AngioedemaAngioedema
SKDI 2012 memberi Angioedema tingkat kemampuan 3B pada subkelompok Penyakit Kulit Alergi, tabel Kulit, butir 52. Tingkat 3B berarti dokter layanan primer menegakkan diagnosis, memberi terapi kedaruratan, lalu merujuk; ini satu tingkat di atas dua tetangganya pada subkelompok yang sama, butir 51 Urtikaria kronis yang 3A, dan satu tingkat di bawah butir 50 Urtikaria akut yang 4A. Kata kedaruratan pada 3B bukan hiasan: yang membuat angioedema berbeda dari urtikaria adalah keterlibatan laring, dan pembengkakan laring dapat menutup jalan napas. Pembagian isi halaman ini mengikuti tingkat itu. Yang dimuat adalah pengenalan, langkah sebelum dan selama pemindahan, serta tujuan rujukan. Tata laksana definitif, termasuk pengamanan jalan napas dan terapi khusus untuk bentuk yang diperantarai bradikinin, adalah pekerjaan pusat rujukan dan tidak dimuat sebagai protokol di sini.SKDI 2012 grades Angioedema 3B in the allergic skin disease subgroup of the Kulit table, item 52. Level 3B means the primary care doctor makes the diagnosis, gives emergency treatment, then refers; that is one level above its neighbour item 51 chronic urticaria at 3A, and one level below item 50 acute urticaria at 4A. The word emergency in 3B is not decoration: what makes angioedema different from urticaria is laryngeal involvement, and laryngeal swelling can close the airway. The shape of this page follows that grade. What it carries is recognition, the steps before and during transfer, and where the referral goes. Definitive management, including securing the airway and specific therapy for the bradykinin mediated form, belongs to the referral centre and is not carried here as a protocol.
Angioedema adalah pembengkakan mendadak pada dermis bagian bawah dan subkutis, sering disertai keterlibatan lapisan submukosa 1. Bengkaknya tidak berbekas bila ditekan, sewarna kulit atau kadang kemerahan, dan terasa nyeri, panas, atau terbakar; gatal jarang menyertainya 1. Penyakit ini berpotensi mengancam nyawa bila mengenai laring 1.
Urutan lokasi dari yang paling sering 1:
- Wajah, periorbital, dan bibir.
- Ekstremitas.
- Glotis, lidah, faring, dan laring.
- Genitalia.
Perjalanannya 1:
- Gejala umumnya timbul dalam beberapa jam sampai 72 jam.
- Serangan kurang dari 6 minggu disebut akut; lebih dari 6 minggu disebut kronis, yang terbagi atas bentuk autoimun kronik dan idiopatik kronik.
- Penyebab bentuk akut umumnya obat, makanan, infeksi, atau faktor metabolik.
- Dapat disertai maupun tidak disertai urtikaria, dan 43,8% angioedema alergi disertai urtikaria.
DUA MEKANISME, DAN PERBEDAANNYA MENENTUKAN OBAT. Angioedema yang diperantarai sel mast bekerja lewat histamin, biasanya bersama urtikaria dan gatal, dan surut dengan adrenalin, antihistamin, serta kortikosteroid 14. Angioedema yang diperantarai bradikinin, yaitu bentuk herediter dan bentuk yang terkait ACE inhibitor, berjalan tanpa urtikaria dan tanpa gatal, tumbuh lebih lambat dalam hitungan jam, dan tidak surut oleh ketiga obat itu 4. Dokumen Indonesia menyebut kedua kelompok bentuk itu dengan nama non-alergik, herediter tipe I, II, atau III, terkait ACE inhibitor, dan didapat, tetapi tidak menyatakan akibatnya terhadap pengobatan; pernyataan itu berasal dari laporan konsensus internasional 34.
Kompetensi dokter layanan primer 3B: diagnosis ditegakkan, terapi kedaruratan diberikan, lalu pasien dirujuk 2. Bengkak yang terbatas di kulit dan bengkak yang menyentuh jalan napas adalah dua keadaan yang berbeda jauh, dan yang memisahkannya adalah suara, cara menelan, dan cara bernapas pasien, bukan luas bengkaknya 1.
Angioedema is sudden swelling of the lower dermis and subcutis, often with the submucosal layer involved 1. The swelling does not pit on pressure, is skin coloured or sometimes red, and feels painful, hot, or burning; itch rarely comes with it 1. It is potentially life threatening when it reaches the larynx 1.
Sites in order of frequency 1:
- Face, periorbital area, and lips.
- Limbs.
- Glottis, tongue, pharynx, and larynx.
- Genitalia.
How it runs 1:
- Symptoms usually appear over several hours up to 72 hours.
- An attack under 6 weeks is called acute; over 6 weeks it is called chronic, divided into a chronic autoimmune and a chronic idiopathic form.
- The cause of the acute form is generally a drug, a food, an infection, or metabolic factors.
- It may or may not come with urticaria, and 43.8% of allergic angioedema comes with urticaria.
TWO MECHANISMS, AND THE DIFFERENCE DECIDES THE DRUG. Mast cell mediated angioedema works through histamine, usually arrives with urticaria and itch, and settles with adrenaline, antihistamine, and corticosteroid 14. Bradykinin mediated angioedema, meaning the hereditary form and the form associated with ACE inhibitors, runs without urticaria and without itch, builds more slowly over hours, and does not settle with any of those three 4. The Indonesian documents name both groups of forms, as non allergic, hereditary types I, II or III, ACE inhibitor associated, and acquired, but neither states the consequence for treatment; that statement comes from an international consensus report 34.
Primary care competency is 3B: make the diagnosis, give emergency treatment, then refer 2. Swelling confined to the skin and swelling that touches the airway are two very different situations, and what separates them is the patient's voice, swallow, and breathing, not the size of the swelling 1.
MengenaliRecognising it
LANGKAH PERTAMA ADALAH MENILAI JALAN NAPAS, BUKAN MENENTUKAN PENYEBAB. Tanda berikut menandai keterlibatan saluran napas atas dan mengubah urutan penanganan 1:
- Suara serak atau berubah.
- Stridor.
- Nyeri atau sulit menelan, termasuk sulit menelan ludah sendiri.
- Sesak napas.
- Bengkak pada lidah, dasar mulut, faring, atau laring.
Anamnesis 1:
- Bengkak kulit yang timbul mendadak pada lokasi predileksi.
- Rasa nyeri atau terbakar, dengan gatal ringan atau tanpa gatal.
- Ada atau tidaknya urtikaria yang menyertai.
- Kesulitan menelan atau bernapas bila mukosa saluran napas dan saluran cerna ikut terkena.
- Lama gejala, umumnya beberapa jam sampai 72 jam.
- Riwayat serangan angioedema sebelumnya.
- Obat, makanan, infeksi, dan faktor metabolik sebagai penyebab bentuk akut.
THE FIRST STEP IS ASSESSING THE AIRWAY, NOT NAMING THE CAUSE. The following signs mark upper airway involvement and change the order of management 1:
- A hoarse or altered voice.
- Stridor.
- Pain on swallowing or difficulty swallowing, including difficulty swallowing saliva.
- Breathlessness.
- Swelling of the tongue, floor of mouth, pharynx, or larynx.
History 1:
- Skin swelling of sudden onset at the predilection sites.
- Pain or burning, with mild itch or none.
- Whether urticaria comes with it.
- Difficulty swallowing or breathing where the respiratory and gastrointestinal mucosa are involved.
- How long the symptoms have run, usually several hours up to 72 hours.
- A history of previous angioedema attacks.
- Drugs, food, infection, and metabolic factors as the cause of the acute form.
RujukanReferences
- 1.Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI). Panduan Praktik Klinis bagi Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Indonesia, Tahun 2021, bab Kedaruratan Kulit, bagian H.1 Angioedema, halaman 482 sampai 485. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Integumen, tabel Kulit, subkelompok Penyakit Kulit Alergi, butir 52 Angioedema. pd.fk.ub.ac.id
- 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022. Lampiran I, Bab II, Huruf K Kulit angka 27 Urtikaria halaman -619- sampai -624-, dan Huruf A Kelompok Umum angka 14 Reaksi Anafilaktik halaman -80- sampai -86-. Tidak ada entri angioedema tersendiri di dalamnya. manuver.tireg7.net
- 4.Cicardi M, dkk. Classification, diagnosis, and approach to treatment for angioedema: consensus report from the Hereditary Angioedema International Working Group. Allergy 2014;69(5):602-16. Sumber internasional, dipakai hanya untuk pembedaan mekanisme histaminergik versus bradikinin beserta akibatnya terhadap pengobatan, karena tidak ada dokumen nasional Indonesia yang menyatakan hal itu. Laporan yang sama ada pada daftar kepustakaan PERDOSKI. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov
- 5.Memon RJ, Tiwari V. Angioedema. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov