Carpal Tunnel SyndromeCarpal Tunnel Syndrome

SKDI 2012 menempatkan Carpal tunnel syndrome pada tabel SISTEM SARAF, subkelompok Penyakit Neuromuskular dan Neuropati, butir nomor 63, dengan Tingkat Kemampuan 3A dan tanpa kata pembatas. Tingkat 3A berarti dokter mampu membuat diagnosis klinis, memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat, menentukan rujukan yang paling tepat, dan menindaklanjuti sesudah pasien kembali dari rujukan. Tingkat itu sejalan dengan sumbernya, dan pada penyakit ini keduanya memang bertemu. PPK Neurologi PERDOSSI memberi fasilitas pelayanan kesehatan primer dua tugas, yaitu diagnosis klinis serta terapi pendahuluan dan merujuk ke dokter spesialis saraf, sehingga terapi pendahuluannya benar-benar ada isinya: mengistirahatkan pergelangan tangan, memasang bidai pada posisi netral, dan memberi obat anti inflamasi non steroid. Tindakan invasif minimal, yaitu injeksi steroid ke dalam terowongan karpal, berada di PPK 2, dan operasi di PPK 3. Tetangganya dalam subkelompok yang sama: butir 62 Sindrom Horner tingkat 2, butir 64 Tarsal tunnel syndrome 3A, butir 65 Neuropati 3A, butir 66 Peroneal palsy 3A, butir 67 Guillain Barre syndrome 3B, dan butir 68 Miastenia gravis 3B. Butir 64 adalah mekanisme yang sama pada pergelangan kaki dan diberi tingkat yang sama.SKDI 2012 places Carpal tunnel syndrome in the SISTEM SARAF table, subgroup Penyakit Neuromuskular dan Neuropati, item 63, at competency 3A with no qualifying words. Level 3A means the doctor makes the clinical diagnosis, gives initial treatment in a situation that is not an emergency, decides the most appropriate referral, and follows the patient up afterwards. That grade matches the source, and in this disease the two do meet. The PERDOSSI neurology guideline gives a first level facility two tasks, clinical diagnosis and initial treatment with referral to a neurologist, so the initial treatment here actually has content: rest the wrist, fit a splint in the neutral position, and give a non-steroidal anti-inflammatory drug. Minimally invasive intervention, meaning steroid injection into the carpal tunnel, sits at the second level, and surgery at the third. Its neighbours in the same subgroup: item 62 Sindrom Horner at level 2, item 64 Tarsal tunnel syndrome at 3A, item 65 Neuropati at 3A, item 66 Peroneal palsy at 3A, item 67 Guillain Barre syndrome at 3B, and item 68 Miastenia gravis at 3B. Item 64 is the same mechanism at the ankle and carries the same grade.

Carpal tunnel syndrome adalah neuropati akibat tekanan pada nervus medianus di dalam terowongan karpal di pergelangan tangan, tepatnya di bawah fleksor retinakulum 1.

Yang membuat penyakit ini dapat dikenali tanpa alat adalah bentuk keluhannya. Pada tahap awal gangguannya sensorik saja; gangguan motorik hanya muncul pada keadaan yang berat 1. Keluhan pertama biasanya parestesia, rasa kurang merasa, atau rasa seperti terkena aliran listrik pada jari 1 sampai 3 dan setengah sisi radial jari 4, sesuai persarafan sensorik nervus medianus, walaupun kadang terasa mengenai seluruh jari 1.

Dua ciri lain menyempurnakan gambarannya, dan keduanya cukup ditanyakan 1:

  • Keluhannya lebih menonjol pada malam hari, dan nyerinya sering membangunkan pasien dari tidur.
  • Nyerinya berkurang bila pasien memijat atau menggerakkan tangannya, meletakkan tangan pada posisi lebih tinggi, atau lebih banyak mengistirahatkannya.

Dua hal itu, yaitu peta keluhan yang mengikuti satu saraf dan pemburukan pada malam hari yang mereda dengan menggerakkan tangan, adalah yang memisahkan penyakit ini dari nyeri tangan lain.

Penyebab sistemik perlu dicari bila gambarannya tidak biasa. Bab sumbernya menyarankan pemeriksaan kadar gula darah, hormon tiroid atau darah lengkap bila etiologinya belum jelas, misalnya pada pasien usia muda tanpa gerakan tangan yang berulang 1. Panduan layanan primer Kemenkes menyebut sindrom ini muncul pada sebagian pasien polimialgia reumatik dan sebagai manifestasi serta komplikasi artritis reumatoid 2.

Kompetensi dokter layanan primer 3A 4. Berbeda dari kebanyakan entri neurologi bertingkat 3, terapi pendahuluan di sini nyata isinya, yaitu mengistirahatkan pergelangan tangan, memasang bidai, dan memberi obat anti inflamasi non steroid; injeksi steroid dan operasi berada di pusat rujukan 1.

Carpal tunnel syndrome is a neuropathy caused by pressure on the median nerve inside the carpal tunnel at the wrist, just beneath the flexor retinaculum 1.

What makes it recognisable without equipment is the shape of the complaint. In the early stage the disturbance is sensory only; motor involvement appears only in severe disease 1. The first complaint is usually paraesthesia, numbness, or a sensation like an electric current in fingers 1 to 3 and the radial half of finger 4, matching the sensory supply of the median nerve, although it is sometimes felt across all the fingers 1.

Two further features complete the picture, and both can simply be asked about 1:

  • The complaint is more prominent at night, and the pain often wakes the patient from sleep.
  • The pain eases when the patient rubs or moves the hand, raises it into a higher position, or rests it more.

Those two things, a map of symptoms that follows one nerve and a night-time worsening that eases on moving the hand, are what separate this from other hand pain.

A systemic cause has to be looked for when the picture is unusual. The source chapter advises checking blood glucose, thyroid hormone or a full blood count where the aetiology is not yet clear, for example in a young patient with no repetitive hand movements 1. The Kemenkes primary care guidance names this syndrome as occurring in some patients with polymyalgia rheumatica and as a manifestation and a complication of rheumatoid arthritis 2.

Primary care competency is 3A 4. Unlike most level 3 neurology entries, the initial treatment here has real content: rest the wrist, fit a splint, and give a non-steroidal anti-inflammatory drug; steroid injection and surgery sit at the referral centre 1.

MengenaliRecognising it

Anamnesis. Empat hal yang ditanyakan, dan keempatnya sudah mengarahkan diagnosis 1:

  • Jenis keluhan: parestesia, rasa kurang merasa, atau rasa seperti terkena aliran listrik.
  • Letak keluhan: jari 1 sampai 3 dan setengah sisi radial jari 4, sesuai persarafan sensorik nervus medianus, walaupun kadang dirasakan mengenai seluruh jari.
  • Waktunya: parestesia lebih menonjol pada malam hari, dan nyeri tangannya juga lebih berat pada malam hari sehingga sering membangunkan pasien dari tidurnya.
  • Yang meringankan: memijat atau menggerakkan tangan, meletakkan tangan pada posisi lebih tinggi, dan lebih banyak mengistirahatkan tangan.

History. Four things to ask, and the four of them already point to the diagnosis 1:

  • What the complaint is: paraesthesia, numbness, or a sensation like an electric current.
  • Where it sits: fingers 1 to 3 and the radial half of finger 4, matching the sensory supply of the median nerve, although it is sometimes felt across all the fingers.
  • When it happens: the paraesthesia is more prominent at night, and the hand pain is also worse at night, often waking the patient from sleep.
  • What eases it: rubbing or moving the hand, holding it in a higher position, and resting it more.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Panduan Praktik Klinis Neurologi. 2016. Bab Carpal Tunnel Syndrome, halaman 20 sampai 25, termasuk bagian Kewenangan berdasar Tingkat Pelayanan Kesehatan. snars.web.id
  2. 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Dipakai untuk menunjukkan bahwa Huruf H Neurologi tidak memuat entri carpal tunnel syndrome, dan bahwa sindrom ini hanya muncul di dalam entri Polimialgia Reumatik serta Artritis Reumatoid. manuver.tireg7.net
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1936/2022 tentang Perubahan atas KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022, Pasal I. Dipakai untuk menunjukkan bahwa perubahan tersebut tidak menambahkan entri carpal tunnel syndrome. diskes.badungkab.go.id
  4. 4.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Saraf, subkelompok Penyakit Neuromuskular dan Neuropati, butir 63 Carpal tunnel syndrome, Tingkat Kemampuan 3A. pd.fk.ub.ac.id
  5. 5.Sevy JO, Sina RE, Varacallo MA. Carpal Tunnel Syndrome. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.