Gagal jantung akutAcute heart failure

Dua angka pada entri ini berasal dari dua butir yang berbeda, dan bedanya menentukan penanganan. SKDI 2012 memberi butir 6 Gagal jantung akut Tingkat Kemampuan 3B dan butir 7 Gagal jantung kronik Tingkat Kemampuan 3A pada tabel SISTEM KARDIOVASKULAR halaman 42. Header entri PPK FKTP mencantumkan kedua angka itu berdampingan, karena satu entri PPK memuat bentuk akut dan bentuk kronik sekaligus. Rekaman Atlas ini membawa bentuk akutnya, yaitu penyakit yang bertingkat 3B, sehingga isinya adalah pengenalan, stabilisasi, dan rujukan. Regimen jangka panjang bentuk kronik, yaitu titrasi penghambat ACE atau penyekat reseptor angiotensin dan pemakaian digoksin, adalah jalur butir 7 yang bertingkat 3A dan tidak diulang di sini. Perbedaan angkanya bukan soal administrasi: pasien yang memburuk dengan cepat berpindah dari jalur 3A ke jalur 3B, dan jendela waktunya ikut berubah.The two grades on this entry come from two different SKDI items, and the difference decides management. SKDI 2012 grades item 6, acute heart failure, at 3B and item 7, chronic heart failure, at 3A in the cardiovascular table on page 42. The PPK FKTP entry header carries both grades side by side, because a single PPK entry covers the acute and the chronic form together. This Atlas record carries the acute form, the 3B condition, so its content is recognition, stabilisation and referral. The long term regimen of the chronic form, meaning titration of an ACE inhibitor or angiotensin receptor blocker and the use of digoxin, belongs to item 7 at 3A and is not repeated here. The difference in grade is not an administrative one: a patient who deteriorates quickly moves from the 3A pathway to the 3B pathway, and the time window changes with them.

Gagal jantung adalah keadaan ketika jantung tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sirkulasi tubuh pada tekanan pengisian yang normal. Bentuk akutnya adalah keadaan ketika kemampuan itu jatuh dalam waktu singkat, dan pasien datang dengan sesak berat yang tidak dapat ditunda 1.

Prevalensinya naik seiring umur, berkisar 0,7% pada usia 40 sampai 45 tahun, 1,3% pada usia 55 sampai 64 tahun, dan 8,4% pada usia 75 tahun ke atas. Lebih dari 40% pasien gagal jantung memiliki fraksi ejeksi di atas 50%, sehingga fungsi pompa yang tampak baik pada ekokardiografi tidak menyingkirkan diagnosis. Pada usia 40 tahun, risiko seumur hidup mengalami gagal jantung sekitar 21% untuk laki-laki dan 20,3% untuk perempuan 1.

Tingkat kompetensi bentuk akutnya 3B. Dokter layanan primer mengenalinya, memberi oksigen dan diuretik, lalu segera merujuk. Ekokardiografi dan seluruh penentuan terapi jangka panjangnya ada di pusat rujukan 12.

Faktor risiko:

  • Hipertensi 1.
  • Dislipidemia 1.
  • Obesitas 1.
  • Merokok 1.
  • Diabetes melitus 1.
  • Riwayat gangguan jantung sebelumnya 1.
  • Riwayat infark miokard 1.

Heart failure is the state in which the heart can no longer meet the circulatory needs of the body at normal filling pressures. The acute form is that ability falling within a short time, and the patient arrives with severe breathlessness that cannot wait 1.

Prevalence rises with age, running at about 0.7% between 40 and 45, 1.3% between 55 and 64, and 8.4% from 75 upwards. More than 40% of patients with heart failure have an ejection fraction above 50%, so pump function that looks well preserved on echocardiography does not exclude the diagnosis. At the age of 40 the lifetime risk of developing heart failure is around 21% for men and 20.3% for women 1.

The acute form is graded 3B. The primary care doctor recognises it, gives oxygen and a diuretic, then refers at once. Echocardiography and every decision about long term therapy belong to the referral centre 12.

Risk factors:

  • Hypertension 1.
  • Dyslipidaemia 1.
  • Obesity 1.
  • Smoking 1.
  • Diabetes mellitus 1.
  • A previous cardiac disorder 1.
  • A previous myocardial infarction 1.

MengenaliRecognising it

Anamnesis 1:

  • Sesak saat beraktivitas.
  • Gangguan napas yang berubah menurut posisi, sehingga pasien tidak dapat berbaring datar.
  • Sesak napas yang membangunkan pasien pada malam hari.
  • Keluhan tambahan berupa lemas, mual, dan muntah. Pada orang tua dapat disertai gangguan mental.

Pemeriksaan fisik 1:

  • Peningkatan tekanan vena jugularis.
  • Frekuensi pernapasan meningkat.
  • Kardiomegali.
  • Gangguan bunyi jantung berupa derap.
  • Ronki pada pemeriksaan paru.
  • Hepatomegali.
  • Asites.
  • Edema perifer.

History 1:

  • Breathlessness on exertion.
  • Breathing that changes with position, so the patient cannot lie flat.
  • Breathlessness that wakes the patient at night.
  • Additional complaints of weakness, nausea and vomiting. In older people there may also be mental disturbance.

Examination 1:

  • Raised jugular venous pressure.
  • Increased respiratory rate.
  • Cardiomegaly.
  • Abnormal heart sounds in the form of a gallop.
  • Crackles on examination of the chest.
  • Hepatomegaly.
  • Ascites.
  • Peripheral oedema.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, entri Gagal Jantung Akut Dan Kronik sebagaimana diganti oleh Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022, Huruf F Kardiovaskular, angka 4, halaman lampiran 117 sampai 122. diskes.badungkab.go.id
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Daftar Penyakit, tabel Sistem Kardiovaskular, butir 6 Gagal jantung akut dengan Tingkat Kemampuan 3B dan butir 7 Gagal jantung kronik dengan Tingkat Kemampuan 3A, halaman 42. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Heart Failure (Congestive Heart Failure). StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Bacaan lanjutan, tidak dipakai sebagai sumber isi. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.