Gangguan cemas menyeluruhGeneralised anxiety disorder

SKDI 2012 menilai gangguan cemas menyeluruh pada tabel PSIKIATRI, kelompok Gangguan Cemas Lainnya, butir nomor 20, dengan Tingkat Kemampuan 3A dan tanpa kata pembatas [2]. Tingkat 3A berarti dokter menegakkan diagnosis, memberi terapi pendahuluan, lalu merujuk. Butir di sekitarnya membantu membaca batasnya. Pada kelompok yang sama, gangguan panik butir 19 dan gangguan campuran cemas depresi butir 21 juga dinilai 3A, sedangkan gangguan obsesif-kompulsif butir 22 dinilai 2 [2]. Pada kelompok Gangguan Cemas Fobia sebelumnya, agorafobia, fobia sosial, dan fobia spesifik seluruhnya dinilai 2 [2]. Jadi tiga bentuk cemas yang paling sering datang ke layanan primer memang boleh dimulai pengobatannya oleh dokter umum, dan bentuk fobik tidak. PPK FKTP tidak memuat entri gangguan cemas menyeluruh. Sesudah KMK 1936/2022, Huruf I Psikiatri berisi tujuh angka: gangguan somatoform, demensia, gangguan tidur non organik, gangguan campuran anxietas dan depresi, gangguan psikotik, gangguan depresi ringan-sedang, dan gangguan skizofrenia tanpa penyulit [3]. Penyakit ini muncul di sana hanya sebagai diagnosis banding pada entri gangguan campuran, yaitu ketika gejala cemasnya lebih berat daripada gejala depresinya, dan sebagai komorbiditas pada entri gangguan tidur non organik [3]. Sumber jangkar entri ini karena itu Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, KMK HK.02.02/MENKES/73/2015, Huruf J [1].SKDI 2012 grades generalised anxiety disorder in the PSYCHIATRY table, other anxiety disorders group, item number 20, at competency level 3A with no qualifier [2]. Level 3A means the doctor makes the diagnosis, gives initial treatment, and refers. The neighbouring items help read the boundary. In the same group, panic disorder at item 19 and mixed anxiety and depressive disorder at item 21 are also 3A, while obsessive compulsive disorder at item 22 is graded 2 [2]. In the phobic anxiety group before it, agoraphobia, social phobia and specific phobia are all graded 2 [2]. So the three anxiety pictures that most often reach primary care may indeed have treatment started by a general practitioner, and the phobic forms may not. The PPK FKTP carries no generalised anxiety disorder entry. After KMK 1936/2022, Letter I Psychiatry holds seven items: somatoform disorder, dementia, non organic sleep disorder, mixed anxiety and depressive disorder, psychotic disorder, mild to moderate depressive disorder, and uncomplicated schizophrenia [3]. This disease appears there only as a differential diagnosis on the mixed disorder entry, that is when the anxiety symptoms outweigh the depressive ones, and as a comorbidity on the non organic sleep disorder entry [3]. The anchor source for this entry is therefore the Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, KMK HK.02.02/MENKES/73/2015, Letter J [1].

Gangguan cemas menyeluruh adalah kecemasan kronik yang mengambang: tidak terikat pada satu situasi tertentu, tidak datang sebagai serangan, dan tidak berhenti di antara keduanya 1. Intinya kekhawatiran yang berlebihan, sulit dikendalikan, dan menetap, dengan gejala tubuh dan gejala kejiwaan berjalan bersama 1.

Gambaran yang dominan berbeda antar pasien 1:

  • Kecemasan yang menetap hampir setiap hari.
  • Gemetar dan ketegangan otot.
  • Berkeringat, pusing, dan kepala terasa ringan.
  • Jantung berdebar.
  • Keluhan lambung.
  • Ketakutan bahwa dirinya atau keluarganya akan jatuh sakit atau mengalami kecelakaan.

Karena keluhan yang dibawa pasien adalah keluhan badan, penyakit ini lebih sering sampai ke poli umum daripada ke poli jiwa, dan sering sudah melewati beberapa pemeriksaan yang hasilnya normal.

Dua penyakit tetangga membedakan diri dari bentuk waktunya, dan SPARK memuat entri tersendiri untuk keduanya. Gangguan panik datang sebagai serangan berulang dengan periode relatif bebas gejala di antaranya; gangguan cemas menyeluruh tidak punya periode bebas itu. Pada gangguan campuran cemas dan depresi, gejala cemas dan gejala depresi sama-sama ada tetapi tidak satu pun cukup berat untuk berdiri sendiri sebagai diagnosis 3.

Faktor risiko yang dipakai layanan primer Indonesia untuk keluhan cemas dan depresi dibagi tiga 3:

  • Biologis: riwayat keluarga, penyakit kronik, nyeri menahun, penggunaan obat multipel, dan cedera otak.
  • Psikologis: ketidakmampuan mengelola konflik dan pola pikir yang maladaptif.
  • Sosial: keterbatasan ekonomi, kekerasan, pola hidup yang tidak sehat, dan dukungan sosial yang minim.

SKDI 2012 menilai penyakit ini 3A, yaitu mendiagnosis, memberi terapi pendahuluan, lalu merujuk 2. PPK FKTP tidak memuat entri untuk penyakit ini 3.

Prognosisnya termasuk yang paling menenangkan di antara gangguan jiwa yang ditemui layanan primer 1:

  • Umumnya baik bila penatalaksanaannya sesuai.
  • Sekitar 50 persen pasien membaik dalam tiga minggu pertama pengobatan.
  • Sekitar 77 persen membaik dalam sembilan bulan pengobatan.

Generalised anxiety disorder is chronic free floating anxiety: not tied to any one situation, not arriving as attacks, and not stopping in between them 1. At its centre is worry that is excessive, hard to control and persistent, with bodily and psychological symptoms running together 1.

Which features dominate differs between patients 1:

  • Anxiety present on most days.
  • Trembling and muscle tension.
  • Sweating, dizziness and light headedness.
  • Palpitations.
  • Epigastric complaints.
  • Fear that the patient or their family will fall ill or have an accident.

Because what the patient brings is a bodily complaint, this disease reaches the general clinic more often than the mental health clinic, and usually after several normal test results.

Two neighbouring disorders are separated by the shape of their timing, and SPARK carries a separate entry for each. Panic disorder arrives as recurrent attacks with relatively symptom free periods between them; generalised anxiety disorder has no such free period. In mixed anxiety and depressive disorder, anxious and depressive symptoms are both present but neither is severe enough to stand alone as a diagnosis 3.

The risk factors Indonesian primary care uses for anxiety and depressive complaints fall into three groups 3:

  • Biological: family history, chronic illness, long standing pain, use of multiple medications, and brain injury.
  • Psychological: an inability to manage conflict and maladaptive thinking patterns.
  • Social: economic hardship, violence, an unhealthy way of living, and thin social support.

SKDI 2012 grades this disease 3A, that is diagnose, give initial treatment, and refer 2. The PPK FKTP carries no entry for it 3.

The prognosis is among the more reassuring of the psychiatric conditions primary care meets 1:

  • Generally good with appropriate management.
  • About 50 percent of patients improve within the first three weeks of treatment.
  • About 77 percent improve within nine months of treatment.

MengenaliRecognising it

Anamnesis. Kecemasan harus berdiri sebagai gejala primer, berlangsung hampir setiap hari selama beberapa minggu sampai beberapa bulan, dan tidak terbatas pada satu situasi khusus 1. Tiga kelompok gejala biasanya ada bersama-sama 1:

  • Kecemasan sebagai isi pikiran:
    • Khawatir akan nasib buruk.
    • Perasaan seperti berada di ujung tanduk.
    • Sulit berkonsentrasi.
  • Ketegangan motorik:
    • Gelisah dan tidak dapat santai.
    • Sakit kepala.
    • Gemetar.
  • Overaktivitas otonom:
    • Kepala terasa ringan dan pusing.
    • Berkeringat.
    • Jantung berdebar.
    • Sesak napas.
    • Keluhan lambung dan mulut kering.

History. Anxiety must stand as the primary symptom, present on most days for several weeks to several months, and not confined to any particular situation 1. Three symptom groups are usually present together 1:

  • Anxiety as the content of thought:
    • Worry about future misfortune.
    • A feeling of being on edge.
    • Difficulty concentrating.
  • Motor tension:
    • Restlessness and an inability to relax.
    • Headache.
    • Trembling.
  • Autonomic overactivity:
    • Light headedness and dizziness.
    • Sweating.
    • Palpitations.
    • Shortness of breath.
    • Epigastric complaints and a dry mouth.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, KMK HK.02.02/MENKES/73/2015, Huruf J Gangguan Ansietas Menyeluruh, dengan Huruf I untuk daftar pembanding tubuh dan Huruf C untuk sindrom ketergantungan zat. Disusun Pengurus Pusat PDSKJI. Sumber jangkar entri ini karena PPK FKTP tidak memuat entri gangguan cemas menyeluruh. kemkes.go.id
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Psikiatri, nomor 20 dengan nomor 19, 21 dan 22 sebagai pembanding. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022, Huruf I Psikiatri angka 3 Gangguan Tidur Non Organik dan angka 4 Gangguan Campuran Anxietas Dan Depresi. Dipakai untuk faktor risiko, pemeriksaan fisik, komorbiditas, komplikasi, dan pemicu rujukan layanan primer. diskes.badungkab.go.id
  4. 4.World Health Organization. International Classification of Diseases 11th Revision, Mortality and Morbidity Statistics, kategori 6B00. Dipakai hanya untuk kode dan penempatannya dalam klasifikasi. icd.who.int
  5. 5.Munir S, Takov V. Generalized Anxiety Disorder. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.