HiperurisemiaHyperuricaemia

SKDI 2012 memberi butir 31 Hiperurisemia tingkat 4A pada tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi kelompok Gizi dan Metabolisme, dan tidak menyediakan butir tersendiri untuk artritis gout [3]. Yang paling dekat dengan artritis gout pada daftar yang sama adalah butir 1 Artritis, osteoarthritis pada tabel Sistem Muskuloskeletal, yang bertingkat 3A. PPK FKTP menggabungkan keduanya ke dalam satu entri berjudul Hiperurisemia-Gout Arthritis dengan satu Tingkat Kemampuan 4A [1]. Halaman ini mengikuti penggabungan itu karena keduanya memang satu penyakit yang dilihat pada dua titik perjalanannya, sekaligus menandai bahwa kewenangan 4A berasal dari butir metabolik, bukan dari butir sendi. Yang membatasi praktik bukan tingkat kemampuannya melainkan kriteria rujukan entri PPK sendiri, yang memulangkan pasien dengan komplikasi, dengan komorbiditas, dan dengan nyeri yang tidak teratasi.SKDI 2012 places item 31 Hiperurisemia at level 4A in the endocrine, metabolic and nutrition table under nutrition and metabolism, and provides no separate item for gouty arthritis [3]. The nearest thing to gouty arthritis on the same list is item 1 Artritis, osteoarthritis in the musculoskeletal table, graded 3A. PPK FKTP merges the two into one entry titled Hiperurisemia-Gout Arthritis under a single competency of 4A [1]. This page follows that merge, because the two are one disease seen at two points along its course, while marking that the 4A authority comes from the metabolic item rather than from the joint item. What limits practice is not the competency level but the PPK entry's own referral criteria, which send out the patient with complications, with comorbidity, and with pain that is not settling.

Hiperurisemia adalah kadar asam urat darah di atas 7,0 mg/dL pada pria dan di atas 6 mg/dL pada wanita, yang timbul dari produksi asam urat yang meningkat, pembuangannya yang menurun, atau gabungan keduanya 1. Gout adalah radang sendi akibat deposisi kristal monosodium urat pada jaringan sekitar sendi 1.

Hubungan keduanya nyata tetapi tidak simetris, dan di situlah letak kesalahan yang paling sering terjadi. Hiperurisemia kronik memang mendahului gout, tetapi kadar asam urat serum tidak dapat memastikan maupun menyingkirkan gout: banyak orang hiperurisemia tanpa pernah menderita gout, dan serangan akut justru dapat terjadi ketika kadarnya sedang normal 2. Kebiasaan mengaitkan setiap nyeri sendi dengan asam urat itulah yang melahirkan overdiagnosis dan overtreatment di lapangan 2.

Kompetensi SKDI 4A 3. Dua pekerjaan yang berbeda ada di dalam satu penyakit: menghentikan serangan akut secepatnya, dan menurunkan kadar asam urat untuk jangka panjang. Yang kedua sering terlewat, dan akibatnya adalah kekambuhan serta komplikasi berupa tofus, batu ginjal, dan artropati destruktif 12.

Faktor risiko 1:

  • Usia dan jenis kelamin.
  • Obesitas.
  • Alkohol.
  • Hipertensi.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Penyakit metabolik.
  • Pola diet.
  • Obat: aspirin dosis rendah, diuretik, dan obat tuberkulosis.

Hyperuricaemia is a blood uric acid above 7.0 mg/dL in men and above 6 mg/dL in women, arising from increased uric acid production, reduced excretion, or both together 1. Gout is joint inflammation caused by monosodium urate crystals depositing in the tissue around the joint 1.

The relation between the two is real but not symmetrical, and that is where the commonest error sits. Chronic hyperuricaemia does precede gout, yet the serum uric acid level can neither confirm nor exclude gout: many people are hyperuricaemic and never develop gout, and an acute attack can happen while the level is normal 2. The habit of tying every joint pain to uric acid is what produces overdiagnosis and overtreatment in practice 2.

SKDI competency is 4A 3. Two different jobs live inside one disease: stopping the acute attack as fast as possible, and lowering the uric acid level for the long term. The second is often missed, and the result is recurrence plus complications in the form of tophi, kidney stones and destructive arthropathy 12.

Risk factors 1:

  • Age and sex.
  • Obesity.
  • Alcohol.
  • Hypertension.
  • Impaired kidney function.
  • Metabolic disease.
  • Dietary pattern.
  • Drugs: low dose aspirin, diuretics and tuberculosis drugs.

MengenaliRecognising it

Keluhan 1:

  • Bengkak pada sendi.
  • Nyeri sendi yang mendadak, biasanya timbul pada malam hari.
  • Bengkak yang disertai rasa panas dan kemerahan.
  • Demam, menggigil, dan nyeri badan.
  • Pada serangan pertama, 90 persen kejadian hanya mengenai 1 sendi, dan keluhannya dapat hilang dalam 3 sampai 10 hari walaupun tanpa pengobatan.
    • Kesembuhan spontan itu bukan bukti pengobatannya berhasil. Ia adalah perjalanan alamiah serangan akut, dan pasien yang tidak diberi terapi jangka panjang akan kembali dengan serangan berikutnya.

Complaints 1:

  • Joint swelling.
  • Sudden joint pain, usually starting at night.
  • Swelling with heat and redness.
  • Fever, chills and body ache.
  • At the first attack, 90 percent of episodes involve only 1 joint, and the complaint can disappear within 3 to 10 days even without treatment.
    • That spontaneous recovery is not evidence the treatment worked. It is the natural course of an acute attack, and a patient given no long term therapy comes back with the next one.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf L Metabolik Endokrin Dan Nutrisi, angka 6 Hiperurisemia-Gout Arthritis, halaman lampiran -671- sampai -674-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout. Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2018. Jakarta: IRA; 2018. ISBN 978-979-3730-31-8. reumatologi.or.id
  3. 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi, butir 31 Hiperurisemia 4A, halaman 50. pd.fk.ub.ac.id
  4. 4.Menon SG, Rednam M, Gujarathi R, Maher L. Gout. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.