Glaukoma akutAcute glaucoma
SKDI 2012 memberi butir 63 Glaukoma akut tingkat 3B pada tabel SISTEM INDRA bagian MATA, subkelompok Glaukoma, tanpa kata pembatas. Tetangganya di subkelompok yang sama, butir 64 Glaukoma lainnya, hanya 3A, sehingga bentuk akut sengaja dipisahkan dan dinaikkan satu tingkat oleh SKDI sendiri. Header entri PPK FKTP memuat angka 3B yang sama, jadi kedua dokumen sepakat. Arti 3B di sini praktis: diagnosis ditegakkan di layanan primer, tekanan bola mata diturunkan sebagai tindakan darurat, lalu pasien dirujuk. Tidak ada bagian mana pun dari entri ini yang memberi kewenangan menuntaskan penyakitnya di layanan primer.SKDI 2012 places item 63 Glaukoma akut at level 3B in the SISTEM INDRA table under MATA, subgroup Glaukoma, with no qualifying wording. Its neighbour in the same subgroup, item 64 Glaukoma lainnya, is only 3A, so SKDI itself separates the acute form and lifts it one level. The PPK FKTP entry header carries the same 3B, so the two documents agree. What 3B means here in practice: the diagnosis is made in primary care, the intraocular pressure is brought down as an emergency measure, and the patient is then referred. Nothing in this entry gives authority to finish the disease in primary care.
Glaukoma akut adalah kenaikan tekanan intraokular yang datang mendadak 1. Bentuknya dapat primer, yaitu muncul sendiri pada orang yang berbakat, atau sekunder sebagai penyulit penyakit mata lain maupun penyakit sistemik 1. Kebanyakan penderitanya sudah berusia lanjut, terutama yang memiliki risiko 1.
Yang menentukan pada penyakit ini adalah waktu. Tekanan yang melonjak dan tidak segera diturunkan merampas penglihatan sampai buta, dan kebutaan itu menetap 1.
Kompetensi dokter layanan primer 3B 2. Diagnosis ditegakkan di layanan primer, tekanan bola mata diturunkan sesegera mungkin, lalu pasien dikirim ke dokter spesialis mata di rumah sakit 1. Tindakan yang menyelesaikan penyakitnya bukan pekerjaan layanan primer.
Faktor risiko yang disebut hanya satu 1:
- Bilik mata depan yang dangkal.
- Tidak ada faktor risiko lain: usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, obat pencetus, dan riwayat serangan sebelumnya tidak disebut.
Acute glaucoma is a sudden rise in intraocular pressure 1. It may be primary, arising on its own in a person predisposed to it, or secondary as a complication of another eye disease or of systemic disease 1. Most patients are already elderly, particularly those carrying risk 1.
Time is what decides this disease. A pressure spike that is not brought down at once takes the sight away as far as blindness, and that blindness is permanent 1.
Primary care competence is 3B 2. The diagnosis is made in primary care, the pressure inside the eye is lowered as fast as possible, and the patient is then sent to an eye specialist in hospital 1. The procedure that settles the disease is not primary care work.
Only one risk factor is given 1:
- A shallow anterior chamber.
- There is no other: age, sex, family history, precipitating drugs and a history of previous attacks are all absent.
MengenaliRecognising it
Diagnosis ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan oftalmologis 1. Tidak ada skor, tidak ada derajat berat, dan tidak ada ambang tekanan yang membedakan serangan dari bukan serangan.
Keluhan 1:
- Mata merah.
- Tajam penglihatan turun mendadak.
- Nyeri mata, yang dapat terasa menjalar sampai ke kepala.
- Mual dan muntah, muncul bila tekanan bola matanya sangat tinggi.
- Dua keluhan terakhir adalah jebakan yang paling sering: nyeri kepala dengan mual dan muntah mudah dibaca sebagai keluhan saraf atau keluhan perut, dan matanya tidak diperiksa.
The diagnosis rests on the history and the ophthalmological examination 1. There is no score, no severity grading, and no pressure threshold separating an attack from anything else.
Complaints 1:
- A red eye.
- Sudden loss of visual acuity.
- Eye pain, which may be felt travelling up into the head.
- Nausea and vomiting, appearing when the pressure in the eye is very high.
- Those last two are the commonest trap: headache with nausea and vomiting reads easily as a neurological or abdominal complaint, and the eye is never examined.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf D Mata, angka 13 Glaukoma Akut, halaman lampiran -229- sampai -232-. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Indra bagian Mata, subkelompok Glaukoma, butir 63, halaman 38. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, angka 8 Pengukuran Tekanan Intraokular Dengan Tonometer Schiotz, halaman lampiran -945- sampai -946-. manuver.tireg7.net
- 4.Acute Angle-Closure Glaucoma. StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov