ErisipelasErysipelas
SKDI 2012 menilai butir 13 Erisipelas pada tingkat 4A tanpa satu pun kata pembatas, di dalam tabel Kulit subkelompok Infeksi Bakteri, dan angka 4A yang sama ada pada header entri PPK FKTP. Batas praktisnya datang dari isi entri itu sendiri: satu-satunya pemicu rujukan adalah munculnya komplikasi, sedangkan daftar komplikasinya memuat sepsis dan meningitis. Tidak ada dosis anak dan tidak ada pilihan obat untuk pasien dengan alergi penisilin, sehingga dua kelompok pasien itu tidak punya jalur di dalam entri ini.SKDI 2012 grades item 13 Erisipelas at level 4A with no qualifying word at all, inside the Kulit table under Infeksi Bakteri, and the same 4A appears in the PPK FKTP entry header. The practical limit comes from the entry itself: the only referral trigger is the appearance of a complication, while its list of complications includes sepsis and meningitis. There is no paediatric dose and no drug option for a patient allergic to penicillin, so neither group has a pathway inside this entry.
Erisipelas adalah infeksi bakteri akut pada dermis atas, umumnya oleh Streptococcus, yang khas menyebar ke limfatik kutaneus superfisial 1. Erisipelas wajah kebanyakan disebabkan Streptococcus grup A, sedangkan erisipelas ekstremitas bawah kebanyakan oleh streptokokus non grup A, dan sekitar 85% kasus mengenai ekstremitas bawah 1. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada perempuan, tetapi pada usia muda lebih sering pada laki-laki, dan insidens tertinggi dilaporkan pada usia 60 sampai 80 tahun, khususnya bila ada gangguan saluran limfatik 1. Kompetensi dokter layanan primer 4A 13.
Demam dan malaise mendahului lesi kulitnya, sehingga pasien kerap merasa sakit lebih dulu sebelum kulitnya berubah 1.
Faktor risiko 1:
- Diabetes melitus.
- Higiene buruk.
- Gizi kurang.
- Gangguan saluran limfatik.
Erysipelas is an acute bacterial infection of the upper dermis, usually by Streptococcus, which characteristically spreads into the superficial cutaneous lymphatics 1. Erysipelas of the face is mostly due to group A streptococci, while erysipelas of the lower limb is mostly due to non group A streptococci, and about 85% of cases involve the lower limb 1. It is found more often in women, although among the young it is more often men, and the highest incidence is reported at ages 60 to 80 years, particularly where lymphatic drainage is impaired 1. Primary care competency is 4A 13.
Fever and malaise come before the skin lesion, so the patient often feels ill before the skin changes 1.
Risk factors 1:
- Diabetes mellitus.
- Poor hygiene.
- Undernutrition.
- Impaired lymphatic drainage.
MengenaliRecognising it
Diagnosis berdiri di atas anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang 1.
Anamnesis 1:
- Gejala konstitusi berupa demam dan malaise sebelum lesi kulit muncul.
- Pada lesinya: gatal, rasa terbakar, nyeri, dan bengkak.
- Didahului trauma atau riwayat faringitis.
- Riwayat faringitis penting ditanyakan justru karena kulitnya yang tampak sakit, bukan tenggorokannya.
Pemeriksaan fisik 1:
- Lokasi: kaki, tangan, dan wajah.
- Eritema merah cerah, berbatas tegas, dengan pinggir yang meninggi dan tanda radang akut.
- Dapat disertai edema, vesikel, dan bula.
The diagnosis rests on history, physical examination, and investigation 1.
History 1:
- Constitutional symptoms of fever and malaise before the skin lesion appears.
- On the lesion: itching, burning, pain, and swelling.
- Preceded by trauma or by a history of pharyngitis.
- The history of pharyngitis is worth asking for precisely because it is the skin that looks unwell, not the throat.
Examination 1:
- Sites: feet, hands, and face.
- Bright red erythema, sharply demarcated, with a raised edge and signs of acute inflammation.
- Oedema, vesicles, and bullae may accompany it.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Lampiran I, Bab II, Huruf K Kulit, angka 13 Erisipelas, halaman -568- sampai -571-. manuver.tireg7.net
- 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022. Lampiran I, Bab II, Huruf K Kulit, angka 12 Pioderma, subbagian Komplikasi, halaman -566- sampai -567-. manuver.tireg7.net
- 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Integumen, tabel Kulit, butir 13 Erisipelas. pd.fk.ub.ac.id
- 4.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, kode 1B70.0. Atribusi kode ICD-11 entri ini, dipakai dengan lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. id.who.int
- 5.Michael Y, Shaukat NM. Erysipelas. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023. Bacaan lanjutan / further reading. ncbi.nlm.nih.gov