EklampsiaEclampsia

SKDI 2012 menempatkan eklampsia pada tabel Sistem Reproduksi, subkelompok Gangguan pada Kehamilan, butir 25, dengan tingkat kemampuan 3B [2]. Arti 3B pada penyakit ini [2]: - Dokter layanan primer menegakkan diagnosis, memberi terapi kegawatdaruratan, lalu merujuk. - Yang boleh diselesaikan bukan penyakitnya, melainkan langkah penyelamatan sebelum dan selama perjalanan rujukan. Butir di sekitarnya pada tabel yang sama memberi ukuran batasnya [2]: - Butir 23, hipertensi pada kehamilan, tingkat 2. - Butir 24, preeklampsia, tingkat 3B. - Butir 25, eklampsia, tingkat 3B. Entri PPK memakai angka yang sama dan menutup bagian kriteria rujukannya dengan satu kalimat: eklampsia adalah indikasi rujukan yang wajib [1]. Tidak ada satu pun jalur pada entri itu yang berakhir di puskesmas. Batas praktisnya: - Melahirkan bayi dan plasenta adalah terapi definitif preeklampsia serta eklampsia, dan waktu terminasi dibahas PNPK sebagai keputusan di tingkat rujukan, bukan di layanan primer [3]. - Entri PPK tidak memberi tenggat dalam jam antara keputusan merujuk dan sampainya pasien. Yang diberi urutan adalah tindakannya: dosis awal magnesium sulfat lebih dulu, rujukan segera sesudahnya, dosis rumatan dimulai sambil menunggu [1][4]. - Baris pemberian intramuskular pada entri PPK memuat satuan yang keliru, dan hal itu dinyatakan pada bagian obat halaman ini karena menyangkut angka yang disuntikkan.SKDI 2012 places eclampsia in the Sistem Reproduksi table, Gangguan pada Kehamilan subgroup, item 25, at competency level 3B [2]. What 3B means for this disease [2]: - The primary care doctor makes the diagnosis, gives emergency treatment, then refers. - What may be finished is not the disease but the rescue that comes before and during the transfer. The neighbouring items in the same table give the boundary its scale [2]: - Item 23, hypertension in pregnancy, level 2. - Item 24, preeclampsia, level 3B. - Item 25, eclampsia, level 3B. The PPK entry uses the same number and closes its referral section with a single sentence: eclampsia is a referral that must happen [1]. No pathway in that entry ends at the health centre. The practical limits: - Delivery of the baby and placenta is the definitive treatment of preeclampsia and eclampsia, and the timing of it is discussed in the PNPK as a decision at the referral centre rather than in primary care [3]. - The PPK entry sets no limit in hours between the decision to refer and the patient's arrival. What it does order is the sequence: the magnesium sulphate loading dose first, immediate transfer next, the maintenance dose started while waiting [1][4]. - The intramuscular line in the PPK entry carries the wrong unit, and that is stated in the drug section of this page because it concerns a number that gets injected.

Eklampsia adalah kejang menyeluruh dan atau koma pada perempuan dengan preeklampsia, ketika tidak ada penyebab lain yang menjelaskannya seperti epilepsi, perdarahan subaraknoid, atau meningitis 14.

Kejangnya bukan permulaan penyakit melainkan puncaknya. Yang membuat halaman ini gawat adalah kapan puncak itu datang: dapat sebelum persalinan, saat persalinan, atau sesudahnya, dan bentuk pascasalin umumnya muncul dalam 24 jam pertama sesudah bayi lahir 1. Sekitar 50 sampai 60 persen kejadian berlangsung dalam keadaan hamil, 30 sampai 35 persen saat inpartu, dan sekitar 10 persen sesudah persalinan 1. Perempuan yang baru saja melahirkan dengan selamat karena itu belum keluar dari jendela risikonya.

Bebannya besar. Di negara berkembang angka kejadiannya berkisar 0,3 sampai 0,7 persen, dan di Indonesia preeklampsia bersama eklampsia menjadi penyebab 15 sampai 25 persen kematian ibu serta 45 sampai 50 persen kematian bayi 1.

Tingkat kemampuan 3B menentukan bentuk halaman ini. Tugas dokter layanan primer adalah mengenalinya, mengamankan jalan napas dan sirkulasi, menghentikan kejang serta mencegah kejang berikutnya, lalu memindahkan pasien. Melahirkan bayi dan plasenta adalah terapi yang menyelesaikan penyakitnya, dan waktunya ditentukan di fasilitas rujukan 3.

Faktor risiko yang dimuat entri PPK 1:

  • Keadaan yang berpotensi menimbulkan penyakit mikrovaskular, yaitu diabetes melitus, hipertensi kronik, serta gangguan pembuluh darah dan jaringan ikat.
  • Sindrom antibodi antifosfolipid dan nefropati.
  • Riwayat preeklampsia ringan maupun berat pada kehamilan sebelumnya.
  • Faktor lain yang melekat pada kehamilan itu sendiri serta faktor khas dari ibu atau ayah janin.

Eclampsia is a generalised seizure and or coma in a woman with preeclampsia, where nothing else explains it such as epilepsy, subarachnoid haemorrhage, or meningitis 14.

The seizure is not the start of the illness but its peak. What makes this page urgent is when that peak arrives: it can come before labour, during labour, or after it, and the postpartum form usually appears within the first 24 hours after the birth 1. About 50 to 60 per cent of cases occur during pregnancy, 30 to 35 per cent in labour, and around 10 per cent after delivery 1. A woman who has just delivered safely is therefore still inside the window.

The burden is large. In developing countries the incidence runs at 0.3 to 0.7 per cent, and in Indonesia preeclampsia together with eclampsia accounts for 15 to 25 per cent of maternal deaths and 45 to 50 per cent of infant deaths 1.

Competency level 3B shapes this page. The primary care doctor's job is to recognise it, secure airway and circulation, stop the seizure and prevent the next one, then move the patient. Delivering the baby and placenta is the treatment that ends the disease, and its timing belongs to the referral centre 3.

The risk factors the PPK entry carries 1:

  • Conditions capable of producing microvascular disease: diabetes mellitus, chronic hypertension, and vascular or connective tissue disorders.
  • Antiphospholipid antibody syndrome and nephropathy.
  • Mild or severe preeclampsia in a previous pregnancy.
  • Other factors belonging to the pregnancy itself and specific factors from the mother or the baby's father.

MengenaliRecognising it

Diagnosis ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang 1. Pada penyakit ini pengenalan adalah sebagian besar pekerjaannya, sebab kejangnya sendiri jarang disaksikan dokter dan yang lebih sering ditemui adalah jam-jam sebelumnya.

Tiga hal yang menegakkan diagnosis 4:

  • Kejang umum dan atau koma.
  • Ada tanda dan gejala preeklampsia.
  • Tidak ada kemungkinan penyebab lain, misalnya epilepsi, perdarahan subaraknoid, dan meningitis.

The diagnosis is made from the history, the physical examination and investigations 1. In this disease recognition is most of the work, because the seizure itself is rarely witnessed by the doctor and what is met far more often is the hours before it.

Three things establish the diagnosis 4:

  • A generalised seizure and or coma.
  • Signs and symptoms of preeclampsia.
  • No other possible cause, for example epilepsy, subarachnoid haemorrhage, and meningitis.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf N Kesehatan Wanita, angka 5 Eklampsi, halaman lampiran -732- sampai -736-. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Reproduksi, subkelompok Gangguan pada Kehamilan, butir 25 Eklampsia, Tingkat Kemampuan 3B, beserta butir 24 Preeklampsia (3B) dan butir 23 Hipertensi pada kehamilan (2). pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Komplikasi Kehamilan, Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/91/2017, Lampiran II PNPK Tata Laksana Preeklamsia. Bagian magnesium sulfat dan antihipertensi beserta rekomendasinya. Disusun Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia dan disahkan Kementerian Kesehatan. kemkes.go.id
  4. 4.Kementerian Kesehatan RI, World Health Organization, Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. Edisi I. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2013. Bab 4.8, halaman 109 sampai 114, termasuk cara pemberian magnesium sulfat. Rujukan yang ditunjuk entri PPK sendiri. platform.who.int
  5. 5.Magley M, Hinson MR. Eclampsia. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi halaman ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.