Penyakit CushingCushing's Disease
SKDI 2012 menempatkan Cushing's disease pada butir 18 tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi dengan Tingkat Kemampuan 3B, berdampingan dengan butir 19 Krisis adrenal yang juga 3B dan butir 20 Addison's disease yang bertingkat 1 [4]. Nama pada daftar itu perlu dibaca teliti, dan halaman ini menyatakan selisihnya terbuka. Penyakit Cushing dalam arti sempit adalah hiperkortisolisme yang didorong adenoma hipofisis penghasil ACTH. Yang benar-benar tersedia pada dokumen nasional yang dapat dijangkau adalah sindrom Cushing, yaitu keadaan kelebihan kortisol dari sebab apa pun: sebagai penyebab hipertensi sekunder pada PNPK Tata Laksana Hipertensi Dewasa [1], sebagai diagnosis banding hipertensi esensial pada entri PPK FKTP yang diubah KMK 1936/2022 [2], dan sebagai efek samping pemakaian kortikosteroid jangka panjang pada PNPK Tata Laksana Kusta [3]. Keduanya bukan hal yang sama, dan bentuk iatrogenik akibat steroid jauh lebih sering ditemui di layanan primer daripada bentuk hipofisisnya. Tidak ada entri PPK FKTP untuk penyakit ini, baik pada lampiran induk 1186/2022 maupun pada perubahannya 1936/2022. Penyakit Cushing hanya muncul sebagai penyebutan di dalam entri lain. Kewenangan 3B karena itu diterjemahkan pada halaman ini sebagai mengenali gambarannya, memulai penanganan yang aman, terutama tidak menghentikan steroid secara mendadak, lalu merujuk untuk pemastian dan pencarian penyebabnya.SKDI 2012 places Cushing's disease at item 18 of the endocrine, metabolic and nutrition table at competency level 3B, next to item 19 adrenal crisis which is also 3B and item 20 Addison's disease at level 1 [4]. The name on that list has to be read carefully, and this page states the gap openly. Cushing's disease in the strict sense is hypercortisolism driven by an ACTH secreting pituitary adenoma. What is actually available in the reachable national documents is Cushing's syndrome, the state of cortisol excess from any cause: as a cause of secondary hypertension in the national adult hypertension guideline [1], as a differential diagnosis of essential hypertension in the PPK FKTP entry amended by KMK 1936/2022 [2], and as a side effect of long term corticosteroid use in the national leprosy guideline [3]. The two are not the same thing, and the iatrogenic steroid form is far commoner in primary care than the pituitary one. There is no PPK FKTP entry for this disease, neither in the parent annex of 1186/2022 nor in its amendment 1936/2022. Cushing's disease appears only as a mention inside other entries. The 3B authority is therefore read on this page as recognising the picture, starting safe management, above all not stopping steroids abruptly, then referring for confirmation and for the search for the cause.
Penyakit Cushing adalah kelebihan kortisol yang didorong hipofisis. Dalam praktik layanan primer, keadaan yang jauh lebih sering ditemui adalah sindrom Cushing, yaitu kelebihan kortisol dari sebab apa pun, dan penyebab yang paling sering adalah obat: pemakaian kortikosteroid jangka panjang 3. Kedua nama itu tidak dapat dipertukarkan, dan halaman ini memisahkannya karena penanganan awalnya berbeda.
Dokumen nasional yang dapat dijangkau tidak memuat entri penyakit tersendiri untuk keadaan ini. Sindrom Cushing muncul di tiga tempat, dan ketiganya menentukan bentuk halaman ini. Pertama, sebagai penyebab hipertensi sekunder dengan prevalensi di bawah 1%, dikenali dari wajah bulat, obesitas sentral, atrofi kulit, striae dan memar, diabetes, serta pemakaian steroid jangka panjang, dan ditapis dengan kortisol bebas pada urin 24 jam 1. Kedua, sebagai butir pada daftar diagnosis banding hipertensi esensial, sehingga pencarian tanda penyakit Cushing termasuk pemeriksaan yang harus dikerjakan ketika hipertensi sekunder dicurigai 2. Ketiga, sebagai efek samping pemakaian prednison jangka panjang, dengan wajah bulat, obesitas sentral, jerawat, pertumbuhan rambut berlebihan, dan timbunan lemak supraklavikuler 3.
SKDI menilai penyakit ini 3B 4. Halaman ini karena itu berhenti pada pengenalan, tindakan awal yang aman, dan rujukan; pemastian penyebabnya dan pengobatan definitifnya berada di pusat rujukan.
Siapa yang perlu dipikirkan 123:
- Pasien hipertensi dengan wajah bulat, obesitas sentral, striae, dan memar.
- Pasien hipertensi yang juga diabetes tanpa penjelasan lain yang memadai.
- Pasien yang memakai kortikosteroid jangka panjang, dari indikasi apa pun.
- Pasien hipertensi yang dicurigai hipertensi sekunder, terutama pada usia sangat muda atau lanjut usia.
Cushing's disease is cortisol excess driven by the pituitary. In primary care practice, the state met far more often is Cushing's syndrome, cortisol excess from any cause, and the commonest cause is a drug: long term corticosteroid use 3. The two names are not interchangeable, and this page separates them because the initial handling differs.
The reachable national documents hold no disease entry of their own for this state. Cushing's syndrome appears in three places, and all three shape this page. First, as a cause of secondary hypertension with a prevalence below 1%, recognised by a round face, central obesity, skin atrophy, striae and bruising, diabetes and long term steroid use, and screened for with 24 hour urinary free cortisol 1. Second, as an item on the differential list for essential hypertension, so that looking for signs of Cushing's is part of the examination once secondary hypertension is suspected 2. Third, as a side effect of long term prednisone, with a round face, central obesity, acne, excessive hair growth and supraclavicular fat pads 3.
SKDI grades this disease 3B 4. This page therefore stops at recognition, safe initial handling and referral; confirming the cause and treating it definitively belong to the referral centre.
- A hypertensive patient with a round face, central obesity, striae and bruising.
- A hypertensive patient who is also diabetic without another adequate explanation.
- A patient on long term corticosteroids, for any indication.
- A hypertensive patient in whom secondary hypertension is suspected, above all at a very young or an advanced age.
MengenaliRecognising it
Penyakit ini hampir tidak pernah menjadi keluhan utama. Ia ditemukan ketika dokter sedang memeriksa hal lain, biasanya hipertensi, dan mengangkat pandangan dari tensimeter ke wajah pasien.
Tanda dan gejala yang mengarah ke sindrom Cushing, yaitu tanda sugestif pada tabel penyebab hipertensi sekunder 1:
- Wajah bulat.
- Obesitas sentral.
- Atrofi kulit.
- Striae dan memar.
- Diabetes.
- Penggunaan steroid jangka panjang.
This disease is almost never the presenting complaint. It is found while the doctor is examining something else, usually hypertension, and lifts their eyes from the cuff to the patient's face.
Symptoms and signs pointing to Cushing's syndrome, the suggestive features in the secondary hypertension table 1:
- A round face.
- Central obesity.
- Skin atrophy.
- Striae and bruising.
- Diabetes.
- Long term steroid use.
Additional signs that appear on long term corticosteroids 3:
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Hipertensi Dewasa. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/4634/2021, tabel penyebab hipertensi sekunder baris Sindrom Cushing's dan bagian Penyebab Endokrin, untuk prevalensi, tanda sugestif, dan pemeriksaan penapisnya. kemkes.go.id
- 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, entri Hipertensi Esensial sebagaimana diubah oleh lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022, bagian pemeriksaan tanda dan gejala hipertensi sekunder, Tabel 1 Penapisan Dasar HMOD, dan daftar diagnosis banding. diskes.badungkab.go.id
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Kusta. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/308/2019, bagian peringatan pemberian prednison, yaitu larangan menghentikannya tiba-tiba beserta efek samping pemakaian jangka panjangnya termasuk sindrom Cushing. kemkes.go.id
- 4.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Endokrin, Metabolik, dan Nutrisi, kelompok Kelenjar Endokrin, butir 18 Cushing's disease 3B, dengan butir 19 Krisis adrenal 3B dan butir 20 Addison's disease 1 pada tabel yang sama. pd.fk.ub.ac.id
- 5.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf L Metabolik Endokrin Dan Nutrisi, angka 4 Hiperglikemi Hiperosmolar Non Ketotik, yang menyebut penyakit Cushing sebagai salah satu penyakit dasar yang pernah melatarinya. Dicari seluruhnya dan tidak memuat entri untuk penyakit Cushing. manuver.tireg7.net
- 6.Kairys N, Anastasopoulou C, Schwell A. Cushing Disease. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan untuk kriteria diagnosis dan alur pemeriksaan yang tidak dimuat sumber nasional, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov