Angina LudwigLudwig Angina

Tingkat 3A berarti mendiagnosis, memberi terapi awal, lalu merujuk. Ada ketegangan nyata pada angka ini yang perlu dinyatakan terbuka: angina Ludwig adalah kegawatan jalan napas, sedangkan 3A adalah tingkat untuk terapi awal, bukan tingkat kegawatdaruratan 3B. Angka itu tetap dipakai, karena tidak ada dokumen yang lebih baru maupun dokumen khusus penyakit ini yang menilainya berbeda: PPK FKTP tidak memuat entri Angina Ludwig sama sekali, dan diamnya sebuah dokumen bukan pertentangan [1][2]. Yang perlu dipahami pembaca adalah bahwa selisih itu tidak mengubah pekerjaannya, karena isi kewenangan 3A pada penyakit ini seluruhnya berupa tindakan sebelum dan selama transportasi. Daftar Keterampilan Klinis pada dokumen yang sama menutup persoalannya dari arah lain: bantuan hidup dasar, ventilasi masker, terapi oksigen dan transpor pasien bertingkat 4A, sedangkan intubasi bertingkat 3 dan trakeostomi serta krikotiroidektomi bertingkat 2 [1]. Jalan napas definitif karena itu memang bukan pekerjaan FKTP, dan itulah alasan penyakit ini berakhir di rujukan siapa pun angkanya.Level 3A means diagnose, give initial treatment, then refer. There is a real tension in that number and it should be stated openly: Ludwig angina is an airway emergency, while 3A is the grade for initial treatment rather than the emergency grade 3B. The number stands, because no newer document and no disease-specific document grades it differently: the PPK FKTP carries no Ludwig angina entry at all, and a document's silence is not disagreement [1][2]. What the reader needs to understand is that the gap changes nothing about the work, because everything level 3A permits in this disease is done before and during transfer. The clinical skills list in the same document settles the question from the other side: basic life support, bag-mask ventilation, oxygen therapy and patient transport are graded 4A, while intubation is graded 3 and tracheostomy and cricothyroidotomy are graded 2 [1]. A definitive airway is therefore genuinely not primary care work, and that is why this disease ends in referral whatever the number says.

Angina Ludwig adalah selulitis yang menyebar cepat pada dasar mulut dan mengenai ruang submandibula, sublingual dan submental pada kedua sisi sekaligus. Sebagian besar kasus berawal dari infeksi gigi, paling sering gigi geraham kedua atau ketiga rahang bawah, karena akar gigi itu memanjang ke bawah garis perlekatan otot milohioid sehingga nanahnya keluar ke ruang leher dan bukan ke rongga mulut 2.

Yang mematikan bukan nanahnya melainkan tempatnya. Pembengkakan yang mengeras di dasar mulut mendorong lidah ke atas dan ke belakang, dan jalan napas menyempit dari dalam, di tempat yang tidak dapat dilihat dari luar. Perjalanannya cepat: pasien yang datang dengan sakit gigi dan dagu terasa tegang dapat kehilangan jalan napasnya dalam hitungan jam.

Yang membuat seorang pasien berisiko 24:

  • Infeksi gigi yang tidak diobati, terutama geraham bawah.
  • Kebersihan mulut yang buruk dan karies yang dibiarkan.
  • Diabetes melitus.
  • Keadaan imunodefisiensi.
  • Trauma atau tindakan pada rongga mulut, termasuk pencabutan gigi.
  • Gizi buruk.

Laki-laki lebih sering terkena daripada perempuan dengan perbandingan sekitar 3 banding 1, dan kelompok umur tersering adalah 20 sampai 60 tahun 2.

Halaman ini adalah halaman pengenalan dan rujukan. Penyakit yang menjadi asalnya dibaca pada halaman Karies Gigi, dan halaman ini tidak mengulangnya. Tingkat kemampuan dokter umum 3A, yaitu mendiagnosis, memberi terapi awal, lalu merujuk 1.

Ludwig angina is a rapidly spreading cellulitis of the floor of the mouth involving the submandibular, sublingual and submental spaces on both sides at once. Most cases begin in a dental infection, most often the lower second or third molar, because the roots of those teeth extend below the mylohyoid attachment so pus escapes into the neck spaces rather than into the mouth 2.

What kills is not the pus but where it sits. Firm swelling in the floor of the mouth pushes the tongue up and back, and the airway narrows from the inside, in a place that cannot be seen from outside. The course is fast: a patient who arrives with toothache and a tight-feeling chin can lose the airway within hours.

What puts a patient at risk 24:

  • An untreated dental infection, above all a lower molar.
  • Poor oral hygiene and neglected caries.
  • Diabetes mellitus.
  • Immunodeficiency.
  • Trauma or procedures in the mouth, including dental extraction.
  • Malnutrition.

Men are affected more often than women in a ratio of about 3 to 1, and the commonest age group is 20 to 60 years 2.

This is a recognition and referral page. The disease it comes from is read on the Dental Caries page, and this page does not repeat it. General practitioner competency is level 3A: diagnose, give initial treatment, then refer 1.

MengenaliRecognising it

Mengenalinya lebih awal adalah hampir seluruh pekerjaan pada penyakit ini. Yang perlu ditangkap bukan diagnosis nanahnya melainkan arah perjalanannya.

Anamnesis 2:

  • Sakit gigi yang mendahului, biasanya geraham bawah, sering sudah beberapa hari.
  • Dagu dan leher bagian atas terasa tegang, lalu membengkak.
  • Nyeri saat menggerakkan lidah.
  • Sulit membuka mulut.
  • Sulit menelan, kemudian air liur menetes karena menelan ludah sendiri sudah tidak nyaman.
  • Suara berubah, terdengar seperti berbicara dengan makanan panas di mulut.
  • Demam dan rasa sakit berat.
  • Sesak, atau posisi duduk yang dipertahankan karena berbaring memperberat sesaknya. Keluhan terakhir ini adalah tanda lanjut dan bukan tanda awal.

Recognising it early is nearly the whole job in this disease. What has to be caught is not the diagnosis of the pus but the direction of travel.

History 2:

  • Preceding toothache, usually a lower molar, often for several days.
  • A tight feeling in the chin and upper neck, then swelling.
  • Pain on moving the tongue.
  • Difficulty opening the mouth.
  • Difficulty swallowing, then drooling because swallowing saliva has become uncomfortable.
  • A changed voice, sounding as though the patient is speaking with hot food in the mouth.
  • Fever and feeling severely unwell.
  • Breathlessness, or a sitting position held because lying down makes breathing worse. That last complaint is a late sign, not an early one.
Memeriksa aksesChecking access

RujukanReferences

  1. 1.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012, Lampiran Daftar Penyakit, tabel Sistem Gastrointestinal, Hepatobilier, dan Pankreas, subkelompok Mulut, butir 7 Angina Ludwig (3A), halaman cetak 44; serta Lampiran Daftar Keterampilan Klinis, Kegawatdaruratan butir 70 sampai 75, sistem Respirasi butir 30, sistem Kepala dan Leher butir 102 dan 103. pd.fk.ub.ac.id
  2. 2.Rahayu ML. Diagnosis dan Tatalaksana Angina Ludovici. Kementerian Kesehatan RI, 8 Agustus 2022. Berstatus artikel pada kanal Kementerian Kesehatan, bukan Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran dan bukan Panduan Praktik Klinis; dipakai karena tidak ada dokumen nasional yang mengikat untuk penyakit ini. keslan.kemkes.go.id
  3. 3.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, Lampiran I KMK HK.01.07/MENKES/1186/2022. Diperiksa dan tidak memuat entri Angina Ludwig; dirujuk di sini untuk menandai batas cakupannya, dan untuk entri Parotitis yang menjadi salah satu diagnosis bandingnya. manuver.tireg7.net
  4. 4.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter Gigi, Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.02.02/MENKES/62/2015, butir 24 Abses Periapikal, halaman lampiran -81- sampai -82-. dental.id
  5. 5.AL Ghabra Y, Brizuela M, Winters R, Singhal M. Ludwig Angina. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan dan tautan saja; bukan sumber isi entri ini dan tidak ada kalimatnya yang dikutip. ncbi.nlm.nih.gov

SPARK Atlas adalah alat bantu rujukan untuk klinisi, bukan pengganti penilaian klinis. Verifikasi setiap keputusan terhadap kondisi pasien dan pedoman terkini.SPARK Atlas is a reference aid for clinicians, not a substitute for clinical judgement. Verify every decision against the patient in front of you and current guidance.