Nyeri Kepala KlasterCluster Headache
SKDI 2012 menempatkan Cluster headache pada tabel SISTEM SARAF, subkelompok Nyeri Kepala, butir nomor 28, dengan Tingkat Kemampuan 3A dan tanpa kata pembatas. Tingkat 3A berarti dokter mampu membuat diagnosis klinis, memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat, menentukan rujukan yang paling tepat, dan menindaklanjuti sesudah pasien kembali dari rujukan. Letaknya di dalam subkelompok itu yang menjelaskan artinya. Butir 24 Tension headache dan butir 25 Migren keduanya 4A, yaitu tuntas di layanan primer. Butir 26 Arteritis kranial hanya 1. Butir 27 Neuralgia trigeminal dan butir 28 Cluster headache sama-sama 3A. Jadi kewenangan turun tepat pada titik nyeri kepala berhenti menjadi penyakit yang diobati sampai selesai di puskesmas. PPK FKTP tidak memuat entri nyeri kepala klaster. Huruf H Neurologi berisi empat belas entri, dari Tension Headache sampai Tetanus Neonatorum, dan penyakit ini bukan salah satunya. Namanya muncul di sana hanya sebagai diagnosis banding pada entri tension headache, pada entri migren, dan pada tabel banding rinosinusitis akut. Panduan nasional yang membahasnya tersendiri adalah PPK Neurologi PERDOSSI, dan untuk fasilitas pelayanan kesehatan primer isinya satu baris: rujuk ke spesialis saraf bila dicurigai nyeri kepala klaster.SKDI 2012 places Cluster headache in the SISTEM SARAF table, Nyeri Kepala subgroup, item 28, at competency 3A with no qualifying words. Level 3A means the doctor makes the clinical diagnosis, gives initial treatment in a situation that is not an emergency, decides the most appropriate referral, and follows the patient up after they return from it. Its position inside that subgroup is what gives the grade its meaning. Item 24 Tension headache and item 25 Migren are both 4A, treated to completion in primary care. Item 26 Arteritis kranial is only 1. Item 27 Neuralgia trigeminal and item 28 Cluster headache are both 3A. The competency drops at exactly the point where a headache stops being one a puskesmas finishes treating. PPK FKTP has no cluster headache entry. Section H Neurologi holds fourteen entries, from Tension Headache to Tetanus Neonatorum, and this disease is not among them. Its name appears there only as a differential in the tension headache entry, in the migraine entry, and in the acute rhinosinusitis differential table. The national document that treats it separately is the PERDOSSI neurology clinical practice guideline, and for a primary care facility it holds one line: refer to a neurologist when cluster headache is suspected.
Nyeri kepala klaster adalah nyeri kepala primer yang jarang dan termasuk yang paling hebat, dengan dua ciri yang tidak dimiliki nyeri kepala lain: periodisitasnya dan gejala otonom di sisi yang sama dengan nyeri 1.
Serangan berlangsung 15 sampai 180 menit, muncul dengan frekuensi sekali tiap dua hari sampai delapan kali sehari, dan sering datang pada malam hari, membangunkan pasien dari tidur dan berulang pada jam yang sama selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan. Sesudahnya ada jeda, dan pasien dapat bebas serangan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun 1.
Nyeri selalu di satu sisi, di orbita, supraorbita, temporal, atau kombinasinya, dan pada sisi yang sama muncul mata merah, mata berair, hidung tersumbat atau berair, kelopak bengkak, keringat di dahi, miosis, atau ptosis. Sebagian besar pasien gelisah atau agitasi selama serangan 1.
Siapa yang terkena 1:
- Laki-laki jauh lebih sering, dengan rasio laki-laki dibanding perempuan sekitar 9 banding 1.
- Serangan pertama biasanya pada usia 20 sampai 40 tahun.
- Puncak usia awitan 20 sampai 29 tahun.
Di layanan primer penyakit ini lebih sering muncul sebagai kemungkinan yang harus dipikirkan daripada sebagai diagnosis yang dicari. PPK FKTP menyebutnya justru pada tiga tempat lain: sebagai diagnosis banding tension headache, diagnosis banding migren, dan diagnosis banding rinosinusitis akut 2. Ketiganya adalah keluhan yang setiap hari datang ke puskesmas, dan ketiganya adalah tempat nyeri kepala klaster paling mudah terlewat.
Kompetensi dokter layanan primer 3A 3. Entri ini karena itu berhenti pada pengenalan, terapi abortif serangan yang tersedia di layanan primer, dan rujukan; terapi pencegahan dan tindakan bedah berada di pusat rujukan.
Cluster headache is a rare primary headache and one of the most severe, with two features no other headache has: its periodicity, and autonomic signs on the same side as the pain 1.
Attacks last 15 to 180 minutes, come at a frequency of once every two days up to eight times a day, and often arrive at night, waking the patient and recurring at the same hour for weeks to months. Then comes a gap, and the patient may be free of attacks for months or years 1.
The pain is always one-sided, in the orbit, above the orbit, in the temple, or a combination of those, and on that same side appear a red eye, tearing, a blocked or running nostril, a swollen lid, sweating on the forehead, a small pupil, or a drooping lid. Most patients are restless or agitated during an attack 1.
Who gets it 1:
- Men far more often, at a male to female ratio of about 9 to 1.
- The first attack usually between the ages of 20 and 40.
- Peak age of onset 20 to 29.
In primary care this disease turns up more often as a possibility to be considered than as a diagnosis being sought. PPK FKTP names it in three other places: as a differential for tension headache, as a differential for migraine, and as a differential for acute rhinosinusitis 2. All three are complaints that arrive at a puskesmas every day, and all three are where cluster headache is easiest to miss.
Primary care competency is 3A 3. This entry therefore stops at recognition, the abortive treatment available in primary care, and referral; preventive treatment and surgery sit at the referral centre.
MengenaliRecognising it
Anamnesis. Yang menegakkan diagnosis di sini adalah pola, bukan beratnya nyeri 1:
- Nyeri hebat selalu unilateral, di orbita, supraorbita, temporal, atau kombinasi tempat-tempat itu.
- Lama satu serangan 15 sampai 180 menit bila tidak ditangani.
- Frekuensi sekali tiap dua hari sampai delapan kali sehari.
- Serangan sering muncul malam hari, membangunkan pasien dari tidur, dan berulang pada waktu yang sama setiap hari selama mingguan sampai bulanan.
- Sesudah periode itu ada jeda bebas nyeri yang dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
- Selama serangan sebagian besar pasien gelisah atau agitasi.
History. What makes the diagnosis here is the pattern, not the severity of the pain 1:
- Severe pain, always one-sided, in the orbit, above the orbit, in the temple, or a combination of those sites.
- One attack lasts 15 to 180 minutes untreated.
- Frequency from once every two days to eight times a day.
- Attacks often come at night, wake the patient from sleep, and recur at the same time each day for weeks to months.
- After such a period there is a pain-free gap that may last months or years.
- During an attack most patients are restless or agitated.
RujukanReferences
- 1.Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Panduan Praktik Klinis Neurologi. 2016. Bab Nyeri Kepala Kluster (Cluster Type Headache), halaman 15 sampai 19, termasuk bagian Kewenangan berdasar Tingkat Pelayanan Kesehatan. snars.web.id
- 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf H Neurologi angka 1 Tension Headache dan angka 2 Migren, serta Huruf J angka 18 Sinusitis. Dipakai untuk menunjukkan bahwa nyeri kepala klaster hanya muncul sebagai diagnosis banding dan tidak memiliki entri tersendiri. manuver.tireg7.net
- 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf, subkelompok Nyeri Kepala, butir 28 Cluster headache, Tingkat Kemampuan 3A. pd.fk.ub.ac.id
- 4.Kandel SA, Mandiga P. Cluster Headache. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov
- 5.World Health Organization. ICD-11 for Mortality and Morbidity Statistics, Simple Tabulation, versi 24 Januari 2025, kategori 8A82 Trigeminal autonomic cephalalgias. Lisensi CC BY-ND 3.0 IGO. id.who.int