Ekstrasistol Supraventrikular dan VentrikularSupraventricular and Ventricular Ectopic Beats
SKDI 2012 menilai butir 14 Ekstrasistol supraventrikular, ventrikular pada tingkat 3A, di tabel Sistem Kardiovaskular kelompok Gangguan dan Kelainan pada Jantung, halaman 42. Artinya dokter layanan primer diharapkan mengenalinya, memberi terapi pendahuluan, lalu merujuk. Letaknya di dalam tabel itu masuk akal dan patut diperhatikan: tiga baris di atasnya butir 10 Takikardi supraventrikular dan ventrikular dinilai 3B, butir 12 Fibrilasi ventrikular 3B, dan butir 13 Atrial flutter 3B, sedangkan butir 11 Fibrilasi atrial sama-sama 3A. Denyut ektopik tunggal bukan keadaan gawat darurat, dan tingkatnya mencerminkan itu. Yang perlu diingat, batas antara halaman ini dan halaman 3B tidak terletak pada gejalanya melainkan pada rekaman EKG: tiga denyut ventrikel lebar berurutan atau lebih sudah bukan ekstrasistol lagi melainkan takikardia ventrikel, dan pasien itu masuk entri takikardi supraventrikular dan ventrikular yang tingkatnya 3B. Merekam dan menginterpretasi EKG sederhana berada pada tingkat keterampilan 4A, dan tanda kurung butir keterampilan itu menyebut VES sebagai salah satu dari empat gambaran yang dimaksud, halaman 70. Jadi membaca ekstrasistol ventrikel justru berada satu tingkat di atas kompetensi penyakitnya.SKDI 2012 grades item 14, Ekstrasistol supraventrikular, ventrikular, at 3A, in the Cardiovascular System table under disorders of the heart, page 42. The primary care doctor is expected to recognise it, give initial treatment and refer. Its position in that table makes sense and is worth noticing: three lines above, item 10 supraventricular and ventricular tachycardia is graded 3B, item 12 ventricular fibrillation is 3B and item 13 atrial flutter is 3B, while item 11 atrial fibrillation is 3A like this one. A single ectopic beat is not an emergency, and the grade reflects that. What matters is that the boundary between this page and the 3B page lies not in the symptoms but on the trace: three or more consecutive wide ventricular beats are no longer ectopy but ventricular tachycardia, and that patient belongs to the supraventricular and ventricular tachycardia entry graded 3B. Recording and interpreting a simple ECG is a 4A skill, and the brackets of that skill item name VES as one of the four patterns meant, page 70. Reading a ventricular ectopic beat therefore sits one grade above the competency for the disease itself.
Ekstrasistol adalah denyut yang datang lebih cepat dari jadwalnya. Fokus di luar nodus sinus melepaskan impuls sebelum giliran nodus sinus tiba, sehingga satu denyut menyela irama dasar. Bila fokusnya berada di atrium atau di daerah pertemuan atrioventrikular, denyutnya disebut supraventrikular. Bila fokusnya di ventrikel, denyutnya disebut ventrikular dan kompleks QRS-nya lebar.
Pasien merasakannya bukan sebagai denyut tambahan melainkan sebagai denyut yang hilang, karena denyut prematur mengisi ventrikel terlalu sedikit untuk menghasilkan gelombang nadi yang teraba, dan jeda sesudahnya membuat denyut berikutnya terasa lebih keras. Sebagian besar pasien tidak merasakan apa pun, dan aritmianya ditemukan saat nadi diraba atau saat EKG dikerjakan untuk alasan lain.
Kompetensi dokter layanan primer 3A, yaitu dikenali, diberi terapi pendahuluan, lalu dirujuk 2. Yang menentukan bukan jumlah ekstrasistolnya, melainkan jawaban atas satu pertanyaan yang tidak dapat dijawab dengan alat FKTP, yaitu ada tidaknya penyakit jantung struktural di baliknya. Ekokardiografi berada pada tingkat keterampilan 2 2.
Yang membuat halaman ini penting justru bukan denyutnya sendiri:
- Denyut prematur adalah pemicu takikardia. Pedoman aritmia nasional menyatakan takikardia reentri nodus atrioventrikular umumnya diawali oleh denyut prematur atrium, dan takikardia reentri nodus sinus dicetuskan serta dihentikan oleh kontraksi atrium prematur 3.
- Denyut prematur adalah salah satu dari dua sebab nadi ireguler yang disebut panduan keterampilan klinis nasional, dan sebab yang satunya adalah fibrilasi atrium 1. Memisahkan keduanya di ujung jari tidak mungkin, dan itulah alasan EKG.
- Tiga denyut ventrikel lebar berurutan atau lebih sudah bukan ekstrasistol, melainkan takikardia ventrikel 1. Batas itu berada pada rekaman, bukan pada keluhan.
An ectopic beat is a beat that arrives ahead of schedule. A focus outside the sinus node fires before the sinus node's turn, so a single beat interrupts the underlying rhythm. If the focus sits in the atrium or around the atrioventricular junction the beat is called supraventricular. If it sits in the ventricle the beat is called ventricular and its QRS complex is wide.
Patients feel it not as an extra beat but as a missing one, because the premature beat fills the ventricle too little to produce a palpable pulse, and the pause that follows makes the next beat feel harder. Most patients feel nothing at all, and the arrhythmia is found when the pulse is palpated or when an ECG is done for another reason.
Primary care competency is 3A: recognise it, give initial treatment, then refer 2. What decides matters is not the number of ectopic beats but the answer to one question that primary care equipment cannot answer, namely whether there is structural heart disease behind them. Echocardiography is graded skill level 2 2.
What makes this page matter is not the beats themselves:
- Premature beats are the trigger of tachycardias. The national arrhythmia guideline states that atrioventricular nodal re-entry tachycardia is usually initiated by an atrial premature beat, and that sinus node re-entry tachycardia is both started and stopped by a premature atrial contraction 3.
- Premature beats are one of the two causes of an irregular pulse named by the national clinical skills guide, the other being atrial fibrillation 1. Separating them at the fingertip is not possible, and that is what the ECG is for.
- Three or more consecutive wide ventricular beats are no longer ectopy but ventricular tachycardia 1. That boundary sits on the trace, not in the complaint.
MengenaliRecognising it
Anamnesis:
- Rasa berdebar, rasa denyut yang terlewat, atau rasa satu denyut yang lebih keras dari yang lain.
- Waktu munculnya: saat istirahat, saat berbaring miring, sesudah kopi atau rokok, atau saat cemas.
- Apakah keluhan disertai sinkop, pra sinkop, nyeri dada, atau sesak. Ketiga hal ini mengubah halaman ini dari temuan menjadi alasan rujukan.
- Riwayat penyakit jantung koroner, kelainan struktur jantung, gangguan elektrolit, dan hipertiroid. Empat keadaan ini berada di dalam daftar faktor risiko entri takikardia pada panduan layanan primer nasional, dan dipakai di sini sebagai keadaan yang dicari pada setiap temuan aritmia baru 1.
- Stres dan gangguan kecemasan, yang berada pada daftar yang sama 1.
- Riwayat keluarga dengan kematian mendadak pada usia muda.
- Obat dan zat yang sedang dipakai, termasuk kafein, obat flu yang mengandung simpatomimetik, dan obat asma inhalasi.
History:
- Palpitations, a sense of a beat being skipped, or of one beat landing harder than the rest.
- When it happens: at rest, lying on one side, after coffee or cigarettes, or when anxious.
- Whether it comes with syncope, presyncope, chest pain or breathlessness. These three turn this page from a finding into a reason to refer.
- History of coronary artery disease, structural heart disease, electrolyte disturbance and hyperthyroidism. These four sit in the risk factor list of the tachycardia entry in the national primary care guideline, and are used here as the conditions to look for whenever an arrhythmia is newly found 1.
- Stress and anxiety disorder, from the same list 1.
- Family history of sudden death at a young age.
- Current drugs and substances, including caffeine, sympathomimetic cold remedies and inhaled asthma drugs.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Lampiran II angka 2 Pemeriksaan Denyut Nadi, halaman -857- sampai -858-, dan angka 6 Elektrokardiografi (EKG) huruf p Ventrikular ekstra sistol beserta Gambar 83, halaman -1017- sampai -1018-, keduanya Tingkat Keterampilan 4A; Lampiran I Huruf F Kardiovaskuler angka 3 Takikardia, halaman -278- sampai -281-. Lampiran I dipakai juga sebagai temuan negatif: tidak ada entri penyakit ekstrasistol di dalamnya. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Daftar Penyakit, tabel Sistem Kardiovaskular butir 14 Ekstrasistol supraventrikular, ventrikular dengan Tingkat Kemampuan 3A, halaman 42; Daftar Keterampilan Klinis, tabel Sistem Kardiovaskular butir 19 Elektrokardiografi dengan tingkat 4A yang tanda kurungnya menyebut VES, dan butir 20 Ekokardiografi dengan tingkat 2, halaman 70. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan Perhimpunan Aritmia Indonesia. Pedoman Tatalaksana Takiaritmia Supraventrikular (TaSuV). Bagian 7.3 Takikardia Reentri Nodus Sinus halaman 14, dan bagian 8 Takikardia Reentri Nodal Atrioventrikular halaman 23, mengenai denyut prematur atrium sebagai pencetus takikardia. inahrs.or.id
- 4.Heaton J, Yandrapalli S. Premature Atrial Contractions. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov
- 5.Farzam K, Richards JR. Premature Ventricular Contraction. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bab berstatus arsip pada NCBI Bookshelf. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov