Gangguan bipolar, episode manikBipolar disorder, manic episode

SKDI 2012 menilai gangguan bipolar episode manik pada tabel PSIKIATRI, butir nomor 9, dengan Tingkat Kemampuan 3A dan tanpa kata pembatas [2]. Tingkat 3A berarti dokter menegakkan diagnosis, memberi terapi pendahuluan, lalu merujuk. Letak butirnya menerangkan angkanya. Butir 9 dan butir 10, yaitu episode manik dan episode depresif, sama-sama 3A, sedangkan butir tetangganya di kelompok yang sama dinilai jauh lebih rendah: siklotimia butir 11 dinilai 2, depresi endogen butir 12 dinilai 2, distimia butir 13 dinilai 2, dan gangguan depresif yang tidak terklasifikasikan butir 14 dinilai 2 [2]. Jadi yang dinaikkan SKDI di kelompok gangguan suasana perasaan justru bukan depresinya melainkan kedua episode bipolar, yang perlu dikenali dan ditangani awal sebelum dirujuk. PPK FKTP tidak memuat entri gangguan bipolar sama sekali. Huruf I Psikiatri pada lampiran KMK 1186/2022 memuat lima angka, yaitu gangguan somatoform, demensia, insomnia, gangguan campuran anxietas dan depresi, dan gangguan psikotik. KMK 1936/2022 mengganti empat di antaranya dan menambahkan dua angka baru, yaitu gangguan depresi ringan-sedang dan gangguan skizofrenia tanpa penyulit. Tidak satu pun tentang bipolar. Yang ada pada PPK adalah nama penyakit ini sebagai pintu keluar: entri gangguan depresi ringan-sedang meminta riwayat bipolar ditanyakan, dan mencantumkan pasien dengan gejala psikotik atau bipolar sebagai kriteria rujukan [3]. Karena itu sumber jangkar entri ini adalah Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, KMK HK.02.02/MENKES/73/2015, yang disusun Pengurus Pusat PDSKJI dan memuat Huruf H Gangguan Afektif Bipolar [1]. Pedoman itu ditulis untuk layanan spesialistik, sehingga bagian penatalaksanaan definitifnya tidak dibawa ke halaman ini.SKDI 2012 grades bipolar disorder, manic episode in the PSYCHIATRY table, item number 9, at competency level 3A with no qualifier [2]. Level 3A means the doctor makes the diagnosis, gives initial treatment, and refers. Where the item sits explains the figure. Items 9 and 10, the manic and the depressive episode, both carry 3A, while their neighbours in the same group are graded much lower: cyclothymia at item 11 is 2, endogenous depression at item 12 is 2, dysthymia at item 13 is 2, and unclassified depressive disorder at item 14 is 2 [2]. So what SKDI raises in the mood disorder group is not the depression but the two bipolar episodes, which have to be recognised and started on treatment before referral. The PPK FKTP carries no bipolar entry at all. Letter I Psychiatry in the annex to KMK 1186/2022 has five items, that is somatoform disorder, dementia, insomnia, mixed anxiety and depressive disorder, and psychotic disorder. KMK 1936/2022 replaced four of them and added two new ones, mild to moderate depressive disorder and uncomplicated schizophrenia. None of them is about bipolar disorder. What the PPK does carry is the name of this disease as an exit: the mild to moderate depression entry asks for a bipolar history to be taken, and lists a patient with psychotic or bipolar features as a referral criterion [3]. The anchor source for this entry is therefore the Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, KMK HK.02.02/MENKES/73/2015, written by the central board of PDSKJI, which carries Letter H on bipolar affective disorder [1]. That guideline is written for specialist services, so its definitive treatment section is not carried onto this page.

Gangguan bipolar adalah gangguan jiwa yang berjalan dalam episode, ditandai gejala manik, hipomanik, depresi, dan campuran, biasanya berulang, dan dapat berlangsung seumur hidup 1. Yang naik turun bukan hanya suasana perasaannya melainkan juga energi dan tingkat aktivitasnya, dan justru bagian kedua itulah yang menghasilkan bahaya pada episode manik.

Bentuknya menuntut sekurangnya dua episode, dan salah satunya harus berupa peningkatan afek dengan penambahan energi dan aktivitas 1. Episode manik atau hipomanik yang berulang saja sudah cukup untuk digolongkan bipolar 1.

Waktunya khas dan berguna untuk anamnesis 1:

  • Episode manik biasanya mulai tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai empat atau lima bulan, rata-rata sekitar empat bulan.
  • Episode depresi cenderung lebih panjang, rata-rata sekitar enam bulan, dan jarang melebihi satu tahun kecuali pada lanjut usia.

SKDI 2012 menilai episode manik 3A, yaitu mendiagnosis, memberi terapi pendahuluan, lalu merujuk 2. PPK FKTP tidak memuat entri untuk penyakit ini; entri depresi ringan-sedang yang ada justru mencantumkan pasien dengan gejala bipolar sebagai kriteria rujukan 3. Halaman ini karena itu berpusat pada mengenali episodenya dan menyerahkannya, bukan pada menatalaksananya sampai tuntas.

Perjalanan penyakitnya 1:

  • Sekitar 40 sampai 50 persen pasien gangguan bipolar I kambuh dalam dua tahun sesudah episode pertama.
  • Sekitar 7 persen tidak mengalami kekambuhan sama sekali.
  • Sebanyak 45 persen mengalami lebih dari satu episode dan 40 persen menjadi kronik.
  • Prognosis gangguan bipolar I lebih buruk daripada gangguan depresi mayor.

Bipolar disorder is an episodic mental disorder marked by manic, hypomanic, depressive, and mixed symptoms, usually recurrent, and capable of lasting a lifetime 1. What rises and falls is not only mood but energy and activity, and it is that second part that produces the danger in a manic episode.

The diagnosis needs at least two episodes, one of which must be elevated mood with increased energy and activity 1. Repeated manic or hypomanic episodes alone are enough to classify the disorder as bipolar 1.

The timing is characteristic and useful in the history 1:

  • A manic episode usually begins suddenly and lasts between two weeks and four or five months, on average about four months.
  • A depressive episode tends to run longer, on average about six months, and rarely beyond a year except in older people.

SKDI 2012 grades the manic episode 3A, that is diagnose, give initial treatment, and refer 2. The PPK FKTP carries no entry for this disease; the mild to moderate depression entry it does carry lists a patient with bipolar features as a referral criterion 3. This page therefore centres on recognising the episode and handing it on, not on treating it to completion.

The course 1:

  • About 40 to 50 percent of patients with bipolar I disorder relapse within two years of the first episode.
  • About 7 percent have no recurrence at all.
  • 45 percent have more than one episode and 40 percent become chronic.
  • The prognosis of bipolar I disorder is worse than that of major depressive disorder.

MengenaliRecognising it

Anamnesis. Diagnosis ini hampir selalu ditegakkan dari cerita orang lain, karena pasien pada episode manik jarang merasa dirinya sakit. Yang dicari adalah episode, bukan gejala hari ini saja 1.

Kriteria episode manik menurut DSM-IV-TR yang dipakai pedoman 1:

  • Suasana perasaan yang meninggi, meluas, atau mudah tersinggung, menetap sekurangnya satu minggu. Waktunya boleh kurang dari satu minggu bila pasien sampai dirawat inap.
  • Selama periode itu, sekurangnya tiga gejala berikut ada dengan derajat berat yang bermakna:
    • Rasa besar diri atau kepercayaan diri yang meningkat.
    • Kebutuhan tidur berkurang, misalnya merasa segar dengan tidur tiga jam saja.
    • Bicara lebih banyak dari biasanya atau ada desakan untuk terus bicara.
    • Loncatan gagasan, atau perasaan bahwa pikirannya berlomba.
    • Perhatian mudah teralih ke rangsang luar yang tidak penting.
    • Aktivitas bertujuan meningkat, entah sosial, pekerjaan, sekolah, atau seksual, atau ada agitasi psikomotor.
    • Terlibat berlebihan dalam kegiatan menyenangkan yang berpotensi merugikan, misalnya investasi bisnis yang kurang perhitungan, hubungan seksual yang sembrono, atau pengeluaran yang berlebihan.
  • Gejalanya tidak memenuhi kriteria episode campuran.
  • Gangguan suasana perasaannya cukup berat sehingga fungsi pekerjaan, kegiatan sosial, atau hubungan dengan orang lain jelas terganggu, atau sampai memerlukan perawatan agar pasien tidak melukai diri sendiri atau orang lain, atau disertai gambaran psikotik.
  • Gejalanya bukan akibat langsung zat, obat, atau kondisi medis umum. Hipertiroid disebut sebagai contohnya.

History. This diagnosis is almost always made from someone else's account, because a patient in a manic episode rarely feels ill. What is being looked for is an episode, not only today's symptoms 1.

The DSM-IV-TR criteria for a manic episode that the guideline uses 1:

  • Elevated, expansive, or irritable mood, persisting for at least one week. The period may be shorter than a week where the patient has been admitted.
  • During that period, at least three of the following are present to a significantly severe degree:
    • Grandiosity or inflated self confidence.
    • A reduced need for sleep, for example feeling rested on three hours.
    • Talking more than usual or a pressure to keep talking.
    • Flight of ideas, or the subjective experience of racing thoughts.
    • Distractibility, with attention pulled to unimportant external stimuli.
    • Increased goal directed activity, whether social, occupational, educational, or sexual, or psychomotor agitation.
    • Excessive involvement in pleasurable activities with potential for harm, for example poorly judged business investment, reckless sexual activity, or overspending.
  • The symptoms do not meet the criteria for a mixed episode.
  • The mood disturbance is severe enough to impair work, usual social activity, or relationships, or requires care to prevent the patient harming themselves or others, or is accompanied by psychotic features.
  • The symptoms are not a direct effect of a substance, a medication, or a general medical condition. Hyperthyroidism is given as the example.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, KMK HK.02.02/MENKES/73/2015, Huruf H Gangguan Afektif Bipolar. Disusun Pengurus Pusat PDSKJI. Sumber jangkar entri ini karena PPK FKTP tidak memuat entri bipolar. kemkes.go.id
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Psikiatri, nomor 9. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022, Huruf I Psikiatri angka 6 Gangguan Depresi Ringan-Sedang dan angka 4 Gangguan Campuran Anxietas Dan Depresi. Dipakai untuk pemicu rujukan layanan primer. diskes.badungkab.go.id
  4. 4.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf I Psikiatri angka 5 Gangguan Psikotik. Dipakai untuk tindakan sementara pada gaduh gelisah. manuver.tireg7.net
  5. 5.Jain A, Mitra P. Bipolar Disorder. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.