Dermatitis perioralPerioral dermatitis

Dermatitis perioral adalah erupsi eritematosa yang menetap, terdiri atas papul kecil dan papulopustul, dan berlokasi di sekitar mulut 1. Penyakit ini mengenai anak maupun dewasa: pada dewasa lebih sering pada wanita, sedangkan pada masa kanak-kanak proporsi pasien laki-laki lebih besar, dan pada anak lesinya cenderung meluas ke perinasal atau periorbita 1. Yang membuat penyakit ini penting di layanan primer adalah penyebabnya, karena pemakaian kortikosteroid topikal dan kosmetik ada di jalur sebab-akibatnya, dan pada anak kortikosteroid disebut sebagai penyebab utama 1. Karena itu langkah pertama pengobatannya bukan menambah obat melainkan menghentikan yang sedang dipakai 1. Diagnosis ditegakkan dari anamnesis dan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang umumnya tidak diperlukan 1. Tingkat kemampuan 4A 2.

Faktor risiko 1:

  • Pemakaian kortikosteroid topikal.
  • Pemakaian kosmetik.
  • Pasien imunokompromais.

Hal lain yang disebut panduan ikut terlibat pada patogenesisnya 1:

  • Kombinasi foundation, pelembab, dan krim malam, yang pada satu studi kasus kontrol di Australia menaikkan risiko secara bermakna.
  • Infeksi.
  • Faktor hormonal, pemakaian pil kontrasepsi, dan kehamilan.
  • Fluoride dalam pasta gigi.
  • Sensitisasi merkuri dari tambalan amalgam.

Perioral dermatitis is a persistent erythematous eruption made up of small papules and papulopustules, sited around the mouth 1. It affects children and adults: in adults it is commoner in women, while in childhood the proportion of male patients is higher, and in children the lesions tend to extend to perinasal or periocular skin 1. What makes it matter in primary care is its cause, because topical corticosteroid and cosmetic use sit on its causal path, and in children corticosteroid is named as the main cause 1. The first step in treatment is therefore not to add a drug but to stop the one already in use 1. The diagnosis is made from the history and the physical examination, and investigations are generally not needed 1. Competency level 4A 2.

Risk factors 1:

  • Use of topical corticosteroid.
  • Use of cosmetics.
  • An immunocompromised patient.

Other things the guideline names as involved in the pathogenesis 1:

  • The combination of foundation, moisturiser and night cream, which in one Australian case control study raised the risk significantly.
  • Infection.
  • Hormonal factors, use of the contraceptive pill, and pregnancy.
  • Fluoride in toothpaste.
  • Mercury sensitisation from amalgam fillings.

MengenaliRecognising it

Anamnesis 1:

  • Gatal dan rasa panas, disertai timbulnya lesi di sekitar mulut.
  • Tanyakan krim wajah apa saja yang dipakai, termasuk yang tidak dianggap obat, yaitu foundation, pelembab, dan krim malam.
  • Tanyakan kortikosteroid topikal secara terpisah dan dengan nama sediaannya, karena banyak pasien memakainya tanpa menyebutnya obat.
  • Tanyakan sejak kapan berlangsung, karena perjalanan penyakit yang lama termasuk pemicu rujukan pada entri ini.

History 1:

  • Itch and a burning sensation, together with the appearance of lesions around the mouth.
  • Ask which face creams are being used, including the ones the patient does not think of as medicine: foundation, moisturiser and night cream.
  • Ask about topical corticosteroid separately and by product name, because many patients use one without calling it a drug.
  • Ask how long it has been going on, because a long disease course is itself a referral trigger in this entry.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Lampiran I Bab II Huruf K Kulit angka 21. manuver.tireg7.net
  2. 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Integumen, butir 46. pd.fk.ub.ac.id
  3. 3.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, versi 2025-01. Kode ED90.1 dipakai dengan lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. icd.who.int
  4. 4.Tolaymat L, Syed HA, Hall MR. Perioral Dermatitis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.