Hematom IntraserebralIntracerebral Haematoma

SKDI 2012 menempatkan Hematom intraserebral pada tabel SISTEM SARAF, subkelompok Penyakit Neurovaskular, butir nomor 31, dengan Tingkat Kemampuan 3B dan tanpa kata pembatas. Tingkat 3B berarti dokter membuat diagnosis klinis, memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan kecacatan, menentukan rujukan yang paling tepat, dan menindaklanjuti sesudah pasien kembali dari rujukan. Letak butirnya menentukan arti namanya. Seluruh subkelompok Penyakit Neurovaskular bernilai 3B: butir 29 TIA, butir 30 Infark serebral, butir 31 Hematom intraserebral, butir 32 Perdarahan subarakhnoid, dan butir 33 Ensefalopati hipertensi. Karena butir ini berada di sana dan bukan di subkelompok Trauma, yang dimaksud adalah perdarahan yang terjadi sendiri di dalam jaringan otak, yaitu stroke perdarahan, bukan hematom akibat cedera kepala. SKDI menempatkan hematom akibat trauma pada subkelompok Trauma dengan tingkat yang berbeda, yaitu butir 57 Hematom epidural dan butir 58 Hematom subdural, keduanya tingkat 2. Untuk penyakit ini, angka 3B punya arti yang khas. Membedakannya dari infark serebral menuntut CT scan, dan tata laksananya menuntut pemantauan tekanan darah dengan obat intravena yang dapat dititrasi, koreksi koagulopati, dan pada sebagian kasus bedah saraf. Tidak satu pun tersedia di layanan primer. Yang dapat dan harus dikerjakan dokter layanan primer adalah mengenali gejala stroke, menstabilkan, dan mengirim pasien secepat mungkin ke tempat yang memiliki CT scan. PPK FKTP tidak memuat entri hematom intraserebral tersendiri. Entri Stroke pada Huruf H Neurologi mencakup stroke hemoragik dalam uraiannya, tetapi kode ICD-10 pada header entri itu berada pada tingkat infark serebral. Panduan nasional yang membahas perdarahan intraserebral tersendiri adalah PNPK Tata Laksana Stroke 2026, dan PPK Neurologi PERDOSSI memuat bab Stroke Hemoragik.SKDI 2012 places Hematom intraserebral in the SISTEM SARAF table, Penyakit Neurovaskular subgroup, item 31, at competency 3B with no qualifying words. Level 3B means the doctor makes the clinical diagnosis, gives emergency initial treatment to save life or prevent deterioration and disability, decides the most appropriate referral, and follows the patient up afterwards. Where the item sits fixes what its name means. The whole Penyakit Neurovaskular subgroup is graded 3B: item 29 TIA, item 30 Infark serebral, item 31 Hematom intraserebral, item 32 Perdarahan subarakhnoid, and item 33 Ensefalopati hipertensi. Because this item sits there and not in the Trauma subgroup, what is meant is bleeding that happens on its own inside brain tissue, meaning haemorrhagic stroke, not a haematoma caused by a head injury. SKDI puts traumatic haematoma in the Trauma subgroup at a different grade, as item 57 Hematom epidural and item 58 Hematom subdural, both level 2. For this disease the 3B has a particular meaning. Separating it from cerebral infarction requires a CT scan, and its management requires blood pressure control with titratable intravenous drugs, correction of coagulopathy, and in some cases neurosurgery. None of that exists in primary care. What the primary care doctor can and must do is recognise the stroke symptoms, stabilise, and send the patient as fast as possible to a place that has a CT scanner. PPK FKTP has no separate intracerebral haematoma entry. The Stroke entry in section H Neurologi does describe haemorrhagic stroke, but the ICD-10 code on that entry's header sits at the cerebral infarction level. The national document that treats intracerebral haemorrhage separately is the 2026 national stroke guideline, and the PERDOSSI neurology guideline carries a Stroke Hemoragik chapter.

Hematom intraserebral adalah kumpulan darah di dalam jaringan otak akibat pecahnya pembuluh darah di sana. Panduan nasional menyebutnya stroke perdarahan atau perdarahan intraserebral spontan, dan menempatkannya sebagai satu dari tiga jenis stroke di samping stroke iskemik serta perdarahan subaraknoid 1. Darah yang terkumpul merusak jaringan otak di sekitarnya 1.

Yang perlu dipisahkan sejak awal: butir SKDI untuk penyakit ini berada di subkelompok Penyakit Neurovaskular, bukan di subkelompok Trauma, sehingga yang dimaksud adalah perdarahan yang terjadi sendiri dan bukan hematom akibat cedera kepala 3.

Petunjuk klinis yang mengarahkan ke stroke perdarahan menurut entri Stroke PPK FKTP 2:

  • Sakit kepala hebat.
  • Muntah.
  • Penurunan kesadaran.
  • Tekanan darah tinggi.
    • Stroke iskemik menurut entri yang sama biasanya tidak disertai keempatnya.
    • Petunjuk ini tidak menggantikan CT scan. Yang memisahkan jenis stroke adalah pencitraan, dan pencitraan itu ada di rumah sakit 1 2.

Karena pemisahannya hanya dapat dilakukan dengan pencitraan, seluruh langkah di layanan primer sama untuk kedua jenis stroke: kenali, stabilkan, kirim. Pasien stroke akut dengan awitan kurang dari 24 jam segera dipersiapkan untuk rujukan, dan pada fase hiperakut persiapan serta keberangkatan diharapkan selesai dalam 30 menit atau kurang sejak keputusan rujukan ditetapkan 1.

Satu kalimat pada panduan itu yang mengikat seluruh halaman ini: seluruh tata laksana awal di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama tidak boleh menghambat proses rujukan 1.

Kompetensi dokter layanan primer 3B 3. Entri ini karena itu berhenti pada pengenalan, stabilisasi, dan rujukan, lalu berlanjut pada tindak lanjut sesudah pasien kembali; pencitraan, pengendalian tekanan darah dengan obat intravena, koreksi koagulopati, dan bedah saraf berada di rumah sakit rujukan.

An intracerebral haematoma is a collection of blood inside brain tissue caused by a vessel bursting there. The national guidance calls it haemorrhagic stroke or spontaneous intracerebral haemorrhage and places it as one of the three stroke types alongside ischaemic stroke and subarachnoid haemorrhage 1. The blood that collects damages the surrounding brain tissue 1.

One thing to settle at the outset: the SKDI item for this disease sits in the Penyakit Neurovaskular subgroup, not in the Trauma subgroup, so what is meant is bleeding that happens on its own and not a haematoma caused by a head injury 3.

The clinical pointers towards haemorrhagic stroke in the PPK FKTP stroke entry 2:

  • Severe headache.
  • Vomiting.
  • Reduced consciousness.
  • High blood pressure.
    • Ischaemic stroke in the same entry usually comes without all four.
    • These pointers do not replace a CT scan. What separates the stroke types is imaging, and the imaging is at the hospital 1 2.

Because that separation can only be made by imaging, every step in primary care is the same for both stroke types: recognise, stabilise, send. An acute stroke patient with onset under 24 hours is prepared for referral immediately, and in the hyperacute phase preparation and departure are expected to be complete within 30 minutes or less of the referral decision 1.

One sentence in that guidance governs this whole page: no initial management at a first level facility may hold up the referral 1.

Primary care competency is 3B 3. This entry therefore stops at recognition, stabilisation, and referral, then continues into follow-up once the patient is back; imaging, blood pressure control with intravenous drugs, correction of coagulopathy, and neurosurgery sit at the referral hospital.

MengenaliRecognising it

Anamnesis. Gejala stroke muncul mendadak, dapat terjadi saat istirahat maupun saat beraktivitas, dan bergantung pada letak pembuluh darah yang terkena 1:

  • Kelemahan atau kelumpuhan satu sisi wajah, lengan, dan tungkai.
  • Gangguan sensorik pada satu sisi wajah, lengan, dan tungkai.
  • Gangguan bicara berupa disartria, dan gangguan berbahasa berupa afasia.
  • Gangguan menelan.
  • Gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran.
  • Jalan sempoyongan, rasa berputar, melihat ganda, dan penyempitan lapang penglihatan 2.
  • Nyeri kepala hebat, mual, muntah, kejang, dan penurunan kesadaran 1 2.

History. Stroke symptoms appear suddenly, at rest or during activity, and depend on which vessel is affected 1:

  • Weakness or paralysis of one side of the face, arm, and leg.
  • Sensory disturbance on one side of the face, arm, and leg.
  • Slurred speech and language disturbance.
  • Difficulty swallowing.
  • Visual and hearing disturbance.
  • Unsteady gait, spinning sensation, double vision, and visual field loss 2.
  • Severe headache, nausea, vomiting, seizures, and reduced consciousness 1 2.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Stroke, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/304/2026. Keputusan ini mencabut KMK HK.01.07/MENKES/394/2019. Bagian yang dipakai: Definisi dan Klasifikasi, Diagnosis, Tata Laksana FPKTP termasuk kriteria rujuk balik dan pencegahan sekunder, serta Tata Laksana Stroke Perdarahan atau Perdarahan Intraserebral. keslan.kemkes.go.id
  2. 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022, Huruf H Neurologi angka 9 Stroke. Dipakai untuk petunjuk klinis pembeda stroke perdarahan, langkah prahospital, komplikasi, kriteria rujukan, dan prognosis, serta untuk menunjukkan bahwa tidak ada entri hematom intraserebral tersendiri. diskes.badungkab.go.id
  3. 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf, subkelompok Penyakit Neurovaskular butir 31 Hematom intraserebral Tingkat Kemampuan 3B, serta subkelompok Trauma butir 57 dan 58 yang keduanya Tingkat Kemampuan 2. pd.fk.ub.ac.id
  4. 4.Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Panduan Praktik Klinis Neurologi. 2016. Bab Stroke Hemoragik, halaman 154 sampai 156, termasuk bagian Kewenangan berdasar Tingkat Pelayanan Kesehatan. snars.web.id
  5. 5.Benjamin R, Karsonovich T. Intracerebral Hemorrhagic Stroke. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.