Artritis ReumatoidRheumatoid Arthritis
SKDI 2012 menempatkan artritis reumatoid pada tabel Sistem Hematologi dan Imunologi, kelompok Penyakit Autoimun, butir 31, dengan Tingkat Kemampuan 3A [3]. Entri PPK FKTP untuk penyakit yang sama juga bertingkat 3A [1], sehingga kedua dokumen sepakat dan tidak ada tingkat yang perlu dipilih. 3A berarti: didiagnosis, diberi penanganan awal, lalu dirujuk. Penanganan awal di sini berbentuk pengendalian nyeri dan radang serta perlindungan sendi. Pengendalian penyakitnya sendiri, yaitu menghentikan erosi, tidak termasuk di dalamnya. Penyakit ini muncul dua kali dalam SKDI dengan tingkat yang sama. Selain butir 31 di atas, tabel Sistem Muskuloskeletal membuka dengan butir 1 Artritis, osteoartritis, juga 3A [3]. Butir muskuloskeletal itulah yang menjadi dasar halaman Osteoartritis di SPARK; halaman ini berdiri di atas butir autoimunnya. Daftar Keterampilan Klinis memberi satu batas yang menentukan jalannya rujukan pada penyakit ini: aspirasi sendi dinilai tingkat 2 [3], artinya pernah dilihat dan tidak dikerjakan sendiri. Ketika satu sendi menjadi panas dan sangat nyeri di tengah penyakit yang biasanya simetris, cara memastikan penyebabnya berada di luar kewenangan FKTP, dan itu menjadikan kecurigaan artritis septik sebagai rujukan hari itu juga.SKDI 2012 places rheumatoid arthritis in the haematology and immunology table, autoimmune disease group, item 31, at competency level 3A [3]. The PPK FKTP entry for the same disease is also graded 3A [1], so the two documents agree and no level has to be chosen between them. 3A means: diagnose, give initial treatment, then refer. Initial treatment here takes the form of pain and inflammation control and joint protection. Controlling the disease itself, meaning stopping the erosion, is not part of it. This disease appears twice in SKDI at the same level. Besides item 31 above, the musculoskeletal table opens with item 1, Artritis, osteoartritis, also 3A [3]. That musculoskeletal item is what the SPARK Osteoartritis page rests on; this page rests on the autoimmune item. The clinical skills list draws one boundary that decides how referral works in this disease: joint aspiration is graded level 2 [3], meaning observed and not performed unsupervised. When a single joint turns hot and severely painful in the middle of a disease that is usually symmetrical, the way to establish why sits outside primary care authority, and that makes suspected septic arthritis a same day referral.
Artritis reumatoid adalah penyakit autoimun yang ditandai sinovitis erosif simetris. Sasaran utamanya jaringan persendian, tetapi penyakitnya sistemik dan kerap ikut mengenai organ lain 1.
Yang menentukan nasib sendi adalah waktu. Erosi tulang sudah berjalan ketika keluhan masih terasa seperti pegal biasa, dan tulang yang hilang tidak tumbuh kembali. Karena itu kekakuan pagi yang panjang pada banyak sendi kecil yang simetris bukan keluhan yang pantas diamati berbulan-bulan sebelum ada yang dikerjakan.
SKDI menilai penyakit ini 3A: didiagnosis, diberi penanganan awal, lalu dirujuk 3. Penanganan awal di FKTP berbentuk meredakan radang dan melindungi sendi. Obat yang menghentikan erosi tidak ada pada entri sumber, dan pemilihannya menjadi pekerjaan layanan rujukan 1.
SPARK memuat Osteoartritis untuk penyakit sendi degeneratif yang sering tertukar dengan penyakit ini, Polimialgia Reumatik untuk kekakuan bahu dan panggul pada pasien berumur, Hiperurisemia untuk sisi gout, dan Carpal Tunnel Syndrome untuk jebakan saraf yang menjadi salah satu komplikasinya.
Faktor risiko 1:
- Perempuan.
- Faktor genetik.
- Hormon seks.
- Infeksi.
- Merokok, satu-satunya butir pada daftar itu yang dapat diubah pasien sendiri.
Satu catatan yang berpengaruh pada pengodean klaim: header entri sumber memberi kode ICD-10 M53.3, kode yang berada di bab kelainan punggung dan bukan di blok artritis reumatoid M05 sampai M06 1. Kode yang sama tercantum pada entri tepat sebelumnya di pedoman itu, yaitu Polimialgia Reumatik 1. Halaman ini memakai M06.9.
Rheumatoid arthritis is an autoimmune disease marked by symmetrical erosive synovitis. Its main target is joint tissue, but the disease is systemic and often takes in other organs as well 1.
What decides the fate of the joint is time. Bone erosion is already under way while the complaint still feels like ordinary aching, and the bone that has gone does not grow back. Long morning stiffness across many small joints, symmetrically, is therefore not a complaint that deserves months of observation before anything is done.
SKDI grades this disease 3A: diagnose, give initial treatment, then refer 3. Initial treatment in primary care means settling the inflammation and protecting the joint. The drug that stops the erosion is not in the source entry, and choosing it becomes the referral service's work 1.
SPARK carries Osteoartritis for the degenerative joint disease this is often confused with, Polimialgia Reumatik for shoulder and hip stiffness in an older patient, Hiperurisemia for the gout side, and Carpal Tunnel Syndrome for the nerve entrapment that is one of its complications.
Risk factors 1:
- Female sex.
- Genetic factors.
- Sex hormones.
- Infection.
- Smoking, the only item on that list the patient can change.
One note that matters for claim coding: the source entry header gives ICD-10 code M53.3, which sits in the dorsopathy chapter and not in the M05 to M06 rheumatoid arthritis block 1. The same code appears on the entry immediately before it in that guideline, Polimialgia Reumatik 1. This page uses M06.9.
MengenaliRecognising it
Diagnosisnya bertumpu pada gambaran klinis dan radiografis 1. Di FKTP yang perlu dijawab ada tiga: apakah pola sendinya sesuai, apakah radangnya sudah cukup lama berlangsung, dan apakah ada satu sendi yang panas yang harus disingkirkan sebagai infeksi lebih dahulu.
Gejala awal 1:
- Prodromal berupa lelah, hilang nafsu makan, dan badan lemah, berlangsung berminggu-minggu sampai berbulan-bulan.
- Keluhan mengenai banyak sendi sekaligus, simetris kiri dan kanan.
- Sendi yang khas: PIP, MCP, MTP, pergelangan tangan, bahu, lutut, dan kaki.
- Sendi DIP umumnya luput. Justru sendi itulah yang menonjol pada osteoartritis tangan, sehingga letak bengkaknya sendiri sudah memisahkan dua penyakit.
- Tanda sinovitis pada sendi yang terkena: bengkak, lalu nyeri yang bertambah saat digerakkan sehingga lingkup geraknya menyempit.
- Kekakuan pagi hari yang berlangsung lebih dari satu jam.
- Pada osteoartritis lutut, kekakuannya berhenti di bawah tiga puluh menit 2. Lama kekakuan karena itu adalah pertanyaan anamnesis yang sungguh membedakan, bukan basa-basi.
- Keluhan di luar sendi: mata pada episkleritis, nyeri dada pada perikarditis, dan anemia.
The diagnosis rests on the clinical and radiographic picture 1. Primary care has three questions to answer: whether the joint pattern fits, whether the inflammation has run long enough, and whether there is one hot joint that has to be excluded as infection first.
Early symptoms 1:
- A prodrome of tiredness, loss of appetite and general weakness, running for weeks to months.
- Complaints in many joints at once, symmetrically left and right.
- The characteristic joints: PIP, MCP, MTP, wrist, shoulder, knee and foot.
- The DIP joints are generally spared. Those are the joints that stand out in hand osteoarthritis, so where the swelling sits already separates the two diseases.
- Signs of synovitis in the affected joint: swelling, then pain that worsens on movement so the range narrows.
- Morning stiffness lasting more than one hour.
- In knee osteoarthritis the stiffness stops under thirty minutes 2. How long the stiffness lasts is therefore a history question that genuinely discriminates, not a formality.
- Complaints outside the joints: the eye in episcleritis, chest pain in pericarditis, and anaemia.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran I Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Huruf G Muskuloskeletal angka 4 Artritis Reumatoid, halaman lampiran -302- sampai -308-. manuver.tireg7.net
- 2.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Keterampilan Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran II Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Pemeriksaan Muskuloskeletal, bagian Analisis Hasil Pemeriksaan lutut, halaman lampiran -1123- sampai -1125-. manuver.tireg7.net
- 3.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Hematologi dan Imunologi, butir 31 Artritis reumatoid dengan Tingkat Kemampuan 3A, halaman 52. Lampiran Daftar Keterampilan Klinis, tabel Sistem Muskuloskeletal, butir 31 Aspirasi sendi tingkat 2, halaman 78. pd.fk.ub.ac.id
- 4.Aletaha D, Neogi T, Silman AJ, et al. 2010 Rheumatoid arthritis classification criteria: an American College of Rheumatology/European League Against Rheumatism collaborative initiative. Arthritis Rheum 2010;62(9):2569-81. Dokumen perhimpunan profesi, bukan peraturan Indonesia; dilampirkan lewat entri Codex dan butirnya tidak diulang di halaman ini. assets.contentstack.io
- 5.Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout. Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia 2018, bagian rekomendasi diagnosis butir 8 tentang artritis septik yang dapat menyertai gout. reumatologi.or.id
- 6.Chauhan K, Jandu JS, Brent LH, Al-Dhahir MA. Rheumatoid Arthritis. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov