GonoreGonorrhoea
SKDI 2012 memberi gonore tingkat kemampuan 4A tanpa kata pembatas, dan memberinya dua kali. Tabel Sistem Ginjal dan Saluran Kemih memuatnya sebagai butir 4 dengan nama Gonore; tabel Sistem Reproduksi memuat butir 3 dengan nama sindrom duh genital gonore dan nongonore, juga 4A [2]. Nama halaman ini memakai bentuk penyakit karena bentuk itulah yang dipakai judul entri PPK yang menjadi jangkarnya; bentuk sindrom tetap tersedia sebagai alias pencarian. Angka 4A yang sama ada pada kepala entri PPK FKTP [1]. Batas halaman ini datang dari isi entri PPK, bukan dari tingkat kemampuannya [1]: - Dua bidang entri dikosongkan dengan tanda hubung, yaitu Rencana Tindak Lanjut dan Konseling dan Edukasi. Pada penyakit menular seksual, dua bidang itulah yang menentukan apakah pasangan ikut diobati dan apakah pasien kembali. - Antibiotik yang dicantumkan hanya menyasar gonokokus. Panduan nasional infeksi menular seksual mengobati gonore dan klamidiosis serentak, karena keduanya berjalan bersama dan tidak dapat dipisahkan secara klinis [3]. - Tiamfenikol dan ofloksasin yang dicantumkan sudah tidak dipakai panduan nasional infeksi menular seksual, yang menyatakan siprofloksasin dan ofloksasin sudah menunjukkan resistensi tinggi di beberapa kota [3]. - Kewajiban program, yaitu notifikasi pasangan dan pencatatan kasus gonore, diatur di luar entri ini dan tidak disebut di dalamnya [5].SKDI 2012 gives gonorrhoea competency level 4A with no qualifying words, and gives it twice. The Sistem Ginjal dan Saluran Kemih table carries it as item 4 under the name Gonore; the Sistem Reproduksi table carries item 3 under the name of the genital discharge syndrome, gonococcal and non gonococcal, also 4A [2]. This page uses the disease form of the name because that is the form used by the PPK entry it is anchored to; the syndrome form remains available as a search alias. The same 4A appears in the header of the PPK entry [1]. What limits this page is the content of the PPK entry rather than that grade [1]: - Two fields of the entry are left empty with a dash: follow up plan, and counselling and education. In a sexually transmitted infection those two fields are what decide whether the partner is treated and whether the patient comes back. - The antibiotics carried target the gonococcus alone. The national guideline for sexually transmitted infections treats gonorrhoea and chlamydia together, because the two travel together and cannot be separated clinically [3]. - The thiamphenicol and ofloxacin it carries have left the national guideline for sexually transmitted infections, which states that ciprofloxacin and ofloxacin already show high resistance in several cities [3]. - The programme obligations, partner notification and case recording for gonorrhoea, are set outside this entry and are not mentioned inside it [5].
Gonore adalah penyakit yang disebabkan Neisseria gonorrhoeae, dan di layanan primer ia datang sebagai dua wajah yang sangat berbeda 1.
Pada laki-laki wajahnya jelas dan cepat: nanah keluar dari uretra dua sampai tujuh hari sesudah kontak seksual, dan rasa nyeri membawa pasien datang sendiri 1. Pada perempuan wajahnya nyaris kosong. Gejala subjektif jarang, kelainan objektif hampir tidak pernah ditemukan, dan perempuan umumnya baru datang setelah komplikasi terjadi atau saat pemeriksaan kehamilan dan pelayanan keluarga berencana 1. Kesenjangan itulah yang membentuk seluruh penyakit ini: infeksi yang tidak bergejala tetap menular dan tetap naik ke atas.
Yang perlu dipegang di layanan primer:
- Penularannya lewat hubungan genital, orogenital, dan anogenital 1.
- Gonore diseminata terjadi pada sekitar 1% kasus dan dapat berupa endokarditis atau meningitis 1.
- Bayi dari ibu yang tidak diobati dapat mengalami konjungtivitis neonatorum, dan konjungtivitis itu dapat berakhir dengan kebutaan 5.
- Faktor risikonya adalah berganti pasangan seksual, hubungan seksual tanpa kondom dengan penderita, pekerja seks, dan bayi dari ibu yang menderita gonore 1.
- Gonore adalah infeksi yang dicatat dan dilaporkan sebagai diagnosis laboratorium dalam program nasional, dan pasangan pasien ikut dinotifikasi 5.
Tingkat kemampuan dokter layanan primer 4A 2. Prognosisnya umumnya tidak mengancam jiwa, tetapi dapat meninggalkan gangguan fungsi bila komplikasi terjadi, dan berulang bila faktor risikonya tidak dihindari 1.
Gonorrhoea is disease caused by Neisseria gonorrhoeae, and in primary care it arrives wearing two very different faces 1.
In men the face is obvious and quick: pus from the urethra two to seven days after sexual contact, and pain that brings the patient in by himself 1. In women the face is close to blank. Subjective symptoms are uncommon, objective findings almost never appear, and women usually present only after a complication or at an antenatal or family planning visit 1. That gap shapes the whole disease: an infection that causes nothing still transmits and still climbs.
What to hold on to in primary care:
- Transmission is genital, orogenital and anogenital 1.
- Disseminated gonorrhoea occurs in around 1% of cases and can present as endocarditis or meningitis 1.
- An infant born to an untreated mother can develop neonatal conjunctivitis, and that conjunctivitis can end in blindness 5.
- The risk factors are changing sexual partners, unprotected intercourse with an infected person, sex work, and being the infant of an infected mother 1.
- Gonorrhoea is recorded and reported as a laboratory diagnosis within the national programme, and the patient's partner is notified 5.
Primary care competency is 4A 2. The prognosis is generally not life threatening, but it can leave functional damage once complications occur, and it recurs where the risk factors are not avoided 1.
MengenaliRecognising it
Diagnosis ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang 1.
Anamnesis pada laki-laki:
- Keluhan tersering adalah kencing bernanah 1.
- Urutan gejalanya khas: rasa panas dan gatal di uretra bagian distal lebih dulu, lalu disuria, polakisuria, dan nanah dari muara uretra yang kadang bercampur darah 1.
- Nyeri saat ereksi 1.
- Gejala muncul 2 sampai 7 hari sesudah kontak seksual, dan tenggat inilah yang menghubungkan keluhan dengan paparan 1.
- Bila sudah menjadi prostatitis: rasa tidak enak di perineum dan suprapubis, malaise, demam, nyeri kencing sampai hematuria, retensi urin, dan obstipasi 1.
The diagnosis is made from the history, the physical examination and investigation 1.
History in men:
- The commonest complaint is purulent discharge on passing urine 1.
- The sequence is characteristic: burning and itching in the distal urethra first, then dysuria, frequency, and pus from the meatus that is sometimes mixed with blood 1.
- Pain on erection 1.
- Symptoms appear 2 to 7 days after sexual contact, and that interval is what links the complaint to the exposure 1.
- Once prostatitis has developed: discomfort in the perineum and suprapubic area, malaise, fever, painful micturition up to haematuria, urinary retention and constipation 1.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf O Penyakit Kelamin, angka 3 Gonore, halaman lampiran -795- sampai -798-. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Ginjal dan Saluran Kemih butir 4 Gonore dan tabel Sistem Reproduksi subkelompok Infeksi butir 3, keduanya Tingkat Kemampuan 4A. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual. Jakarta: Kemenkes RI. Katalog dalam terbitan menyebut 2015 dan kaki halaman menyebut 2016. Tabel 2 halaman 23, Tabel 7 halaman 37, Tabel 8 halaman 39, Tabel 10 halaman 44, Tabel 12 dan 13 halaman 48. repository.kemkes.go.id
- 4.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Infeksi Saluran Kemih, Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/762/2025. Subbab Uretritis, halaman lampiran -62- sampai -63-. kemkes.go.id
- 5.Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus, Acquired Immunodeficiency Syndrome, dan Infeksi Menular Seksual. peraturan.bpk.go.id
- 6.Gonorrhea. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov