Esofagitis RefluksReflux Oesophagitis
Tingkat 3A berarti mendiagnosis, memberi terapi awal, lalu merujuk. Angka ini hanya masuk akal bila dibaca berdampingan dengan tetangganya. Pada tabel SKDI yang sama, butir 12 Esofagitis refluks di subkelompok Esofagus bernilai 3A, sedangkan butir 27 Refluks gastroesofagus di subkelompok Lambung bernilai 4A [1]. Dua butir itu berada pada satu dokumen dan satu halaman, dan keduanya adalah penyakit yang sama pada dua titik yang berbeda. Yang membedakan bukan beratnya keluhan melainkan cara namanya ditegakkan. Refluks gastroesofageal ditegakkan dari anamnesis dan respons terhadap penekan asam, dan itu dapat dikerjakan di FKTP sampai selesai. Esofagitis adalah diagnosis endoskopik, yaitu ditemukannya mucosal break pada esofagus, dan endoskopi berada pada tingkat keterampilan 2 pada dokumen yang sama serta dinyatakan pedoman sebagai tindakan dokter spesialis yang berkompeten [1][2]. Jadi yang membatasi dokter umum bukan angkanya, melainkan alat yang tidak ada di FKTP. Konsekuensi praktisnya satu kalimat: bila tidak dapat dipastikan pasien berada di sisi mana dari batas itu, bekerjalah pada tingkat yang lebih rendah, yaitu mulai terapi lalu rujuk. Tidak ada dokumen yang lebih baru yang menilai kedua butir ini kembali; PPK FKTP hanya memuat entri Refluks gastroesofageal dan menempatkan esofagitis di dalamnya sebagai komplikasi [2].Level 3A means diagnose, give initial treatment, then refer. The number only makes sense read beside its neighbour. In the same SKDI table, item 12 reflux oesophagitis in the Oesophagus subgroup is graded 3A while item 27 gastro-oesophageal reflux in the Stomach subgroup is graded 4A [1]. Both sit in one document on one page, and both are the same disease at two different points. What separates them is not the severity of the complaint but how the name is established. Gastro-oesophageal reflux disease is established from the history and the response to acid suppression, and that can be carried to completion in primary care. Oesophagitis is an endoscopic diagnosis, a mucosal break in the oesophagus, and endoscopy is a level 2 skill in the same document and is stated by the guideline to be done by a competent specialist [1][2]. What limits the general practitioner is therefore not the number but an instrument that primary care does not have. The practical consequence is one sentence: where you cannot be sure which side of that boundary the patient is on, work at the lower grade, which means start treatment and refer. No newer document regrades either item; the PPK FKTP carries only the gastro-oesophageal reflux entry and places oesophagitis inside it as a complication [2].
Esofagitis refluks adalah kerusakan mukosa esofagus akibat isi lambung yang naik berulang kali. Bila esofagus diperiksa dengan endoskopi, kerusakannya terlihat sebagai mucosal break, yaitu robekan mukosa pada esofagus bagian bawah, dan temuan itulah yang menjadi standar baku diagnosis definitifnya 2.
Halaman ini dan halaman Refluks Gastroesofageal adalah penyakit yang sama pada dua titik, jadi batas keduanya perlu dinyatakan dan bukan dikira-kira:
- Refluks gastroesofageal adalah sindromnya. Ditegakkan dari anamnesis yang cermat dan dari respons terhadap penekan asam, dituntaskan di FKTP, tingkat kemampuan 4A 12.
- Esofagitis refluks adalah kerusakan mukosanya. Namanya ditegakkan dengan endoskopi, dan endoskopi berada di layanan sekunder, tingkat kemampuan 3A 12.
- Yang memindahkan pasien dari sisi kiri ke sisi kanan bukan beratnya rasa terbakar, karena beratnya keluhan tidak sejalan dengan beratnya kerusakan mukosa. Yang memindahkan adalah adanya gejala alarm, adanya komplikasi, hasil endoskopi, atau kegagalan dan kekambuhan sesudah terapi yang memadai.
Faktor risikonya sama dengan faktor risiko refluks gastroesofageal 2:
- Usia di atas 40 tahun.
- Obesitas.
- Kehamilan.
- Merokok.
- Kopi, alkohol dan coklat.
- Makanan berlemak.
- Nitrat, teofilin dan verapamil.
- Pakaian yang ketat.
- Pekerjaan yang sering mengangkat beban berat.
Yang membuat penyakit ini penting bukan nyerinya melainkan ujungnya. Paparan asam yang berulang pada mukosa esofagus adalah tempat bermulanya ulkus esofagus, perdarahan, striktur, perubahan mukosa menahun, dan adenokarsinoma 2.
Tingkat kemampuan dokter umum 3A, yaitu mendiagnosis, memberi terapi awal, lalu merujuk 1.
Reflux oesophagitis is damage to the oesophageal mucosa from repeated reflux of gastric contents. When the oesophagus is examined endoscopically the damage appears as a mucosal break in the lower oesophagus, and that finding is the gold standard for the definitive diagnosis 2.
This page and the Gastro-oesophageal Reflux page are the same disease at two points, so the boundary between them has to be stated rather than assumed:
- Gastro-oesophageal reflux disease is the syndrome. It is established from a careful history and from the response to acid suppression, is completed in primary care, and is graded 4A 12.
- Reflux oesophagitis is the mucosal damage. Its name is established by endoscopy, endoscopy sits in secondary care, and it is graded 3A 12.
- What moves a patient from the left side to the right is not the severity of the burning, because symptom severity does not track mucosal damage. What moves them is an alarm feature, a complication, an endoscopic report, or failure and relapse after adequate treatment.
The risk factors are the same as those for gastro-oesophageal reflux disease 2:
- Age above 40 years.
- Obesity.
- Pregnancy.
- Smoking.
- Coffee, alcohol and chocolate.
- Fatty food.
- Nitrates, theophylline and verapamil.
- Tight clothing.
- Work involving frequent heavy lifting.
What makes this disease matter is not the pain but where it ends. Repeated acid exposure of the oesophageal mucosa is where oesophageal ulcer, bleeding, stricture, long-standing mucosal change, and adenocarcinoma begin 2.
General practitioner competency is level 3A: diagnose, give initial treatment, then refer 1.
MengenaliRecognising it
Anamnesis. Keluhannya adalah keluhan refluks, dan tidak ada satu pun keluhan yang membuktikan mukosanya sudah rusak 2:
- Rasa panas dan terbakar di belakang tulang dada atau di ulu hati, dapat menjalar ke leher.
- Rasa asam atau pahit yang tiba-tiba terasa di mulut, dengan atau tanpa muntah.
- Muncul terutama sesudah makan porsi besar dan berlemak.
- Memberat pada posisi berbaring terlentang, dan paling mengganggu pada malam hari.
- Dipicu saos tomat, peppermint, coklat, kopi dan alkohol.
History. The complaints are reflux complaints, and none of them proves the mucosa is already damaged 2:
- Burning behind the breastbone or in the epigastrium, which may radiate to the neck.
- A sudden sour or bitter taste in the mouth, with or without vomiting.
- Worst after a large fatty meal.
- Worse lying flat, and most troublesome at night.
- Triggered by tomato sauce, peppermint, chocolate, coffee and alcohol.
What is asked in addition because it points to mucosal damage and its complications:
RujukanReferences
- 1.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Gastrointestinal, Hepatobilier, dan Pankreas, butir 12 Esofagitis refluks (3A) pada subkelompok Esofagus dan butir 27 Refluks gastroesofagus (4A) pada subkelompok Lambung, halaman cetak 44; serta Lampiran Daftar Keterampilan Klinis, sistem yang sama, butir 19 Endoskopi (tingkat 2). pd.fk.ub.ac.id
- 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf C Digestive butir 2 Refluks gastroesofageal, halaman lampiran -123- sampai -125-, termasuk Gambar 3.1 Algoritme tatalaksana GERD pada pelayanan kesehatan lini pertama, bagian Konseling dan Edukasi, dan Kriteria Rujukan pada halaman -124-. manuver.tireg7.net
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Perdarahan Saluran Cerna, Lampiran KMK HK.01.07/MENKES/2162/2023, Tabel 1 Etiologi perdarahan saluran cerna atas (halaman -12-) dan etiologi perdarahan saluran cerna atas pada anak termasuk Tabel 6 (halaman -50- sampai -51-). kemkes.go.id
- 4.Antunes C, Sharma A. Esophagitis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan dan tautan saja; bukan sumber isi entri ini dan tidak ada kalimatnya yang dikutip. ncbi.nlm.nih.gov