Corpus Alienum VaginaeVaginal Foreign Body
SKDI 2012 menempatkan corpus alienum vaginae pada tabel Sistem Reproduksi, kelompok Kelainan Organ Genital, butir 68, dengan tingkat kemampuan 3A [2]. Arti 3A: dokter layanan primer menegakkan diagnosis, memberi terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat, lalu menentukan rujukan yang tepat [2]. Daftar Keterampilan Klinis pada dokumen yang sama menjelaskan mengapa tingkatnya berhenti di 3A, dan penjelasannya terletak pada apa yang TIDAK ada di sana [2]: - Pengambilan benda asing di telinga bertingkat 4A, butir 94. - Pengambilan benda asing dari hidung bertingkat 4A, butir 99. - Tidak ada butir keterampilan bernama pengambilan benda asing dari vagina, di mana pun dalam daftar itu. Dua lubang tubuh lain diberi keterampilan pengambilan tersendiri dan vagina tidak. Yang tersedia adalah keterampilan pemeriksaannya, bukan keterampilan pengambilannya [2]: - Butir 6, inspeksi dan palpasi genitalia eksterna, 4A. - Butir 7, pemeriksaan spekulum berupa inspeksi vagina dan serviks, 4A. - Butir 11, melakukan swab vagina, 4A. Dari situ batas praktisnya muncul sendiri. Benda yang terlihat seluruhnya melalui spekulum berada di dalam pemeriksaan yang memang bertingkat 4A, dan mengeluarkannya adalah terapi pendahuluan yang dimaksud butir 3A. Benda yang tidak terlihat, benda pada anak yang belum akil balig, dan benda yang tertanam berada di luar itu. Daftar keterampilan kedokteran forensik dan medikolegal memberi batas yang kedua, dan batas ini yang paling sering terlewat [2]: - Butir 105, prosedur medikolegal, 4A. - Butir 106, pembuatan visum et repertum, 4A. - Butir 109, pemeriksaan selaput dara, tingkat 3. - Butir 130, vaginal swab, 4A. - Butir 138, pengumpulan dan pengemasan barang bukti, tingkat 2. Bacaannya: menulis keterangannya adalah kewenangan mandiri, sedangkan memeriksa selaput daranya bukan, dan mengumpulkan serta mengemas barang buktinya juga bukan. Benda yang dikeluarkan dari vagina seorang anak bukan sampah medis melainkan calon barang bukti, dan penanganannya diatur tersendiri [3]. Batas sumber yang perlu diketahui: - Tidak ada entri penyakit PPK FKTP untuk corpus alienum vaginae, baik pada lampiran KMK 1186/2022 maupun pada perubahannya KMK 1936/2022 [1]. - Yang terdekat adalah entri Fluor Albus, yang menyebut benda asing, misalnya tampon atau kondom yang terlupa diangkat, sebagai salah satu penyebab duh vagina yang bukan infeksi, lalu meminta pemeriksaan klinis yang saksama untuk menyingkirkan kelainan yang lebih serius [1]. Kalimat itu adalah seluruh isi panduan Indonesia untuk kondisi ini.SKDI 2012 places vaginal foreign body in the Sistem Reproduksi table, Kelainan Organ Genital group, item 68, at competency level 3A [2]. What 3A means: the primary care doctor makes the diagnosis, gives initial treatment in a situation that is not an emergency, then decides the appropriate referral [2]. The Clinical Skills list in the same document explains why the grade stops at 3A, and the explanation lies in what is NOT there [2]: - Removal of a foreign body from the ear is graded 4A, item 94. - Removal of a foreign body from the nose is graded 4A, item 99. - There is no skill item called removal of a foreign body from the vagina anywhere in that list. Two other body openings get their own removal skill and the vagina does not. What is available is the skill of examining, not the skill of retrieving [2]: - Item 6, inspection and palpation of the external genitalia, 4A. - Item 7, speculum examination of vagina and cervix, 4A. - Item 11, taking a vaginal swab, 4A. The practical boundary follows from that. An object seen in full through a speculum sits inside an examination that is itself graded 4A, and taking it out is the initial treatment the 3A grade has in mind. An object that cannot be seen, an object in a prepubertal child, and an object embedded in tissue sit outside it. The forensic and medicolegal skills list draws the second boundary, and this is the one most often missed [2]: - Item 105, medicolegal procedure, 4A. - Item 106, writing a visum et repertum, 4A. - Item 109, examination of the hymen, level 3. - Item 130, vaginal swab, 4A. - Item 138, collecting and packaging evidence, level 2. The reading: writing the report is an independent act, examining the hymen is not, and collecting and packaging the evidence is not either. An object taken from a child's vagina is not clinical waste but potential evidence, and its handling is governed separately [3]. Limits of the sources worth knowing: - There is no PPK FKTP disease entry for a vaginal foreign body, neither in the annex to KMK 1186/2022 nor in its amendment KMK 1936/2022 [1]. - The nearest text is the Fluor Albus entry, which names a foreign body, for instance a tampon or a condom left in place, among the non-infective causes of vaginal discharge, then asks for a careful clinical examination to exclude more serious pathology [1]. That sentence is the whole of the Indonesian guidance for this condition.
Corpus alienum vaginae adalah benda yang tertinggal atau dimasukkan ke dalam liang vagina. Satu nama, tetapi dua penyakit yang sama sekali berbeda, dan memisahkan keduanya adalah seluruh tugas halaman ini.
Pada perempuan dewasa, benda yang tertinggal hampir selalu benda yang dipakai sendiri: tampon, kondom, cawan haid, atau pesarium. Keluhannya duh vagina yang sangat berbau, kadang bercampur darah, tanpa demam dan tanpa sakit berat. Bendanya terlihat pada pemeriksaan spekulum, dan mengeluarkannya menyelesaikan keluhan tanpa perlu obat. Panduan layanan primer memuatnya persis begitu, sebagai salah satu penyebab duh vagina yang bukan infeksi, dengan contoh tampon atau kondom yang terlupa diangkat 1.
Pada anak yang belum akil balig, ceritanya lain sama sekali. Duh vagina berbau busuk yang bercampur darah pada anak perempuan adalah gambaran khas benda asing di vagina, dan sering itulah satu-satunya keluhan. Bendanya berada di atas selaput dara, di tempat yang tidak boleh diperiksa dengan spekulum pada anak. Selain itu, benda asing di vagina anak termasuk temuan yang mengharuskan kemungkinan kekerasan seksual dipertimbangkan, dan bila kemungkinan itu ada maka jalurnya bukan lagi jalur klinis semata melainkan juga jalur kedokteran untuk kepentingan hukum 3.
Tingkat kemampuan dokter layanan primer 3A 2. Yang membatasinya bukan kesulitan mengeluarkan bendanya, melainkan dua hal yang tidak dimiliki layanan primer: cara melihat ke dalam vagina anak tanpa melukai, dan kewenangan mengumpulkan serta mengemas barang bukti 23.
Siapa yang perlu dipikirkan:
- Perempuan dewasa dengan duh berbau busuk yang menetap meskipun sudah diobati sebagai keputihan biasa.
- Perempuan yang memakai tampon, cawan haid, kondom, atau pesarium.
- Perempuan usia lanjut dengan pesarium yang tidak pernah dikontrol.
- Anak perempuan dengan duh berbau, duh bercampur darah, atau perdarahan dari kemaluan.
- Perempuan dengan hambatan berkomunikasi atau gangguan perkembangan, karena riwayatnya sering tidak sampai kepada pemeriksa.
A vaginal foreign body is an object left in or introduced into the vagina. One name, but two entirely different illnesses, and separating them is the whole task of this page.
In an adult woman the retained object is nearly always one she uses herself: a tampon, a condom, a menstrual cup, or a pessary. The complaint is a strongly offensive vaginal discharge, sometimes bloodstained, without fever and without serious illness. The object is visible at speculum examination, and removing it settles the complaint without any drug. The primary care guideline carries it exactly that way, as one of the non-infective causes of vaginal discharge, with a tampon or a condom left in place as its example 1.
In a prepubertal child the story is entirely different. A foul, bloodstained vaginal discharge in a girl is the characteristic picture of a vaginal foreign body, and it is often the only complaint. The object lies above the hymen, in a place where a speculum has no role in a child. Beyond that, a vaginal foreign body in a child is among the findings that oblige the possibility of sexual abuse to be considered, and once that possibility is live the pathway is no longer purely clinical but also the forensic and medicolegal one 3.
Primary care competency is 3A 2. What limits it is not the difficulty of taking the object out but two things primary care does not have: a way of seeing inside a child's vagina without injuring her, and the authority to collect and package evidence 23.
Who to think of:
- An adult woman with an offensive discharge that persists although she has already been treated for ordinary vaginal discharge.
- A woman using a tampon, a menstrual cup, a condom, or a pessary.
- An older woman with a pessary that has never been reviewed.
- A girl with an offensive discharge, a bloodstained discharge, or bleeding from the genital area.
- A woman with a communication barrier or a developmental disability, since the history often does not reach the examiner.
MengenaliRecognising it
Yang menegakkan diagnosis ini adalah melihat bendanya, dan siapa yang boleh melihat ditentukan oleh usia pasien. Karena itu langkah pertama bukan pemeriksaan, melainkan memutuskan pemeriksaan mana yang boleh dikerjakan.
Anamnesis:
- Duh vagina: sejak kapan, baunya, warnanya, dan apakah bercampur darah. Duh yang sangat berbau busuk dan bercampur darah adalah gabungan yang paling mengarahkan.
- Apa yang dipakai: tampon, cawan haid, kondom, pesarium, atau alat kontrasepsi dalam rahim. Tanyakan kapan terakhir dilepas, bukan hanya apakah dipakai.
- Pengobatan yang sudah dijalani untuk keputihan dan hasilnya, karena duh yang tidak selesai dengan obat adalah petunjuk utama.
- Nyeri panggul, demam, dan gejala kemih.
- Pada anak: siapa yang mengasuh, perubahan perilaku, keluhan nyeri saat berkemih, dan riwayat yang berubah-ubah. Anak jarang menceritakan kejadiannya, dan tidak adanya cerita bukan tanda tidak ada masalah.
What establishes this diagnosis is seeing the object, and who is allowed to look is decided by the patient's age. So the first step is not an examination but a decision about which examination may be performed.
History:
- Vaginal discharge: since when, its smell, its colour, and whether it is bloodstained. Strongly offensive and bloodstained together is the most pointing combination.
- What is being used: a tampon, a menstrual cup, a condom, a pessary, or an intrauterine device. Ask when it was last removed, not only whether it is used.
- What has already been treated for discharge and with what result, because discharge that does not settle on treatment is the main clue.
- Pelvic pain, fever, and urinary symptoms.
- In a child: who cares for her, any change in behaviour, pain on passing urine, and a history that keeps changing. Children rarely describe the event, and the absence of an account is not evidence that nothing happened.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Huruf O Penyakit Kelamin angka 1 Fluor Albus / Vaginal Discharge Non Gonore (Tingkat Kemampuan 4A), halaman lampiran -782- sampai -787-, untuk benda asing sebagai penyebab duh yang bukan infeksi beserta jalur pengobatan duhnya. Lampiran II, Huruf L Sistem reproduksi angka 1 Pemeriksaan Fisik Ginekologi Wanita (Tingkat Keterampilan 4A), halaman lampiran -1045- sampai -1047-, untuk urutan pemeriksaannya. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Reproduksi, kelompok Kelainan Organ Genital, butir 68 Corpus alienum vaginae, Tingkat Kemampuan 3A, halaman cetak 49. Lampiran Daftar Keterampilan Klinis: bagian Ginekologi halaman cetak 73, bagian Sistem Indra halaman cetak 68 (butir 94 dan butir 99, keduanya 4A), dan bagian Kedokteran Forensik dan Medikolegal halaman cetak 83 sampai 84 (butir 105, 106, 109, 130, dan 138). pd.fk.ub.ac.id
- 3.Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 38 Tahun 2022 tentang Pelayanan Kedokteran untuk Kepentingan Hukum. Pasal 11 untuk penyelenggara dan untuk tujuan standar prosedurnya, Pasal 12 ayat (1) huruf c untuk korban kekerasan seksual, dan Pasal 14 untuk kewajiban pencatatan dalam rekam medis. peraturan.bpk.go.id
- 4.Vaginal Foreign Body Evaluation and Treatment. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan dan tautan saja, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov