Fistula pre-aurikularPreauricular fistula

Tingkat 3A berarti dokter layanan primer mendiagnosis, memberi penanganan awal, lalu merujuk. SKDI 2012 memberi butir 68 Fistula pre-aurikular tingkat 3A pada tabel TELINGA, di antara butir 67 Herpes zoster pada telinga dan butir 69 Labirintitis. Tidak ada tabel SKDI kedua yang menilai kondisi ini. Angka itu perlu dibaca dengan benar, karena penyakit ini punya dua wajah yang sangat berbeda. Lubang kecil yang tidak pernah bergejala tidak menuntut tindakan apa pun dan tidak menuntut rujukan; yang membuat tingkat 3A masuk akal adalah bentuk yang sudah terinfeksi, kambuh, atau membentuk abses, karena penyelesaiannya adalah eksisi seluruh saluran dan itu tindakan bedah. Mengetahui mana yang cukup ditenangkan dan mana yang harus dikirim adalah isi kompetensi ini.Level 3A means the primary care doctor diagnoses, gives initial treatment, then refers. SKDI 2012 grades item 68 preauricular fistula at 3A in the ear table, between item 67 herpes zoster of the ear and item 69 labyrinthitis. No second SKDI table grades this condition. The grade has to be read correctly, because this disease has two very different faces. A small pit that has never caused symptoms needs no procedure and no referral; what makes 3A make sense is the form that is already infected, recurrent, or has formed an abscess, because finishing it means excising the whole tract and that is surgery. Knowing which one to reassure and which one to send is the substance of this competency.

Fistula pre-aurikular adalah saluran buntu berlapis epitel yang bermuara sebagai lubang kecil di depan telinga, biasanya tepat di pangkal kaki heliks. Penyebabnya adalah penyatuan yang tidak sempurna dari enam tonjolan aurikular ketika daun telinga terbentuk, jadi kelainan ini sudah ada sejak lahir dan bukan akibat infeksi 3.

Dua bentuknya berbeda jauh, dan perbedaan itu menentukan seluruh tata laksana:

  • Lubang yang tenang. Tidak nyeri, tidak keluar cairan, tidak pernah bengkak. Ini varian anatomi yang tidak memerlukan tindakan apa pun.
  • Lubang yang pernah terinfeksi. Sekali saluran itu tersumbat oleh keratin dan terinfeksi, ia cenderung berulang di tempat yang sama, dan penyelesaiannya adalah eksisi seluruh saluran, bukan antibiotik berulang 3.

Yang perlu diketahui tentang perjalanannya:

  • Sering satu sisi, tetapi dapat dua sisi, dan tidak jarang ada anggota keluarga lain dengan lubang serupa.
  • Sebagian besar tidak pernah bergejala seumur hidup.
  • Bila disertai kelainan telinga lain, gangguan pendengaran, kelainan leher, atau kelainan ginjal, kombinasi itu mengarah ke sindrom brankio-oto-renal dan menuntut penilaian yang lebih luas daripada telinganya saja.

Tingkat kompetensinya 3A 4. Dokter layanan primer mengenali, menangani infeksi akutnya, lalu merujuk untuk eksisi. Eksisi itu sendiri bukan tindakan layanan primer: salurannya bercabang, dapat menjulur dalam sampai ke fasia temporalis, dan pengangkatan sebagian adalah sebab tersering kekambuhan 3.

PPK FKTP tidak memuat entri untuk fistula pre-aurikular. Huruf E Telinga pada KMK 1186/2022 hanya berisi otitis eksterna, otitis media akut, otitis media supuratif kronik, benda asing di telinga, dan serumen prop 5. Yang menyentuh kondisi ini di dokumen yang sama ada dua: Panduan Keterampilan Klinis, yang menempatkan pemeriksaan preaurikula pada pemeriksaan telinga rutin 1, dan entri Pioderma, yang memuat jalur layanan primer untuk abses kulit dan jaringan lunak 2. Halaman ini bersandar pada keduanya dan pada laporan bedah dari Ikatan Ahli Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia lewat jurnalnya 3.

A preauricular fistula is a blind, epithelium-lined tract opening as a small pit in front of the ear, usually right at the root of the ascending limb of the helix. It comes from incomplete fusion of the six auricular hillocks as the auricle forms, so it is present from birth and is not the result of an infection 3.

Its two forms are very different, and the difference decides the whole management:

  • A quiet pit. No pain, no discharge, never swollen. This is an anatomical variant that needs no procedure at all.
  • A pit that has been infected. Once the tract blocks with keratin and becomes infected it tends to recur in the same place, and what finishes it is excision of the whole tract rather than repeated antibiotics 3.

What to know about its course:

  • Often one-sided, but it can be bilateral, and other family members not uncommonly have the same pit.
  • Most never cause symptoms in a lifetime.
  • Where it comes with other ear anomalies, hearing loss, neck anomalies or kidney anomalies, the combination points to branchio-oto-renal syndrome and calls for an assessment wider than the ear.

The competency level is 3A 4. The primary care doctor recognises it, treats the acute infection, then refers for excision. The excision itself is not a primary care procedure: the tract branches, it can run deep as far as the temporalis fascia, and partial removal is the commonest reason it comes back 3.

The primary care guideline has no entry for preauricular fistula. Section E on the ear in KMK 1186/2022 holds only otitis externa, acute otitis media, chronic suppurative otitis media, foreign body in the ear, and impacted cerumen 5. Two parts of the same document do touch this condition: the clinical skills annex, which puts examination of the preauricular area inside the routine ear examination 1, and the pyoderma entry, which carries the primary care path for a skin and soft tissue abscess 2. This page rests on both, and on a surgical report from the Indonesian ENT and head and neck surgery society through its journal 3.

MengenaliRecognising it

Diagnosisnya dibuat dengan melihat lubangnya. Yang menentukan bukan bengkaknya melainkan letak lubangnya: di depan tragus, di pangkal kaki heliks, bukan di belakang daun telinga dan bukan di dalam liang telinga.

Anamnesis:

  • Sejak kapan lubang itu ada. Jawaban sejak lahir hampir menyelesaikan diagnosis.
  • Pernah bengkak, nyeri, atau keluar nanah, dan berapa kali. Jumlah episode inilah yang menentukan perlu tidaknya operasi 3.
  • Pernah diinsisi sebelumnya, dan di mana. Insisi sebelumnya membuat jaringan parut yang mempersulit eksisi berikutnya.
  • Cairan yang keluar: sedikit, putih, dan berbau, khas isi keratin, berbeda dari sekret telinga yang keluar dari liang.
  • Anggota keluarga dengan lubang serupa.
  • Pendengaran, dan riwayat kelainan ginjal atau kelainan leher pada pasien maupun keluarga.

The diagnosis is made by looking at the pit. What settles it is not the swelling but where the opening lies: in front of the tragus, at the root of the ascending limb of the helix, not behind the auricle and not inside the canal.

History:

  • How long the pit has been there. An answer of since birth almost finishes the diagnosis.
  • Whether it has ever swollen, hurt or discharged pus, and how many times. The number of episodes is what decides whether surgery is needed 3.
  • Whether it has been incised before, and where. A previous incision leaves scar tissue that makes the later excision harder.
  • The character of the discharge: scanty, white and malodorous, typical of keratin content, and different from ear discharge coming out of the canal.
  • Family members with the same pit.
  • Hearing, and any history of kidney or neck anomalies in the patient or the family.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, prosedur pemeriksaan telinga, bagian inspeksi dan palpasi preaurikula dan aurikula, halaman lampiran -951- sampai -952-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf K KULIT, angka 12 Pioderma, halaman lampiran -564- sampai -568-, bagian penatalaksanaan dan kriteria rujukan. Dipakai sebagai jalur layanan primer terdekat untuk abses kulit dan jaringan lunak, karena tidak ada entri untuk fistula pre-aurikular. manuver.tireg7.net
  3. 3.Widodo DW, Harba'i HM. Surgical management of preauricular based on plastic-reconstructive algorithm. Oto Rhino Laryngologica Indonesiana. 2019;49(1). DOI 10.32637/orli.v49i1.271. Jurnal Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Indonesia. Laporan kasus dengan telaah literatur, bukan pedoman nasional. orli.or.id
  4. 4.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel TELINGA, butir 68 Fistula pre-aurikular dengan Tingkat Kemampuan 3A. pd.fk.ub.ac.id
  5. 5.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Bab II Huruf E Telinga. Dicari seluruhnya dan tidak memuat entri untuk fistula pre-aurikular; dikutip sebagai dasar pernyataan bahwa pedoman layanan primer diam mengenai kondisi ini. manuver.tireg7.net
  6. 6.Bajaj Y, Ifeacho S, Tweedie D. Branchial Cleft Anomalies. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi. StatPearls tidak memiliki bab untuk fistula pre-aurikular; bab ini ditautkan karena anomali celah brankial pertama adalah diagnosis banding yang mengubah rencana operasinya. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.