Gangguan bipolar, episode depresifBipolar disorder, depressive episode

SKDI 2012 menilai gangguan bipolar episode depresif pada tabel PSIKIATRI, butir nomor 10, dengan Tingkat Kemampuan 3A dan tanpa kata pembatas [2]. Tingkat 3A berarti dokter menegakkan diagnosis, memberi terapi pendahuluan, lalu merujuk. Perbandingan dengan butir tetangganya adalah pesan utamanya. Depresi endogen butir 12, distimia butir 13, dan gangguan depresif yang tidak terklasifikasikan butir 14 semuanya dinilai 2, yaitu mendiagnosis lalu merujuk [2]. Episode depresif bipolar justru dinilai lebih tinggi, 3A, bersama episode maniknya. Naiknya satu tingkat itu bukan izin menatalaksana lebih lama, melainkan pengakuan bahwa dokter layanan primer harus mampu membedakan depresi bipolar dari depresi unipolar sebelum pasien dilepas, karena kekeliruan pada titik itulah yang berbahaya. PPK FKTP tidak memuat entri gangguan bipolar, tetapi memuat dua entri yang menyebut penyakit ini sebagai batas kewenangannya sendiri [3]: - Entri Gangguan Campuran Anxietas Dan Depresi, pada daftar diagnosis bandingnya, memindahkan pasien dengan riwayat episode manik ke F31. - Entri Gangguan Depresi Ringan-Sedang meminta riwayat bipolar ditanyakan pada anamnesis, dan mencantumkan pasien dengan gejala psikotik atau bipolar sebagai kriteria rujukan. Jadi begitu riwayat manik ditemukan, pasien keluar dari kedua entri PPK itu. Sumber jangkar entri ini karena itu adalah Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, KMK HK.02.02/MENKES/73/2015, Huruf H Gangguan Afektif Bipolar dan Huruf G Episode Depresi [1]. Pedoman itu ditulis untuk layanan spesialistik, sehingga bagian penatalaksanaan definitifnya tidak dibawa ke halaman ini.SKDI 2012 grades bipolar disorder, depressive episode in the PSYCHIATRY table, item number 10, at competency level 3A with no qualifier [2]. Level 3A means the doctor makes the diagnosis, gives initial treatment, and refers. The comparison with its neighbours is the main message. Endogenous depression at item 12, dysthymia at item 13, and unclassified depressive disorder at item 14 are all graded 2, that is diagnose and refer [2]. The bipolar depressive episode is graded higher, 3A, alongside its manic counterpart. That one step up is not permission to treat for longer; it is a recognition that the primary care doctor has to be able to separate bipolar from unipolar depression before the patient leaves, because that is the point at which a mistake does harm. The PPK FKTP carries no bipolar entry, but it carries two entries that name this disease as the limit of their own competency [3]: - The mixed anxiety and depressive disorder entry, in its differential list, moves a patient with a history of a manic episode to F31. - The mild to moderate depression entry asks for a bipolar history in the history taking, and lists a patient with psychotic or bipolar features as a referral criterion. So once a manic history is found, the patient leaves both PPK entries. The anchor source for this entry is therefore the Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, KMK HK.02.02/MENKES/73/2015, Letter H on bipolar affective disorder and Letter G on the depressive episode [1]. That guideline is written for specialist services, so its definitive treatment section is not carried onto this page.

Episode depresif gangguan bipolar adalah fase yang paling sering sampai ke layanan primer, dan satu-satunya fase yang mudah keliru dibaca sebagai depresi biasa. Pasien pada episode manik jarang datang sendiri; pasien pada episode depresif hampir selalu datang 1.

Gangguan bipolar berjalan dalam episode manik, hipomanik, depresi, dan campuran, biasanya berulang, dan dapat berlangsung seumur hidup 1. Diagnosis F31 menuntut sekurangnya dua episode, dan salah satunya harus berupa peningkatan afek disertai penambahan energi dan aktivitas 1. Artinya, satu episode depresi tidak pernah cukup untuk menegakkan diagnosis ini; yang menegakkannya adalah riwayat, bukan keadaan hari ini.

Episode depresinya cenderung berlangsung lebih lama daripada episode maniknya, rata-rata sekitar enam bulan, dan jarang melebihi satu tahun kecuali pada lanjut usia 1.

Yang membuat pembedaan ini penting bukan tata nama melainkan obatnya. Pedoman tidak menganjurkan antidepresan tunggal sebagai terapi rumatan gangguan bipolar, dan pada gangguan bipolar II menempatkannya hanya di lini ketiga 1. Entri PPK FKTP tentang depresi ringan-sedang sendiri memindahkan pasien dengan gejala bipolar ke jalur rujukan, bukan ke jalur resep 3.

SKDI 2012 menilai butir ini 3A, yaitu mendiagnosis, memberi terapi pendahuluan, lalu merujuk 2.

Perjalanan penyakitnya 1:

  • Sekitar 40 sampai 50 persen pasien gangguan bipolar I kambuh dalam dua tahun sesudah episode pertama.
  • Sebanyak 45 persen mengalami lebih dari satu episode dan 40 persen menjadi kronik.
  • Prognosis gangguan bipolar I lebih buruk daripada gangguan depresi mayor.
  • Gangguan bipolar II lebih sedikit diteliti, diagnosisnya lebih stabil, dan penyakitnya kronik sehingga memerlukan terapi jangka panjang.

The depressive episode of bipolar disorder is the phase that most often reaches primary care, and the only phase easily misread as ordinary depression. A patient in a manic episode rarely comes in on their own; a patient in a depressive episode almost always does 1.

Bipolar disorder runs in manic, hypomanic, depressive, and mixed episodes, usually recurrent, and can last a lifetime 1. The F31 diagnosis needs at least two episodes, one of which must be elevated affect with increased energy and activity 1. That means a single depressive episode is never enough to make this diagnosis; what makes it is the history, not today's state.

The depressive episode tends to run longer than the manic one, on average about six months, and rarely beyond a year except in older people 1.

What makes the distinction matter is not nomenclature but medication. The guideline does not recommend antidepressant monotherapy as maintenance treatment in bipolar disorder, and in bipolar II places it only in the third line 1. The PPK FKTP entry on mild to moderate depression itself moves a patient with bipolar features onto the referral path rather than the prescribing path 3.

SKDI 2012 grades this item 3A, that is diagnose, give initial treatment, and refer 2.

The course 1:

  • About 40 to 50 percent of patients with bipolar I disorder relapse within two years of the first episode.
  • 45 percent have more than one episode and 40 percent become chronic.
  • The prognosis of bipolar I disorder is worse than that of major depressive disorder.
  • Bipolar II is less studied, its diagnosis is more stable, and it is a chronic illness needing long term treatment.

MengenaliRecognising it

Anamnesis. Depresinya dikenali dengan cara yang sama seperti depresi mana pun; yang membedakan halaman ini adalah pertanyaan berikutnya, yaitu apakah pernah ada episode yang berlawanan arah.

Gejala utama episode depresi menurut ICD-10 dan PPDGJ III 1:

  • Afek depresi.
  • Kehilangan minat dan kegembiraan.
  • Berkurangnya energi, sehingga mudah lelah sesudah kerja sedikit saja dan aktivitas menurun.

Gejala penyerta 1:

  • Konsentrasi dan perhatian berkurang.
  • Harga diri dan kepercayaan diri berkurang.
  • Gagasan rasa bersalah dan tidak berguna.
  • Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis.
  • Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri.
  • Tidur terganggu.
  • Nafsu makan berkurang.

History. The depression is recognised the same way as any depression; what makes this page different is the next question, whether there has ever been an episode running in the opposite direction.

The core symptoms of a depressive episode under ICD-10 and PPDGJ III 1:

  • Depressed affect.
  • Loss of interest and enjoyment.
  • Reduced energy, so that tiredness follows even light work and activity falls.

Accompanying symptoms 1:

Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kemenkes RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Jiwa, KMK HK.02.02/MENKES/73/2015, Huruf H Gangguan Afektif Bipolar dan Huruf G Episode Depresi. Disusun Pengurus Pusat PDSKJI. Sumber jangkar entri ini karena PPK FKTP tidak memuat entri bipolar. kemkes.go.id
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Psikiatri, nomor 10. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1936/2022, Huruf I Psikiatri angka 4 Gangguan Campuran Anxietas Dan Depresi dan angka 6 Gangguan Depresi Ringan-Sedang. Dipakai untuk batas kewenangan dan pemicu rujukan layanan primer. diskes.badungkab.go.id
  4. 4.Kemenkes RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf I Psikiatri angka 5 Gangguan Psikotik. Dipakai untuk jalur gaduh gelisah sebelum rujukan. manuver.tireg7.net
  5. 5.Jain A, Mitra P. Bipolar Disorder. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.