Akne vulgaris ringanMild acne vulgaris
SKDI 2012 memecah penyakit ini menjadi dua butir dengan dua tingkat kemampuan. Butir 43 Akne vulgaris ringan bertingkat 4A, sedangkan butir 44 Akne vulgaris sedang-berat bertingkat 3A, keduanya pada subkelompok Kelainan Kelenjar Sebasea dan Ekrin di dalam tabel Kulit. Kata ringan karena itu bukan keterangan tambahan pada nama, melainkan batas kewenangannya, dan pemecahan itu memang disengaja penyusunnya. PPK FKTP memperkuat batas yang sama dari sisi lain: judul entrinya berbunyi Akne Vulgaris Ringan, dan satu-satunya kriteria rujukan yang dimuatnya adalah akne vulgaris sedang sampai berat. Karena derajat adalah batas kewenangannya, gradasi harus dinilai lebih dulu pada setiap pasien, dan pedoman menyediakan tabel gradasinya sendiri untuk itu.SKDI 2012 splits this disease into two items with two competency levels. Item 43 Akne vulgaris ringan, mild acne vulgaris, is 4A, while item 44 Akne vulgaris sedang-berat, moderate to severe acne vulgaris, is 3A, both in the Kelainan Kelenjar Sebasea dan Ekrin subgroup of the Kulit table. The word mild is therefore not an extra descriptor on the name but the boundary of the competency, and the split is deliberate. PPK FKTP reinforces the same boundary from the other side: its entry is titled Akne Vulgaris Ringan, and the only referral criterion it carries is moderate to severe acne vulgaris. Because the grade is the boundary, grading has to be done first in every patient, and the guideline supplies its own gradation table for that.
Akne vulgaris adalah penyakit peradangan kronis folikel pilosebasea, yang dipicu oleh peningkatan produksi sebum, perubahan pola keratinisasi, peradangan, dan kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes 1. Sinonimnya jerawat 1.
Insidensnya umumnya pada wanita usia 14 sampai 17 tahun dan pria usia 16 sampai 19 tahun, dengan komedo dan papul sebagai lesi utama, dan dapat pula dijumpai lesi yang beradang 1. Pada anak perempuan penyakit ini dapat muncul sebelum menarke 1. Setelah masa remaja kelainan ini berangsur berkurang, tetapi kadang menetap sampai dekade ketiga, terutama pada wanita 1. Ras oriental, yaitu Jepang, Cina, dan Korea, lebih jarang mengalaminya dibandingkan ras kaukasia 1.
Keluhan utama pasien biasanya bukan nyeri atau gatal melainkan masalah estetika, dan itu perlu dihormati karena penyakitnya berjalan bertahun-tahun pada usia yang paling peka terhadap penampilan 1.
Kewenangan dokter layanan primer di sini terbatas pada derajat ringan. Akne vulgaris sedang sampai berat bertingkat kemampuan 3A dan merupakan satu-satunya kriteria rujukan pada pedoman ini, sehingga gradasi harus dinilai lebih dulu sebelum pengobatan dipilih 12. Tingkat kemampuan 4A untuk derajat ringan 2.
Faktor risiko 1:
- Usia remaja.
- Stres emosional.
- Siklus menstruasi.
- Merokok.
- Ras.
- Riwayat akne dalam keluarga.
- Banyak makan makanan berlemak dan tinggi karbohidrat.
Acne vulgaris is a chronic inflammatory disease of the pilosebaceous follicle, driven by increased sebum production, a change in the pattern of keratinisation, inflammation, and colonisation by the bacterium Propionibacterium acnes 1. Its everyday name in Indonesian is jerawat 1.
Incidence is generally in women aged 14 to 17 and men aged 16 to 19, with comedones and papules as the main lesions, and inflamed lesions may also be found 1. In girls it can appear before menarche 1. After adolescence it gradually settles, but it sometimes persists into the third decade, above all in women 1. Oriental races, meaning Japanese, Chinese and Korean, are affected less often than caucasian races 1.
The patient's main complaint is usually neither pain nor itch but appearance, and that deserves respect, because the disease runs for years at the age most sensitive to it 1.
A primary care doctor's authority here stops at the mild grade. Moderate to severe acne vulgaris carries competency level 3A and is the only referral criterion in this guideline, so the grade has to be assessed before any treatment is chosen 12. Competency level 4A for the mild grade 2.
Risk factors 1:
- Adolescence.
- Emotional stress.
- The menstrual cycle.
- Smoking.
- Race.
- A family history of acne.
- Eating a lot of fatty and high carbohydrate food.
MengenaliRecognising it
Anamnesis.
- Erupsi kulit polimorfi di lokasi predileksi, disertai rasa nyeri atau gatal, tetapi keluhan utamanya umumnya masalah estetika 1.
- Gali faktor risiko yang bisa diubah, terutama stres, kebiasaan merokok, pola makan berlemak dan tinggi karbohidrat, serta pemakaian kosmetika, karena keempatnya juga menjadi sasaran pencegahan 1.
- Tanyakan hubungan dengan siklus menstruasi dan riwayat akne dalam keluarga 1.
History.
- A polymorphic skin eruption at the predilection sites, with pain or itch, although the main complaint is usually appearance 1.
- Look for modifiable risk factors, above all stress, smoking, a fatty and high carbohydrate diet, and cosmetic use, because those four are also what prevention targets 1.
- Ask about the relationship to the menstrual cycle and about a family history of acne 1.
Examination. The pathognomonic signs 1:
- Comedones, meaning miliary papules containing a plug of sebum at the centre.
- Where black, this is a black or open comedo.
- Where white, this is a white or closed comedo.
- A polymorphic skin eruption with one predominant element, meaning comedones, non-inflamed papules, pustules, and inflamed nodules and cysts.
RujukanReferences
- 1.Kementerian Kesehatan RI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Lampiran Keputusan Menteri Kesehatan HK.01.07/MENKES/1186/2022, Lampiran I Bab II Huruf K Kulit angka 26 Akne Vulgaris Ringan, halaman lampiran -614- sampai -619-. manuver.tireg7.net
- 2.Konsil Kedokteran Indonesia. Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Peraturan Konsil Kedokteran Indonesia Nomor 11 Tahun 2012, Lampiran Daftar Penyakit, Sistem Integumen, tabel Kulit, subkelompok Kelainan Kelenjar Sebasea dan Ekrin, butir 43 Akne vulgaris ringan (4A) dan butir 44 Akne vulgaris sedang-berat (3A). pd.fk.ub.ac.id
- 3.Acne Vulgaris. StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Bacaan lanjutan, bukan sumber isi entri ini. ncbi.nlm.nih.gov