. Hipoparatiroid hampir tidak pernah menjadi keluhan utama. Ia ditemukan ketika dokter memeriksa keluhan lain, dan tiga pintu masuknya:
- Pasien dengan kejang, tetani, atau kesemutan di sekitar mulut dan ujung jari.
- Pasien yang datang seperti tetanus tetapi tidak punya luka masuk kuman.
- Pasien dengan riwayat pembedahan di leher. ICD-10 memberi kode tersendiri untuk hipoparatiroid pascatindakan, sehingga riwayat operasi tiroid dan leher termasuk pertanyaan yang layak diajukan pada setiap pasien dengan hipokalsemia.
When to think of it. Hypoparathyroidism is almost never the presenting complaint. It is found while the doctor is examining something else, and there are three ways in:
- A patient with seizures, tetany, or tingling around the mouth and fingertips.
- A patient who looks like tetanus but has no wound of entry.
- A patient with previous neck surgery. ICD-10 carries a separate code for the post-procedural form, so a history of thyroid and neck operations is a fair question to ask of every patient with hypocalcaemia.
RujukanReferences
- 1.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi, nomor 12 Hipoparatiroid pada tingkat 3A dan nomor 11 Hiperparatiroid pada tingkat 1, halaman cetak 51; serta Lampiran Daftar Keterampilan Klinis, nomor 66 Tanda Chvostek pada tingkat keterampilan 4A, halaman cetak 63. pd.fk.ub.ac.id
- 2.Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Pelayanan Medis, Jilid II. Bab Gangguan Elektrolit, bagian Kalsium, subbagian Hipokalsemia: definisi, etiologi, manifestasi klinis, pemeriksaan penunjang, dan tata laksana. Berkas salinan daring bernama tahun 2009 sedangkan dokumennya adalah Jilid II. galihendradita.wordpress.com
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf H Neurologi angka 4 Tetanus, bagian Diagnosis Banding, halaman lampiran -339-, untuk tetani hipokalsemia sebagai penyerupa tetanus. manuver.tireg7.net
- 4.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Hipertensi Dewasa. Lampiran KMK HK.01.07/MENKES/4634/2021, tabel penyebab hipertensi sekunder, baris Hiperparatiroidisme dan baris penyakit tiroid. kemkes.go.id
- 5.Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI). Panduan Praktik Klinis Neurologi, 2016. Daftar diagnosis banding korea dan daftar diagnosis banding nyeri punggung bawah. snars.web.id
- 6.Mathew G, Kaur J, Varacallo MA. Hypoparathyroidism. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, hanya ditautkan. ncbi.nlm.nih.gov